
Quote of the day
"Jangan mencintai seseorang terlalu berlebihan
Jangan juga membenci seseorang terlalu berlebihan
Karena yang berlebihan tidak akan pernah menghasilkan kebaikan apabila tidak disalurkan dalam jalan kebenaran
Semua mempunyai porsinya masing-masing di setiap episode kehidupan
Jalani apa yang sudah ditetapkan, fahami mengalah bukan berarti kekalahan, cermati dibalik kata mengalah ada sebuah kemenangan
Tetap semangat menjalani kehidupan, perihal kematian dan pasangan, maupun yang lainnya, tak perlu lagi dikhawatirkan
Fokus pada satu tujuan yang akan menghasilkan kebahagiaan serta kesenangan dimasa depan".
🍁🍁🍁
POV Farzana.
Saat ini ketiga gadis itu sedang menikmati makan malam bersama.
"Boleh Aku tau kejadian sebenarnya seperti apa Al?" tanya Farzana yang tidak sabar menunggu mereka selesai makan malam.
"Yang pasti sesaat setelah Abian menonjok Panjul Aku dibawa paksa oleh pria itu. Sepanjang jalan Aku memberontak Nona" cerita Alya berhenti saat suapan nasi Padang itu masuk kedalam mulutnya.
"Terus terus" Farzana melepaskan sendok di tangannya itu dan memusatkan perhatiannya ke arah asisten Misha tersebut.
Sedangkan Misha, hanya bisa merotasi matanya melihat Farzana begitu antusias ingin mendengar cerita Alya.
Sembari mengunyah kemudian menelan makanannya Alya kembali bercerita.
"Ya, sampai di parkiran saat Aku ingin di masukkan ke dalam mobilnya, Aku menendang senjatanya, tapi sayang gak kena hehe" kemudian Alya kembali memasukkan sendok yang berisi nasi di tambah ada potongan daging rendang itu.
"Ihh sayang banget ya" ucap Farzana.
Alya menganggukkan kepalanya "Heum Nona, andai kena bakal teriak-teriak manja dia bhahahaha" sahutnya.
"Sekong nekk" ucap Farzana meniru gaya Julio.
Kemudian keduanya kembali tertawa.
Misha hanya diam, tetapi didalam hatinya, dirinya bersyukur tidak terjadi apa-apa terhadap asistennya itu.
"Abis itu gimana?" tanya Farzana.
"Setelah itu malah Aku yang kena pukul Nona, abis itu Aku pingsan. Gak tau apa yang terjadi pas Aku bangun menemukan Bos sama si dokter lagi bersenandung hehe" jelas Alya kemudian terkekeh melihat ke arah gadis tomboy itu.
Farzana pun akhirnya memindahkan perhatiannya ke arah Misha.
"Oh ya Mis, tentang dokter..."
"Gue selesai. Sudah larut saatnya tidur" ucap Misha memotong perkataan dari Farzana.
Misha berdiri kemudian melenggang pergi menuju kamarnya.
"Eh Mis, Aku kan pengen tau" ucap Farzana memanyunkan bibirnya.
"Oh ya Nona, yang Aku tau dokter William ini kekasih masa kecil dari si Bos. Berarti Nona Zana tau dong" ucap Alya.
Sedangkan Farzana hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Harusnya sih. Tapi sayangnya Aku melupakan semua ingatanku di masa lalu" sahut Farzana.
"Yah, padahal Aku penasaran Nona" ucap Alya menghela nafasnya.
__ADS_1
"Yang sabar ya" ucap Farzana sembari mengelus pundak Alya.
"Hah" asisten Misha itu kebingungan sendiri. Yang hilang ingatan siapa dan yang menyuruh sabar siapa.
Setelah itu keduanya pun tertawa.
*
*
*
*
*
POV Alden.
Tok tok tok
"Masuk" suruh Alden.
Ceklek
"Permisi Aden, bibi bawakan minuman sama cemilan" ucap art Alden.
"Taruh aja di sini bi" suruh Alden menunjuk meja yang ada di depannya ini.
Setelah semua sudah tertata di atas meja art Alden pun pamit undur diri.
Alden kemudian bertanya kembali pada Aidan.
"Lanjutkan cerita Lu tadi" suruh Alden.
"Ok, sampai mana tadi?" tanya Aidan sembari menyuap nastar di depannya ini.
"Eh busyet dah. Lu punya dendam juga ma mereka Bos bhahahaha" sahut Aidan yang terkejut mendengar nama panggilan untuk kedua orang itu.
"Aezar itu memang suka ngambil bukan hak dia secara paksa. Apa namanya kalau bukan bangs*t. Arzan, punya istri malah memilih bersama dengan wanita lain. Kalau gak suka kenapa gak dilepaskan malah tetap di pertahankan dan membuat dia tersakiti. Apa namanya kalau bukan brengsek" sahut Alden sembari meremas kaleng sodanya.
Sedangkan Aidan terdiam. "Apa Bos benar-benar menyukai tidak tapi mencintai istri Arzan? Oh God Bos gua dah oleng betul".
"Kenapa Lu?" tanya Alden yang melihat asistennya itu terdiam.
"Eh kagak Bos" sahut Aidan.
"Lanjutin" suruh Alden untuk yang kesekian kalinya.
"Gini, Tuan Aarav ini mempunyai seseorang yang sangat handal mau di bagian IT ataupun menjadi detektif. Dia terlihat biasa saja tapi siapa sangka kehebatan yang dia punya tidak terdeteksi oleh siapapun kecuali gua Bos bhahaha" jelas Aidan.
Alden mengangkat sebelah alisnya "Siapa?" tanyanya penasaran.
"Ardi Shaka, apa Bos mengingat sesuatu dengan nama itu?" tanya Aidan.
Alden terdiam mengingat sesuatu tentang nama dari asisten Arzan itu.
"Shaka, Shaka Bangura" ucap Alden kemudian membulatkan matanya.
"Apa Ardi anak dari Shaka Bangura?" tanya Alden.
Aidan tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Ya, dia putra kedua Tuan Bangura" sahutnya.
"Tuan Bangura yang berada di belakang Adelard corp. Tidak hanya satu bahkan banyak perusahaan yang ingin mengambil bahkan menginginkan kehancuran Adelard corp. Tapi sangat di sayangkan tidak ada satupun yang berhasil" tambah Aidan.
"Apa sekarang Ardi yang mengurus Adelard corp?" tanya Alden.
__ADS_1
"Ardi menjadi asisten dari Arzan sekaligus menjadi tameng lelaki itu. Tuan Bangura ikut Tuan Aarav ke Swiss. Meskipun terlihat hanya Ardi yang menghandle semua tapi ayah Arzan dan juga ayah Ardi tidak melepas sepenuhnya anak-anak mereka" sahut Aidan.
"Wow, tidak ada yang tau kebenaran ini semua tapi mengapa asisten tampan ku ini bisa mengetahui sedetail ini hem?" tanya Alden.
Sebenarnya Alden tidak heran akan hal yang bersifat sangat rahasia pun Aidan bisa dengan mudah mengetahuinya.
Tapi terkadang Alden juga penasaran dengan sosok sebenarnya siapa Aidan Alvaro ini.
"Masing-masing orang punya kelebihannya Bos, termasuk diriku yang tampan ini haha" sahut Aidan santai.
"Terserah saja, tapi yang pasti cerita mu valid. Oh ya kabar lain apa?" tanya Alden.
Seketika raut wajah Aidan berubah.
"Lu kenapa?" tanya Alden lagi.
"Sahabat model Lu itu memang benar-benar seorang bajingan" ucap Aidan dengan menekan kata terakhirnya.
"Kenapa?" Alden bingung sendiri.
"Hari ini dia menculik perempuan yang tempo hari dia inginkan datanya. Bahkan hampir saja memperkos*nya. Kalau saat ini dia tidak cedera parah maka gua sendiri yang akan membuat dia berada di tempat tidur untuk waktu yang lama" jelas Aidan kemudian tersenyum sinis.
"Hah, kok bisa? Apa yang terjadi?" tanya Alden.
Aidan pun menceritakan tentang apa yang di alami oleh Abian.
"Astaga, jadi Abi segitunya?" tanya Alden setelah mendengar cerita dari Aidan.
"Ya dan yang melakukan adalah doi Liam" ucap santai Aidan.
"Hah?" untuk kesekian kalinya Alden terkejut.
"Doi Liam. Siapa?" tanya penasaran Alden.
"Sudah larut gua mo bobo Bos. Terimakasih suguhannya gua pamit good night" ucap Aidan beranjak pergi.
"Eh Dan gua belom selesai nanya main out aja Lu" kesal Alden.
Akhirnya Alden hanya bisa menghela nafasnya atas kelakuan dari asistennya itu.
Sedangkan Aidan "Itu akan menjadi jatah Liam Bos. Kalau dia mau bercerita sendiri maka itu artinya Lu memang boleh mengetahuinya" gumamnya sembari berjalan keluar dari rumah Alden.
*
*
*
*
*
"Tetap awasi dia. Jangan sampai kehilangan jejaknya"
"Siap Bos"
...🍂🍂🍂...
Continue...
Untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan untuk mampir ke cerita receh ini ay ucapkan terima kasih banyak atas segala dukungannya.
Untuk like komen gift mawar sekebon atau kopi satu jerigennya atawa votenya ay ucapkan
جزاكم الله خيرًا على خير ، آمين
__ADS_1
...Salam hangat dari Aya ❤️...