Time Travel Farzana

Time Travel Farzana
Kembali Untuk Pergi


__ADS_3

Sebelumnya...


Di ruangan Farzana


Suara monitor detak jantung dari Farzana mulai melemah.


Arzan menoleh ke arah layar di sampingnya itu kemudian kembali memandang gadis di depannya ini.


"Key" panggil Arzan.


Farzana hanya diam saja dirinya tersenyum kemudian...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...AFF CORP...


Saat ini Aezar benar-benar hampir gila. Semua sistem perusahaannya hampir mati total.


Bukan hanya itu saja, seluruh anak cabang perusahaannya hanya tersisa 2% saja sistem nya yang berjalan.


Pria itu mengamuk dan membanting benda apa saja yang ada di sampingnya.


"B-bos, M-mas A-adam t-tidak a-ada d-di rumahnya" Bagas datang dengan kepala menunduk dan perkataan yang terbata-bata.


Pria itu seketika naik pitam. Aezar berdiri ingin melampiaskan kekesalannya pada asistennya itu.


Saat Aezar ingin menghajar Bagas, anak buahnya yang lain datang melaporkan suatu hal yang membuat CEO AFF corp tersebut menunda kegiatannya.


"Bos" panggil anak buah Aezar.


"Ada apa?" tanya Aezar.


"Semua sistem operasi hampir mati total Bos" sahut anak buahnya.


Aezar membulatkan matanya dan tepat saat itu ponselnya berdering.


"Syalalalalalalalala"


(anggap nada dering Aezar yak🤭)


Pria itu meraih ponselnya yang ada di kantong celananya.


Tanpa melihat siapa yang memanggil, Aezar mengangkat panggilan tersebut.


"Ya"


"Bagaimana kejutan dari saya Tuan Aezar yang terhormat? Apakah sangat membahagiakan Anda? Hahaha"


Aezar melihat siapa yang memanggilnya tapi sayang nomer telepon tersebut di privasi oleh sang pemanggil.


"SIAPA KAMU HAH? KALAU BERANI HADAPI AKU SECARA LANGSUNG. JANGAN MAIN BELAKANG SEPERTI SEORANG PENGECUT" Aezar menyahut sembari berteriak.


"Hahahaha, Saya belajar dari Anda Tuan Aezar. Ternyata main belakang sangat menyenangkan"


"APA MAKSUDMU HAH? TEMUI AKU, ATAU AKU YANG AKAN MENEMUI MU. MAKA KAU AKAN TAHU SEPERTI APA SEORANG AEZAR AFFANDRA" sahut pria itu pongah.


"Ah, saya terlalu malas menemui Anda Tuan. Wajah Anda tidak tampan ataupun cantik. intinya tidak sedap di pandang seperti kelakuan Anda hahahaha"


"APA KATAMU HAH?"


"5,4,3,2,1. Selamat menikmati hasil kerja keras saya Tuan Aezar yang terhormat"

__ADS_1


Tutt


Panggilan terputus, hitungan tersebut membuat Aezar mengkerutkan dahinya.


"BOS GAWAT BOS"


Teriak seseorang masuk ke dalam ruangan Aezar.


"ADA APA?" Aezar tak kalah berteriak dari anak buahnya itu.


"Seluruh sistem operasi kita lumpuh total" sahut anak buah Aezar dengan suara di kecilkan.


Aezar limbung dan jatuh pingsan.


...****************...


...Ruangan Misha...


"Liam" panggil gadis tomboy itu pada pria yang duduk di samping brangkarnya itu.


"Ya sayang" sahut William.


"Bisa kau naik kesini? Ikut berbaring di samping ku" ucap Misha.


"Kalau Aku ikut tidur di atas brangkar mu, kau malah tidak bisa leluasa sayang" sahut William.


"Aku ingin kamu peluk Liam, Aku ingin merasakan tidur dalam dekapanmu" ucap Misha manja.


William tersenyum mendengar permintaan dari gadis tomboy nya itu.


"Baiklah"


"Apa nyaman seperti ini sayang?" tanya William sembari mengusap punggung Misha.


"Ya, ini sangat nyaman" sahut gadis tomboy itu menggesekkan wajahnya di dada pria yang sangat dicintainya itu.


"Aku ingin mengatakan sesuatu pada mu Liam" ucap Misha.


"Apa itu?" tanya William yang masih setia mendekap singa betinanya itu mengusap rambut juga punggung dari Misha.


"Terima kasih atas segala cinta dan perhatian yang kamu kasih untukku selama ini. Terima kasih atas waktu yang kau berikan padaku sedari dulu sampai kita terpisah bahkan kita dipertemukan lagi rasa sayang yang kau beri untukku tetap sama" ucap Misha sembari mendongak memandang lekat pria yang sangat dicintainya itu.


William tersenyum mendengar ucapan dari gadis yang didekapnya itu.


"Jikalau nanti aku pergi, satu hal yang aku pinta padamu. Jangan pernah menyesali apapun yang sudah terjadi. Kamu harus bahagia meskipun aku telah tiada" ucap Misha.


William yang tadinya tersenyum mendengar ucapan barusan dari gadis yang dicintainya itu merubah ekspresi wajah dari dokter tersebut.


"Kamu ngomong apa sih? Aku nggak suka ya mendengar perkataanmu barusan. Kamu harus tetap berada di sampingku, menjadi istriku menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Aku hanya inginkan kamu yang mendampingiku sampai akhir hayat" sahut William.


Misha tersenyum mendengar ucapan dari pria yang dicintainya itu.


"Apa aku pernah menyatakan perasaanku padamu Liam?" tanya Misha.


William menggelengkan kepalanya "Selama ini hanya Aku yang menyatakan cinta padamu sayang. Bahkan hanya Aku yang memanggil dirimu sayang" ucapnya.


Gadis tomboy itu tersenyum mendengar perkataan dari pria di sampingnya itu.


"Bahkan, lamaran ku kemaren belum di jawab karena kedatangan si tua bangka itu" tambah William.


Misha terkekeh melihat William memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Baiklah, hari ini aku akan mengatakan padamu. Tolong dengarkan baik-baik ya karena aku tidak akan mengulangi untuk kedua kalinya hehehe" sahut Misha.


William diam memandang Misha.


"Liam Neeson, Aku Zahrany Misha Fauza mencintaimu. Kamu adalah cinta pertama dan terakhir ku" ucap Misha kemudian


Cup


Misha mengecup sekilas bibir William.


Sedangkan pria itu membulatkan matanya.


Gadis tomboy itu terkekeh melihat wajah pria yang barusan di kecupnya itu memerah.


"Kamu harus bahagia, karena Aku pun akan ikut bahagia. Meskipun bukan Aku yang menjadi sumbernya nanti" tambah Misha.


William mengerutkan dahinya. "Kamu bicara apa sayang? Aku gak suka dengarnya" ucapnya.


Misha tak menjawab lagi, gadis tomboy itu memeluk erat William dan berulang kali menyebutkan "Aku mencintaimu Liam".


William kembali diam mendengarkan ucapan dari Misha.


"In another life, I'll still love you"


Ucap Misha sebelum tangannya yang memeluk pinggang William erat melemah dan


Tut...............


Deteksi jantung di monitor berbunyi.


...****************...


...Ruangan Farzana...


"Key"


Farzana hanya diam saja, dirinya tersenyum kemudian memandang pria di depannya itu.


"Aku panggilkan dokter ya" ucap Arzan.


Farzana menggeleng lemah.


"Tuan Arzan, jujur sedari awal Aku memasuki tubuh Nyonya Zana. Aku bertemu denganmu, beberapa kali berhadapan denganmu, Aku tidak memiliki perasaan apapun padamu. Cintaku masih tertuju pada pria masa lalu ku, Elvan" jelasnya.


Arzan terdiam.


"Tapi saat dirimu mau menggenggam tangan ku tadi, ada rasa bahagia yang muncul. Mungkin saja itu rasa yang muncul dari Nyonya Zana sendiri" ucap Farzana.


"Satu hal yang perlu Aku sampaikan padamu Tuan. Suatu saat nanti, apabila Anda kembali menikah jangan pernah mengulangi apa yang pernah dilakukan oleh Anda dulu" Farzana menarik pelan nafasnya.


"Jangan begitu enteng membawa perempuan lain kerumah dan jangan berniat untuk menduakan istri Anda lagi" tambahnya.


"Berbahagialah, jangan ada air mata penyesalan lagi di kemudian hari. Maaf kalau Aku kembali hanya untuk pergi lagi"


Tut...............


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Continue...


Untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan untuk mampir ke cerita receh ini ay ucapkan terima kasih banyak atas segala dukungannya 😘

__ADS_1


__ADS_2