Time Travel Farzana

Time Travel Farzana
Adam Affandra


__ADS_3

AFF corp


Saat ini keadaan di perusahaan Aezar sedang dalam keadaan mode tegang.


Ya, hampir 90% sistem perusahaan itu mati karena ulah seseorang yang tak lain Ardi asisten dari Arzan.



...Adam Affandra...


...Adik kandung dari Aezar, tapi bukan tipe orang yang suka dengan urusan berbau kantor....


Adam lebih suka hidup bebas tanpa adanya aturan ataupun mengatur sesuatu.


Pria ini di kenal sangat keras kepala melebihi Aezar sendiri. Semua bawahan sang kakak cukup segan dengan Adam karena pria ini cukup sopan terhadap orang lain.


Pria ini di temui oleh salah satu anak buah Aezar bernama Bagas, dirinya di mintai tolong karena perusahaan sang kakak sudah di ujung tanduk.


Awalnya Adam masa bodoh tapi karena Bagas yang notabenenya sangat tau dan hapal sifat dan karakter adik bosnya itu bisa untuk membujuk dirinya agar mau membantu perusahaan dari Aezar.


"Wah, adik Bos memang benar-benar bisa di andalkan, beberapa sistem sudah mau menyala dan berfungsi lagi" ucap salah seorang anak buah Aezar.


"Ya, tapi sangat di sayangkan. Kenapa tidak Tuan Adam saja yang memegang perusahaan ini, ku rasa akan lebih baik di bandingkan Bos Aezar" sahut temannya yang lain.


"JAGA MULUT KALIAN KALAU MASIH INGIN MELIHAT MATAHARI TERBIT BESOK" Bagas datang dari arah belakang.


Keduanya pun akhirnya terdiam setelah mendengar perkataan dari atasan mereka.


Bagas berjalan melewati kedua bawahannya itu menuju tempat dimana Adam sedang mengotak-atik layar komputer.


"Apa ada yang diperlukan Anda Tuan Adam?" tanya Bagas formal.


"Tidak ada, kau istirahatlah pasti kau dan yang lain lelah dan tidak cukup istirahat karena kejadian ini kan" sahut Adam sembari tangannya menari-nari di atas keyboard.


"Tidak Tuan. Kami tidak lelah sama sekali" jawab Bagas.


"Siapa sebenarnya hacker ini, kuakui dirinya sangat hebat sampai diriku pun tidak mudah untuk mengembalikan keadaan seperti semula" gumam Adam dalam hati.


Pria itu sangat berkonsentrasi pada apa yang di kerjakan nya saat ini jadi apa yang di katakan oleh asisten kakaknya itu tidak di gubris oleh Adam.


*


*


*


*


*


POV MW


William ternyata membawa singa betina manisnya itu kerumah masa kecil mereka.



"Ini, tempat dimana kita sering menginap kan kalau akhir pekan" ucap Misha dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Semua kenangan masa lalu dia dan Liam kembali terkenang.


Seperti roll film yang sedang di putar, Misha mengingat semuanya.


William mendekati gadis tomboy itu dan mendekapnya.


"Ya, tempat dimana kita sering menghabiskan waktu akhir pekan dan liburan. Tempat pertama yang membuat ku jatuh cinta kepada seorang gadis macho" ucap William menggoda Misha.


Gadis tomboy itu merotasi bola matanya "Apa katamu tadi? Aku macho hem iya hem" tanya Misha dan membuat William terkekeh.


"Tomboy ataupun macho sepertinya kata itu cocok disematkan padamu sayang. Mau apapun itu yang pasti Aku sangat mencintaimu" ucap William tulus memandang wajah Misha.


Misha kembali berkaca-kaca mendengar perkataan dari lelaki di depannya ini.

__ADS_1


"Mau masuk kedalam hem?" tanya William dan di angguki oleh Misha.


Mereka pun masuk kedalam rumah tersebut. Rumah atau lebih tepatnya villa dari kakek Liam yaitu Payne Neeson.


Rumah dimana Liam dilahirkan dan di besarkan hingga kejadian yang mengharuskan dirinya dan sang ayah harus pergi meninggalkan semua dan kenangan disana.


*


*


*


*


*


POV Farzana.


Sudah tidak terlalu jauh lagi, gadis itu akan sampai di tempat janjian dirinya dan Elvan bertemu.


Tiba-tiba hal tak terduga terjadi.


BRAKK


Mobil yang di tumpangi Farzana ditabrak dan di apit dari sisi kiri dan kanan.


"Akh, ada apa ini?" kaget Farzana.


Gadis itu memandang kiri dan kanan ada sebuah mobil hitam bahkan dari arah belakang pun ada mobil juga.


Gadis itu mulai panik sedangkan sopir taksi sudah berkeringat dingin.


"Sepertinya mereka penjahat Nona, kita harus bagaimana?" ucap sang sopir dengan tangan yang sudah gemetaran.


Farzana pun bingung harus seperti apa, dirinya mengambil ponselnya mencoba untuk menghubungi Misha.


Tepat saat ingin menggeser layar ponselnya mobil taksi Farzana kembali ditabrak dari arah belakang dan membuat ponsel dari gadis itu terjatuh ke bawah.


Farzana menunduk mencoba untuk meraih ponselnya tapi mobil taksi tiba-tiba berhenti kemudian gadis itu mendongak dan mendapati beberapa pria berpakaian serba hitam mendekat dengan senjata api di tangan mereka masing-masing.


Ceklek (Anggap suara pintu mobil di buka samain sama buka pintu rumah ya🤭)


"Keluar dan jangan melawan Nona!" ucap salah seorang dari mereka yang berpakaian serba hitam itu.


Farzana tak melawan, dirinya pun keluar dari dalam mobil dan ikut pria itu masuk kedalam mobil mereka.


DORR


Sopir taksi tersebut di tembak oleh pria berbaju hitam yang lainnya.


Farzana terkejut mendengar suara tembakan tersebut dirinya menoleh dan hanya bisa terdiam.


Farzana kembali di giring menuju mobil para pria tersebut.


"Masuk!" perintah dari pria yang tadi.


Gadis itu dengan patuh masuk dan duduk dengan tenang di dalam kursi penumpang.


Setelah mereka semua masuk kedalam mobil masing-masing, mobil pun berjalan meninggalkan mobil taksi beserta sopir yang sudah meregang nyawa.


*


*


*


*


*


POV Elvan.

__ADS_1


Pria itu sudah mulai resah karena Farzana tidak kunjung datang, Elvan pun mencoba menghubungi ponsel gadis itu. Tersambung hanya saja tidak di angkat.


"Kenapa gak di angkat ya?" tanya Elvan khawatir.


Pria itu berdiri dan berjalan mondar mandir macam setrikaan.


Elvan kembali mencoba menghubungi Farzana tapi nihil tetap saja tidak di angkat.


Akhirnya Elvan pergi dari sana dan menuju kediaman Farzana.


*


*


*


*


*


POV Julio.


Pria gemulai itu tiba di kediaman Farzana.


NB: Kediaman Farzana yaitu rumah yang di sewa oleh Misha yang berada di kota B. Ay nyebut kediaman Farzana aja ya, okeh lanjut.


Julio dan Hoshi keluar dari dalam mobil.


Pria gemulai itu mengetuk pintu berulang kali.


Tok tok tok


Tok tok tok


"Spada" ucap Julio.


Tak ada sahutan dari dalam. Julio meraih ponselnya.


Pria itu menghubungi Alya, asisten Misha tersebut yang diyakini paling aman untuk di hubungi.


Tetotetot


Tuttttt


Klik


"Ya hallo eprebadeh" sapa Alya mengangkat panggilan tersebut.


"Yeyy dimandosdos nekk?" tanya Julio.


"Eyke dirumah dan berada dikamar, kenape beb? Apa yu kangen sama eyke" ucap Alya yang membuat Julio merotasi matanya malas.


"Buka pintu Zuardi, eyke di luar" ucap Julio tanpa mau meladeni perkataan dari Alya tadi.


"Eh iyakah. Oke bentar ya Aku keluar" sahut Alya kemudian mematikan panggilan dari pria gemulai itu.


"Hahh"


Julio hanya bisa menghela nafasnya dengan kelakuan dari asisten sahabat tomboy nya itu.


Ceklek


"Aaaaaaaaaa..."


...🍂🍂🍂...


Continue...


Untuk kakak-kakak semuayang sudah berkenan untuk mampir ke cerita ini ay ucapkan terima kasih banyak atas segala dukungannya mau itu like komen atau gift mawar sekebon kopi satu jerigen atau vote-nya ay ucapkan


جزاكم الله كل خير لكم آمين.

__ADS_1


See you next episode 🤗


...Salam hangat dari Aya ❤️...


__ADS_2