Time Travel Farzana

Time Travel Farzana
Kikuknya Alden


__ADS_3

Sebelumnya...


"Bangs*t, mereka ingin bermain-main rupanya. Kalau memang maunya seperti itu maka dengan senang hati gua layani Tuan Aezar yang terhormat" Ardi tersenyum sinis mendapati...


...๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ...


POV Misha.


Gadis tomboy itu masih setia menemani Alya di unit Abian.


William datang dari dapur dengan membawakan makanan untuk mereka makan.


"Makanlah sayang" ucap William dengan menyodorkan sepiring pasta.


"Makasih" sahut Misha sembari menerima piring itu.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi" ucap Misha sembari memakan pasta yang di akui oleh Misha sangat enak.


"Benarkah?" tanya William sembari tersenyum.


"Ya, tadi kau pergi memasak pasta" sahut Misha dengan wajah datar.


"Hehe. Aku juga baru mengetahuinya sayang, pertama kalinya melihatmu di saat kamu berjalan di bibir pantai Asmara" cerita William sembari memasukkan helaian pasta kedalam mulutnya.


Misha mengerutkan keningnya "terus!" ucapnya.


William tersenyum "Entah mengapa sekian banyak perempuan yang ada di sana dirimu lah yang menarik perhatian ku" ucapnya.


"Yang kedua Aku melihatmu lagi di jalan, saat itu kau sedang mengobrol dengan dua orang lelaki, satu gendut dan satunya kurus" tambahnya.


Misha menganggukkan kepalanya mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.


"Setelah itu Aku mencoba mencari tahu siapa dirimu, sempat nihil mengetahui identitas dirimu sayang, tapi karena kekasihmu ini orang yang hebat akhirnya Aku mendapatkan hal yang mengejutkan" William memandang lekat ke arah Misha.


"Kau sangat pede. Hebat, siapa kekasihmu?" Misha mengangkat sebelah alisnya.


William pun tersenyum lembut "Kita tidak pernah putus sayang" ucapnya.


"Kapan kita jadian hem?" tanya Misha.


"Kita di jodohkan oleh kedua nenek kita" sahut William.


"Kapan Aku menerima perjodohan itu hem?" tanya Misha lagi.


"HEI BERISIK"


Baik William dan Misha sama-sama menoleh ke arah suara.


"Kalau kalian ingin berdebat di luar sana" ucap perempuan yang sedang berbaring itu.


Ya, dia Alya. Gadis itu terganggu karena mendengar perdebatan antara Misha dan William.


Gadis tomboy itu beranjak berdiri dan mendekati ranjang yang ditempati Alya.


"Lu sudah siuman? Apa ada yang sakit? Apa Lu mau makan atau minum sesuatu?"


Untuk pertama kalinya Alya melihat bosnya itu se cerewet itu dan itu semua karena mengkhawatirkan dirinya.

__ADS_1


Air mata Alya menetes dan hal itu malah semakin membuat Misha khawatir.


"Hei kau kenapa menangis, apa yang sakit hem?" tanyanya.


Alya duduk dan memeluk bosnya itu.


Misha membalas pelukan dari asistennya itu.


"Aku sudah baikan Bos, Aku hanya terharu karena dirimu sangat mengkhawatirkan diriku" ucap Alya yang masih memeluk Misha.


Gadis tomboy itu pun tersenyum dan mengusap punggung asistennya itu.


POV Ardi.


Pria tampan itu saat ini sangat sibuk dengan urusan kantor karena sang bos pergi dan memilih ikut kekasihnya untuk menemui istrinya.


"Hidup lu ribet Bos. Bilang gak cinta sama bini sendiri udah dia pergi baru nyaho. Bini cantik baik disia-siakan malah milih uler keket. Punya Bos emang gak ada pikiran ya gini nih" Ardi ngedumel macam mak-mak di akhir bulan (duit belanja nipis cuy hehe)


Ting


Sebuah notifikasi muncul di layar tab nya.


Ardi menoleh dan membukanya.


"Bangs*t, mereka ingin bermain-main rupanya. Kalau memang maunya seperti itu maka dengan senang hati gua layani Tuan Aezar yang terhormat" Ardi tersenyum sinis mendapati fakta kekasih dari Davina itu sudah mulai bergerak ingin menghancurkan Arzan.


Ya, semua tindak tanduk Davina, asisten Arzan itu mengetahuinya. Dirinya memilih diam karena hanya akan sia-sia memberitahukan kepada orang yang sudah dibutakan cinta.


Ardi memilih seakan tidak tahu menahu tetapi dibalik itu semua sang asisten lah yang menjadi benteng untuk Arzan.


Ardi mengotak-atik layar tab yang ada di tangannya itu kemudian tersenyum misterius.


POV AlZan.


Baik Farzana ataupun Alden mereka memakan hidangan yang ada di depan mereka. Setelah cukup lama hening, akhirnya Alden bisa untuk mencairkan suasana.


"Jadi, di antara semuanya mana yang kamu sukai?" tanya Alden.


"Emm, udang asem manis yang sangat Aku sukai bang" sahut Farzana.


Ya, sebelum mereka memulai untuk makan Alden mengajak Farzana berdiskusi untuk panggilan mereka masing-masing. Farzana memutuskan memanggil Alden dengan sebutan Abang karena pria itu tidak mau di panggil dengan sebutan Bapak.


Begitupun sebaliknya, Alden juga merubah panggilannya untuk Farzana dari nona menjadi Zana.


"Yang lainnya gak?" tanya Alden.


"Yang lain enak, tapi Aku sangat menyukai masakan ini jadilah tetap itu yang paling Aku nikmati bang" sahut Farzana dengan tetap menyuap sisa udang yang ada di piring.


Alden tersenyum bahagia. Entah mengapa dirinya begitu menikmati waktu kebersamaan mereka.


"Sudah mulai sore, bisakah Abang mengantarkan Aku pulang?" Farzana memandang lelaki di sampingnya itu.


Alden tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tidak di pinta pun lelaki itu memang sudah berinisiatif untuk mengantarkan perempuan cantik itu.


"Mari, Abang akan mengantar neng sampai KUA" ucap Alden kemudian melenggang pergi lebih dulu.


Farzana membulatkan matanya.

__ADS_1


"Hah, bang...." panggil Farzana tetapi Alden tidak berhenti malah semakin cepat berjalan bahkan seperti berlari kecil.


Sedangkan Alden sendiri, wajahnya sudah memerah karena malu. Ya pria tampan itu tidak sadar dengan apa yang di ucapkan. Setelah kesadarannya pulih, pria itu malah malu sendiri.


Sampai di depan mobilnya, Alden masuk tanpa permisi dan menutup pintu mobilnya dengan sedikit hentakan.


Brakk


"Eh busyet Bos" kaget Aidan yang sedang memejamkan matanya.


"Lu kenapa Bos? kesambet ape Lu senyum-senyum sendiri mana muka jadi merah banget lagi" sambung Aidan.


Sedangkan Alden tak dapat berbicara, dirinya masih menormalkan detak jantungnya.


Ceklek


Pintu mobil terbuka dan menampakkan Farzana. Gadis itu masuk dan duduk di samping Alden.


"Abang kenapa ninggalin Aku?" tanya Farzana.


Alden mengalihkan pandangannya dari luar ke arah Farzana.


"Maaf Na, A-aku..." Alden gugup sendiri.


Aidan yang melihat bosnya yang begitu dingin sama perempuan begitu ganas di dunia bisnis bisa kikuk hanya karena seorang wanita cantik di sampingnya itu.


"Aku apa? Aku ngambek ah" ucap Farzana membuang mukanya ke arah luar mobil.


Alden kelabakan sendiri "Eh jangan. Aku tadi ngomong sembarangan jadi Aku malu sendiri jadilah langsung pergi" jelasnya.


Farzana menoleh "Yang mana? Yang ngajak ke KUA?" tanyanya.


Aidan membelalakkan matanya.


"What... Bos Alden ngajak ke KUA? Astaga dia bini orang Bos" gumam Aidan tak habis pikir dengan kelakuan bosnya itu.


Alden menganggukkan kepalanya dan tersenyum kikuk.


"Santai aja kali bang ya ampun cuman gitu doang" sahut Farzana kemudian dirinya sudah tidak lagi membuang mukanya ke arah luar mobil.


Sedangkan Aidan hanya bisa diam tak tau harus berkomentar apa dengan kelakuan bosnya itu.


"Dan, kita antar Zana pulang dulu" suruh Alden dan di angguki oleh Aidan.


POV Aezar.


"KURANG AJAR, SIAPA YANG BERANI MEMBOBOL SISTEM KEAMANAN KITA?" teriak kekasih real Davina itu.


Semua bawahannya menunduk tidak ada yang berani memandang sang atasan apalagi bersuara.


continue...


...๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚...


Nah loh ๐Ÿ‘€ ada yang bisa nebak siapa yang bikin kezel Tuan Aezar๐Ÿคญ


Untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan untuk mampir ke cerita receh ini ay ucapkan terima kasih banyak atas segala dukungannya mau itu like komen gift mawar sekebon juga kopi satu tong nya atau vote nya ay ucapkan ุณูŠูˆูƒุฑูˆู† ุฌุฒุงูƒ ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑุงู†.

__ADS_1


...Salam hangat dari Aya โค๏ธ...


__ADS_2