Time Travel Farzana

Time Travel Farzana
Perasaan Tak Enak


__ADS_3

POV Farzana.


Gadis itu memesan taksi untuk mengantarkan dirinya ke tempat dimana dia dan Elvan janjian bertemu.


Beberapa anak buah Misha pun mengikuti dari belakang.


Ya, Misha tak pernah melepas pengawasan dari orang-orang terkasihnya.


Deg deg deg


Farzana menaruh telapak tangan di dadanya.


"Ada apa ya? Kok Aku ngerasa ada sesuatu yang akan terjadi" farzana bergumam di dalam hati.


Gadis itu mengambil earphone dan menghubungkan ke handphonenya.


Sebuah lagu berjudul Ada Aku Disini by Dhyo Haw.


Farzana mencoba mendengarkan musik bergenre reggae itu berharap perasaan tak karuan yang dirasakannya bisa hilang.


Sepanjang perjalanan Farzana mencoba untuk memasuki rasa di lagu itu dan sedikit berhasil, rasa tak nyaman di awal akhirnya berkurang meski tak hilang sepenuhnya.


*


*


*


*


*


POV Julio.


Pria gemulai itu bersiap untuk pulang dan di bantu oleh Hoshi.


Ya, baik Misha ataupun Alya bahkan yang lain memang tidak di izinkan oleh Julio menjemput dirinya, karena pria gemulai itu ingin menghabiskan waktu bersama pria Jepang itu.


"Sudah beres semua. Apa mau pulang sekarang?" tanya Hoshi.


Julio menggelengkan kepalanya "Eyke mau jelong-jelong duyu sama yeyy tamvan. Yeyy mau kan?" pria gemulai itu bergelantungan eh 👀 bergelayut manja di lengan Hoshi.


"Baiklah, mumpung hari ini juga weekend. Let's go on vacation together" sahut Hoshi dan membuat Julio meloncat karena bahagia.


Julio dan Hoshi keluar dari dalam ruang inapnya.


Mereka berdua berjalan di koridor rumah sakit dan tak sengaja berpapasan dengan suster yang biasa mengecek keadaan dirinya.


"Selamat pagi Miss" sapa suster Ayu.


"Pagi" bukan Julio yang menyahut tapi Hoshi.


"Tamvan, mengapa yeyy yang jawab?" tanya Julio seakan cemburu.


"Tak ada salahnya kan menjawab sapaan seseorang?" ucap Hoshi memandang ke arah Julio.


Sedang pria gemulai itu hanya memanyunkan bibirnya.


Suster Ayu yang malas ikut drama mereka memilih untuk pamit.


"Saya permisi Tuan dan Miss" kemudian suster Ayu melenggang pergi.


Hoshi mengikuti arah perginya suster tersebut dan membuat Julio mencebikkan bibirnya kesal.


"Kita pulang aja" Julio ngambek terhadap pria Jepang di sampingnya itu.


"Eh, kenapa?" tanya Hoshi bingung.


"Eyke lelah. Yeyy juga pasti lelah karena semalaman menemani eyke di sindang" sahut Julio beranjak pergi tanpa menggandeng pria Jepang itu lagi.


Sedangkan Hoshi hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung sendiri.


Di dalam mobil pun Julio hanya diam. Tak ada satu patah kata pun keluar dari mulut pria gemulai itu.


"Kamu kenapa dari tadi diam aja?" tanya Hoshi membuka obrolan.


"Eyke hanya lelah tamvan" sahut Julio.


Entahlah, pria gemulai itu merasa sesuatu hal akan terjadi tapi apa dirinya pun tak tahu.


Moodnya berubah di awali dari bertemu suster Ayu hingga tiba-tiba perasaannya tidak nyaman.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju kediaman Misha, pria gemulai itu dan Hoshi hanya diam.


*


*


*


*


*


POV Aezar.


Pria satu ini, sedang berkutat di depan layar komputernya.


Ya, Tuan Aezar saat ini sedang meeting dengan bawahannya secara virtual membahas kejadian kemaren sistem perusahaannya di bobol seseorang.


" Bagaimana? Apakah kalian sudah menemukan dalang dari semua keributan itu?" tanya Aezar.


"Maaf Bos, kami semua tidak bisa menemukan orang yang bertanggung jawab atas kejadian kemaren" ucap salah seorang bawahannya.


"Ya Bos. Kami semua sudah mencoba mencari tahu tapi nihil. Tak ada dari kami bisa tahu" jawab yang lain.


"KALIAN MEMANG TIDAK BECUS. APA YANG BISA KALIAN LAKUKAN HAH?" Aezar kembali berteriak karena merasa benar-benar frustasi.


Seseorang itu bukan hanya membobol sistem perusahaannya tapi beberapa sistem operasi perusahaannya di buat mati, tidak bisa di fungsikan sama sekali.


Semua karyawan dari Aezar hanya bisa diam. Tak ada dari mereka berani angkat bicara.


Dari arah pintu, Davina masuk.


"Honey" sapa Davina memeluk pria itu dari arah belakang.


Seketika amarah Aezar reda.


"Hubungi Adam, suruh dia untuk mencari tahu siapa dalang semua ini" suruh Aezar.


"Apakah dia akan bersedia Bos?" tanya salah satu anak buahnya.


Aezar menghela nafasnya.


"Bilang padanya bahwa Aku yang meminta kalian untuk minta bantuan darinya" sahut Aezar.


"Baik Bos. Kami akan coba laksanakan" sahut mereka serempak.


Aezar mematikan layar komputernya.


"Apa yang akan kamu lakukan sekarang honey?" tanya Davina yang duduk di atas pangkuan Aezar.


"Untuk saat ini, fokus ku pada perusahaan dulu. Untuk Arzan biarkan saja saat ini pasti dia sedang menikmati keterpurukannya" sahut Aezar sembari membelai rambut panjang kekasihnya itu.


"Ok honey. Apa katamu Aku menurut saja" ucap Davina.


Cup


Sebuah kecupan di berikan oleh Aezar pada wanita di pangkuannya itu.


"Kau memang wanitaku yang cantik" ucap Aezar.


*


*


*


*


*


POV Ardi.


Pria itu hanya bisa menghela nafasnya melihat keadaan bosnya itu terkapar di atas kasur.


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi tapi Arzan tidak ada niatan untuk bangun.


Sedari malam tadi Ardi menemani bosnya itu, dari sampai villa Arzan sudah tidak sadarkan diri sama sekali.


Drttt


Ponsel Ardi bergetar.

__ADS_1


Klik


Ardi menggeser tombol hijau itu.


"Ya Halo" ucap Ardi.


"Halo Bos. Saat ini sistem AFF corp sedang bekerja. Sepertinya ada seseorang yang handal yang membantu sistem mereka bisa beroperasi lagi" lapor anak buah Ardi.


"Haha, palingan pria bertato itu yang mengotak-atik sistem mereka. Biarkan saja karena dapat ku pastikan sistem mereka tak kan bisa bekerja sepenuhnya meskipun Adam yang turun langsung" ucap Ardi santai sembari menikmati secangkir cappucino nya.


"Baik Bos" sahut anak buah Ardi.


Panggilan pun terputus.


"Tak ku sangka, Adam mau membantu Aezar" gumam Ardi.


*


*


*


*


*


POV MW


William membawa Misha ke sebuah rumah yang tak jauh dari kota.


Ckit.


Mobil William berhenti.


"Kita dimana?" tanya Misha memandang kearah depan kiri dan kanannya.


William tersenyum "Turunlah, kamu akan tahu kita berada di mana" ucapnya.


Baik William ataupun Misha mereka sama-sama keluar dari dalam mobil.


Misha memandang ke segala arah dan menemukan sebuah rumah bergaya klasik.


"Ini..."


*


*


*


*


*


POV Elvan.


Pria itu sudah sampai di tempat dimana dirinya janjian untuk bertemu dengan Farzana.


Ya mereka janjian di danau tempat favorit dirinya dan Keisha dulu.


Evan duduk di bangku yang tak jauh dari danau.


"Entah mengapa aku malah mengajak Zana untuk bertemu di sini, tempat di mana kejadian yang tak terlupakan dulu terjadi" ucap Elvan memandang air di danau.


seperti sebuah roll film yang sedang berputar, kenangan dirinya bersama Keisha dulu tiba-tiba terlintas dipikirannya.


"Ah maafkan Aku Key" hanya kalimat itu yang terucap berulang kali dari bibir pria itu.


Sedangkan di tempat lain.


Brakk


"Ah, ada apa ini?"


...🍂🍂🍂...


Continue...


Untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan untuk mampir ke cerita receh ini ay ucapkan terima kasih banyak atas segala dukungannya mau itu like komen gift mawar sekebon atau kopi satu jerigen atawa vote nya ay ucapkan


جزاكم الله كل خير لكم آمين

__ADS_1


See you the next episode 🤗


Papayo semua😚


__ADS_2