
Catatan hari ini
Setelah sekian lama tidak menginginkan sesuatu, tiba-tiba muncul satu harapan untuk ditemani satu orang itu.
Berharap masih bisa bersamanya dan berdoa agar tak pernah ada rasa bosan dalam pikirannya.
Semoga dia saja semoga tidak digantikan, semoga ketakutan ini tak pernah terjadi.
^^^Catatan Pena Arzanπ₯^^^
...πππππππ...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
POV Arzan.
Pria itu terduduk lemas di bangku tunggu rumah sakit.
Setelah monitor denyut jantung Farzana memberi tanda bahwa seseorang itu tiada, Arzan berteriak memanggil dokter sembari memencet tombol pemanggil tersebut.
Dokter dan beberapa perawat datang ke ruangan Farzana dan secepat mungkin melakukan kejut jantung, CPR. Karena detak jantung gadis itu berhenti berdetak.
Arzan menunduk dan berulang kali menyebutkan "Aku mohon kembalilah, jangan tinggalkan Aku lagi. Ku mohon".
Dengan suara terisak Pria itu terus mengucapkan hal itu.
Sedangkan Elvan di bawa keluar dari sana, karena sempat ingin adu jotos dengan Arzan.
Elvan yakin, Farzana seperti itu karena Arzan.
Sedangkan Alya saat ini sedang di bawa oleh perawat karena pingsan setelah mengetahui Farzana dan Misha mengalami berhentinya detak jantung secara bersamaan.
...****************...
POV William.
Pria ini pun tak kalah histeris saat mendengar detak jantung gadis yang dicintainya itu berhenti.
William berteriak mengguncang tubuh dari singa betinanya itu berharap bahwa gadis yang dicintainya itu kembali membuka matanya.
William pun melakukan CPR berusaha untuk mengejutkan kembali detak jantung dari Misha.
Julio yang berjaga di luar tidak henti-hentinya merapalkan doa untuk keselamatan sahabat tomboy nya itu.
Hoshi, sedangkan pria keturunan Jepang itu tetap setia berada di samping Julio
...----------------...
Sedangkan Ardi, pria itu disibukan antara perusahaan dan juga menghancurkan perusahaan dari rival Adelard corp.
Ya, dalang dari kehancuran AFF corp adalah anak Tuan Shaka Bangura itu.
Awalnya Ardi tidak ingin melanjutkan rencananya itu tetapi Aezar Affandra sendirilah yang secara tidak langsung meminta kehancuran AFF corp dengan cara menyerang kembali Adelard corp.
Untungnya Ardi mempunyai bawahan yang bisa untuk menghandle masalah perusahaan jadi pria itu bisa fokus untuk menjaga Alya.
...----------------...
Sedangkan di tempat lain Alden merasa risau setelah mendengar kabar bahwa gadis yang telah mencuri hatinya itu mengalami berhentinya detak jantung.
Pria itu ingin saat ini juga pergi ke rumah sakit dan menemui Farzana, tapi sangat disayangkan dirinya saat ini berada di dalam pesawat menuju negara L untuk urusan bisnisnya.
__ADS_1
Sebenarnya Aidan tidak ingin memberitahukan kabar terkini dari Farzana. Tapi pria itu malah keceplosan bilang pada sang Bos.
Alhasil bosnya itu pun gelisah sendiri. Aidan pun hanya bisa pasrah dengan keadaan sekarang.
......................
...πππππππ...
"Mis"
Panggil seseorang yang berlari mendekati seorang perempuan yang berdiri menghadap hamparan bunga.
Merasa terpanggil, perempuan tersebut menoleh kemudian tersenyum.
"Mengapa kamu kembali kesini?" tanya seseorang yang tak lain adalah Keisha.
"Kau pun mengapa kembali ke sini hem?" tanya balik gadis tomboy itu.
Keisha terkekeh kemudian "Aku memang tak bisa untuk kembali ke sana Mis. Karena memang waktu ku sudah habis di sana" sahutnya.
"Hah, Aku ingin bertemu Zana, Key. Aku merindukannya" keluh Misha.
"Haihh, kalau kamu ingin menemui Nyonya Zana, bagaimana dengan dokter Wil? Dia pasti sedih Mis" ucap Keisha.
"Ku yakin suatu saat dia akan menemukan kebahagiaannya sendiri Key" sahut Misha kemudian beranjak pergi.
"Hey Mis, yeyy mo kemanose" tanya Farzana meniru gaya bicara Julio.
Misha berhenti kemudian menoleh ke arah gadis berambut pirang tersebut.
"Eyke mau jelong-jelong ketempat Zana yes" sahut gadis tomboy itu.
Baik Farzana ataupun Misha, mereka sama-sama tertawa setelahnya.
"Aku juga berharap William selalu bahagia meskipun tidak ada Aku di sampingnya" harapan Misha pada pria yang dicintainya itu.
Mereka berdua pun melenggang pergi menjauh, menghilang di antara rimbunnya hamparan bunga.
...****************...
William luruh dan terduduk lemas di lantai.
Setelah sekuat tenaga melakukan upaya mengembalikan detak jantung dari kekasih hatinya itu.
Takdir berkata lain, Misha benar-benar pergi meninggalkan dirinya dan semua orang.
Setelah mendapatkan kepastian perginya Misha, William hanya diam.
Pria itu seketika berubah menjadi manusia es. Beku tak tersentuh lagi.
...----------------...
Sedangkan di ruangan Farzana.
Hal sama pun terjadi, dokter sudah mengusahakan yang terbaik tapi takdir berkata lain.
Farzana pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Ceklek.
Arzan dan Elvan menoleh dan mendekati dokter yang menangani Farzana.
__ADS_1
"Bagaimana istri saya dok?"
Bagaimana kekasih saya dok?"
Baik Arzan dan Elvan bertanya secara bersamaan.
Dokter dengan nama Junior itupun mengerutkan dahinya, bingung dengan keadaan ini.
"Mohon maaf, kami sudah berusaha tapi Tuhan berkehendak lain" ucap dokter.
Arzan dan Elvan membulatkan mata mereka.
"Nyonya Farzana telah tiada" sambung dokter Junior.
Elvan mundur dan luruh kelantai.
Sedangkan Arzan, pria itu menarik kerah baju dokter.
"APA YANG KAU KATAKAN DOKTER? JANGAN BERMAIN-MAIN DENGANKU, KATAKAN BAHWA ISTRIKU HANYA TERTIDUR SAJA AAAAAAAAA"
Arzan berteriak kemudian menerobos masuk ke dalam ruangan Farzana.
BRAKK
Arzan berlari menuju brangkar Farzana.
"Sayang, Aku mohon bangun ya. Kita pulang sekarang. Aku janji setelah ini hanya akan ada kebahagiaan di hidupmu" ucap Arzan sembari memegang tangan gadis itu.
"Aku akan memastikan tak ada air mata kesedihan lagi di pipimu, jikalau ada air mata itu hanya akan menjadi air mata kebahagiaan, sayang ku mohon buka matamu hem" tambahnya.
Perawat disana hanya bisa terdiam melihat semuanya.
"Sayang Aku mohon, buka matamu. Kamu sudah terlalu lama tidur. Ayo kita pulang dan membangun rumah tangga yang bahagia hem" ucap Arzan lagi dengan air mata yang mengalir.
"Kita pergi honeymoon setelah ini. Kamu mau kemanapun Aku akan membawamu. Atau kamu mau ke Swiss ke tempat Papa. Dulu kamu sangat menginginkan pergi ke sana kan? Maka ayo kita pergi. Maaf kalau dulu Aku secara kasar menolak keinginanmu untuk pergi ke sana, tapi setelah ini kita akan berkeliling dunia" tambahnya.
Tak ada sahutan dari perempuan yang terbaring kaku tersebut.
Arzan terdiam kemudian mengguncang tubuh Farzana.
"SAYANG KAMU DENGAR TIDAK, AYO BUKA MATAMU, AKU MOHON ARSYILA ROMEESA FARZANA ku mohon bangunlah" dengan suara lirih di akhir kalimat.
"Ku mohon sayang, bangunlah! Kembalilah, Aku mencintaimu"
Brukk
Arzan terjatuh kelantai pingsan.
Dokter segera menyuruh perawat untuk membawa pria itu keruang perawatan.
Sedangkan Elvan. Pria itu hanya terduduk di lantai di luar ruangan Farzana.
Pandangan matanya terlihat kosong, seperti tak ada kehidupan di dalam bola matanya.
"Kau meninggalkanku lagi Key. Apa Aku tak pantas untuk mendapatkan kesempatan cintamu yang kedua?" Elvan bermonolog dalam pikirannya.
Hanya ada keheningan di sana.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Continue...
__ADS_1
Untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan untuk mampir ke cerita receh ini ay ucapkan terima kasih banyak atas segala dukungannya π