
Setelah pemotretan Abian mencoba mendekati Alya dan tetap saja gadis itu mengacuhkan buaya tersebut.
Saat dirinya ingin menyentuh tangan Alya, Misha datang dengan wajah datarnya.
"Kita pulang sekarang Al" perintah Misha.
Abian yang tidak mengetahui dan tidak ingin tahu siapa Misha dengan begitu lantangnya berkata "Heh kalian ini terlalu sombong, harusnya kalian terutama Lo bersyukur bisa dekat dengan gua" ucapnya pongah sembari menunjuk ke arah Alya.
Misha tersenyum menyeringai. Julio bergidik ngeri sedangkan Alya hanya diam.
"Kenapa diam heh, apa kalian baru sadar?" tanya Abian sombong.
"Dan Lo, berapa tarif Lo biar gua bayar dan gua jamin Lo bakal ketagihan kencan bersama gua" lagi Abian bersuara.
"Tunggu waktunya kau akan bertemu dengan Kesayangan ku" bukan Alya yang menyahut tetapi Misha lah yang menjawab perkataan Abian.
Mendengar perkataan dari gadis tomboy itu membuat Julio dan Alya merinding disko. Ya mereka berdua faham apa yang di maksud oleh Misha tentang kesayangannya itu.
Sedangkan Abian mengernyitkan dahinya "Siapa?" tanyanya.
Misha tidak menjawabnya dirinya memilih berlalu dan Alya maupun Julio mengikuti gadis tomboy itu.
Tepat Alya berjalan melewati Abian, lelaki itupun berkata "Akan kupastikan dirimu mengerang di bawah kungkunganku" ucapnya pongah.
Alya berhenti sejenak "Dan Aku pastikan sebelum itu terjadi, dirimu yang akan mengerang lebih dulu menikmati apa yang akan terjadi padamu" sahutnya tersenyum sinis kemudian melanjutkan jalannya mengikuti Misha juga Julio.
Abian yang salah tanggap malah tersenyum membayangkan hal lain.
"Ah gua gak sabar" ucapnya tersenyum bahagia.
*****
Pak Maman sopir pribadi Misha melajukan mobil menuju perusahaan Elvan untuk menjemput Farzana.
Didalam mobil hening, Misha memejamkan matanya Alya yang kembali berkutat dengan laptopnya, entah apa yang dikerjakan asisten dari gadis tomboy itu, sedangkan Julio sedang senyum-senyum di depan layar ponselnya.
Tiba di depan kantor Elvan.
"Jemput Farzana di dalam Al gue malas masuk sana" ucap Misha.
Alya menganggukkan kepalanya, saat ingin turun di cegah oleh Julio.
"Eh nekk tetap di sindang biar eyke aja yang jemput si Eneng, boleh kan nekk?" ucap Julio.
Alya memandang ke arah Misha dan gadis tomboy itupun menganggukkan kepalanya.
"Aaaa, bentar ya nekk" ucap pria gemulai itu kemudian melenggang pergi masuk ke dalam kantor Elvan tersebut.
"Seneng banget heran" ucap Alya.
"Pantau" sahut Misha.
Alya menganggukkan kepalanya. Gadis itu mengotak-atik laptopnya dan terpampanglah Farzana juga Elvan.
"Colab dengan Julio" perintah Misha kemudian Alya kembali mengotak-atik laptopnya. Sekarang yang muncul di layar laptopnya sebelah kanan ruangan Elvan dan sebelahnya lagi tempat dimana Julio berada.
"Astaga, tengok Bos" Alya memutar layar laptopnya.
__ADS_1
Misha hanya memandang sebentar kemudian berkata "sudah kuduga, kalau begitu Lo aja yang masuk sana jemput Farzana" perintah Misha dan di angguki oleh Alya.
Di tempat di mana Julio berada.
"Kamu dari mana?" tanya Hoshi tepat saat Julio masuk kedalam ruangannya.
"Hehe, kenapose? you kangen tampan?" sahut Julio berlari kecil menghampiri pria keturunan Jepang itu.
Tepat berada di dekat Hoshi, Julio langsung memeluknya.
Entah apa yang di rasakan Hoshi saat dirinya di peluk oleh pria gemulai itu.
"Eyke hanya bisa sebentar disindang tapi kita tetap masih bisa bertatap lama lewat handphone" ucap Julio.
Hoshi hanya tersenyum menanggapinya. Ya sebelum Julio pergi tadi siang, mereka berdua telah bertukar nomor telepon masing-masing.
Selama perjalanan pun Julio sibuk berbalas pesan dengan pria keturunan Jepang itu.
Kita tinggalkan kedua orang itu dan kita pindah ke ruangan lain.
Di ruangan Elvan, lelaki itu sibuk bercanda dengan Farzana. Entah mengapa diri lelaki itu sangat bahagia hari ini bersama dengan wanita cantik didepannya ini.
Tok tok tok
Pintu ruangan Elvan diketuk.
"Masuk" perintah Elvan.
Ceklek
"Oh sore Alya, mari masuk" sahut Elvan.
Alya berjalan mendekati mereka berdua.
"Maaf mengganggu, tapi saya kemari ingin menjemput Nona Zana" ucap Alya.
"Ah iya. Nona Zana bolehkah kapan-kapan kita pergi bersama lagi?" tanya Elvan.
Farzana tersenyum dan menganggukkan kepalanya "boleh sangat Pak Elvan" sahutnya.
Elvan tersenyum bahagia mendengar ucapan dari Farzana.
"Kalau begitu saya pamit ya Pak Elvan" ucap Farzana sembari berdiri dan kemudian membungkukkan badannya sedikit sebelum pergi.
Ada rasa tidak rela saat wanita cantik itu pamit pergi yang dirasakan oleh Elvan.
"Rasanya terlalu cepat waktu berlalu saat bersamamu" ucap Elvan saat Farzana sudah keluar dari dalam ruangannya.
Setelah keluar dari dalam ruangan Elvan. Alya berkata kepada Farzana "Nona Zana pergi lebih dulu saja ke mobil, saya ingin menjemput Panjul dulu" ucapnya.
"Eh, kamu bareng Om Jul?" tanya Farzana.
"Iya, tadinya dia yang disuruh jemput Nona, hanya saja dia belok" sahut Alya.
"Hah" kaget Farzana mendengar ucapan dari asisten kesayangan Misha tersebut.
"Saya pamit dulu, Nona langsung ke mobil saja" kemudian Alya melenggang pergi.
__ADS_1
Farzana hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum merasa lucu dengan orang-orang baru di kehidupan barunya ini.
Brakk
"E copot copot" latah Julio kaget saat pintu ruangan Hoshi terbuka karena sebuah tendangan.
Sedangkan Hoshi mengelus dadanya.
"Pulang sekarang" ucap Alya dengan wajah datarnya saat dirinya sudah masuk kedalam ruangan itu.
"Ampun Gusti.... Yeyy bisa gak nekk kalau masuk gak usah main tendang itu pintu. Kan yeyy bisa buka pake tangan" ucap Julio dengan masih merasa dag dig dug.
"Kelamaan, mending kek gitu cepat" sahut Alya.
Sedangkan pria gemulai itu hanya bisa menghela nafasnya menanggapi perkataan dari asisten kesayangan sahabatnya itu.
"Tampan, eyke back home dulu oghey" pamit Julio kepada Hoshi dan pria keturunan Jepang itu hanya bisa menganggukan kepalanya karena dirinya masih sibuk mengelus dadanya karena keterkagetannya tadi.
"Cepetan" ucap Alya yang sudah tidak sabar ingin pulang.
"Sabar nekk, eyke pamit dulu sama tampan eyke indang" sahut Julio.
Alya hanya memandang datar di saat drama perpisahan antara Julio dan Hoshi.
"Aaa, eyke pasti kangen you tampan" ucap Julio dan Hoshi hanya tersenyum menanggapi perkataan dari pria gemulai itu.
"Pulanglah, kita masih bisa berbicara atau bertatap muka lewat layar handphone" jawab lembut pria keturunan Jepang itu.
"Panjul" panggil Alya datar.
"Iya Zuardi sabar. Eyke capcus nih" sahut Julio.
Sebelum menjauh pergi, Julio masih sempat-sempatnya memeluk sebentar Hoshi.
"Papay tampan, emmmuuaaachhh" pamit Julio dengan sebuah sun jauh di berikan olehnya.
Sedangkan Alya hanya bisa menatap dingin kelakuan dari Julio.
*****
Klek
Pintu mobil Misha di buka oleh Farzana.
"Maaf lama Mis" ucap Farzana.
"Gak apa. Gimana hari ini? Apa sesuai keinginanmu?" tanya Misha.
Continue...
...🍂🍂🍂...
untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan untuk mampir ke cerita receh aku ini, ay ucapkan terima kasih banyak.
Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya ya zheyeng berupa like komen rate bintang lima dan jangan lupa untuk tap love biar masuk rak buku kakak semua.
...Salam hangat dari Aya ❤️...
__ADS_1