
Ceklek
Sebuah teriakan terdengar begitu nyaring saat pintu rumah kediaman Farzana terbuka.
"Aaaaaaaaa, kangennn" teriak Alya.
Julio hanya bisa merotasi bola matanya melihat kelakuan dari asisten Misha tersebut.
"Yeyy lebay deh Zuardi" ucap pria gemulai itu.
"Ihh Aku itu kangen banget loh sama kamu. Bukannya lebay tapi..." Alya yang menggantung perkataannya.
Pria gemulai itu menganggap sebelah alisnya "Tapi apose?" tanyanya.
"Kepo deh yuk masuk. Eh bentar ini karyawan Tuan Elvan kan?" tanya Alya.
Pria Jepang itu menganggukkan kepalanya "ya saya Hoshi Nona Alya" ucapnya memperkenalkan diri.
Alya tersenyum menganggukkan kepalanya kemudian mengajak Hoshi masuk ke dalam rumah juga.
Setelah berada di dalam Alya mempersilahkan Hoshi untuk duduk di ruang tamu sedangkan Julio pamit masuk ke kamarnya.
"Sebentar ya Tuan Hoshi saya bikinkan minum dulu untuk Anda" ucap Alya.
Hoshi mengganggukan kepalanya.
Alya beranjak pergi menuju arah dapur membuatkan minuman untuk pria Jepang itu.
Sedangkan Julio yang berada di dalam kamarnya semakin merasakan perasaan yang resah tapi dirinya tidak mengetahui alasan dari perasaan yang tak karuan itu.
"Ada apose ya nekk kok eyke mekong gak karuan rasa?" gumam Julio.
Pria gemulai itu memutuskan pergi mandi untuk membersihkan dirinya.
*
*
*
*
*
POV Farzana.
Gadis itu hanya diam di sepanjang perjalanan, entah kemana dirinya di bawa oleh segerombolan orang-orang itu.
Farzana di bawa cukup jauh dari tempat dimana dirinya tadi di culik.
Dan saat ini mobil berjalan memasuki hutan. gadis itu hanya diam tak mengeluarkan sepatah kata pun. Tibalah mobil berhenti di depan sebuah rumah kayu.
Farzana digiring turun dari mobil dan masuk kedalam rumah tersebut.
Tak ada perlawanan dari gadis itu, jadi semua pria itu pun tidak ada yang bertindak kasar padanya.
"Masuk!" ucap seseorang yang tadi menyuruh gadis itu untuk masuk.
Farzana pun masuk ke dalam. Gadis itupun disuruh duduk.
"Dia tidak di ikat Bos?" tanya anak buah dari lelaki yang menyuruh Farzana duduk tadi.
"Gak usah, gua yakin dia gak bakal kabur juga" ucap leader mereka semua.
Farzana hanya diam. Tapi dalam hatinya, dirinya memikirkan cara untuk kabur dari sana.
"Terserah kau saja" ucap temannya yang lain.
Tak berapa lama...
*
*
*
*
*
POV Elvan.
Pria satu ini sudah sampai di depan kediaman Farzana.
Tok tok tok
Elvan mengetuk pintu rumah Farzana.
Ceklek
Asisten Misha lah yang membukakan pintu.
__ADS_1
"Tuan Elvan" sapa Alya
"Hai Nona Alya, Zana ada di rumah?" tanya Elvan.
Gadis itu mengernyitkan dahinya.
"Zana gak ada dirumah Tuan. Sedari pagi Nona Zana sudah pergi, kan dia janjian dengan Tuan kan hari ini?" ucap Alya.
Elvan menganggukkan kepalanya "Ya, tapi waktu sudah lama lewat dari jam kami janjian. Zana di telpon tidak mengangkat panggilanku" jelasnya.
Alya kembali mengernyitkan dahinya.
"Ah Aku khawatir dengannya" ucap Elvan.
Dan asisten Misha pun ikut-ikutan merasakan hal yang tidak enak.
"Masuklah, saya akan mencoba mencari tahu keberadaan Nona Zana" ucap Alya.
Elvan menganggukkan kepalanya, kemudian masuk.
Sampai di ruang tamu Elvan melihat pegawainya ada di sana.
"Hos" panggil Elvan.
Pria Jepang itu menoleh dan mendapati bosnya ada disana.
"Pak Elvan" sapa balik Hoshi.
Alya yang datang dari belakang menimpali "Silakan duduk pak Elvan" ucapnya.
"Mari Pak" ucap Hoshi.
Elvan menganggukkan kepalanya kemudian duduk di samping Hoshi.
"Pak Elvan dan Pak Hoshi saya izin kedalam sebentar untuk mengecek yang tadi, apakah tidak apa-apa jikalau saya tinggal?" ucap Alya.
"Silakan saja Nona Alya" sahut Elvan.
Kemudian Alya undur diri pergi menuju kamarnya.
*
*
*
*
*
Pria satu ini baru tiba di kota B. Selama beberapa hari dirinya pergi keluar kota karena harus mengurus salah satu cabang perusahaan yang ada di kota lain.
"Hahhh"
Alden menghela nafasnya sembari bersandar di sofa.
"Bos" sapa Aidan.
"Hemm" Alden hanya bergumam.
"Abian ternyata sudah tidak ada di rumah sakit" lapor Aidan.
Alden mengernyitkan dahinya "Kemana dia?" tanyanya.
"Kemaren nenek Abian datang dan membawa pria itu pergi" jawab santai Aidan.
"Nenek Rose datang?" tanya Alden dan di angguki oleh asistennya itu.
"Berarti, Abian di bawa ke Australia?" tanya lagi Alden.
"Ya, setelah beliau tahu keadaan Abian, nenek Rose sempat jatuh pingsan" sahut Aidan.
"Ya sudahlah, gua mau istirahat" ucap Alden.
Aidan hanya menganggukkan kepalanya.
Pria satu ini mengambil tab-nya dan membuat jarinya menari-nari di atas layar.
Dan ada hal yang membuat asisten dari Alden itu membulatkan matanya.
*****
POV Ardi.
Asisten Arzan itu saat ini sedang di perjalanan menuju satu titik.
Ya, dirinya mendapatkan kabar bahwa menantu keluarga Adelard telah diculik.
Saat ini dirinya menuju titik dimana Farzana berada.
*
*
__ADS_1
*
*
*
POV Farzana.
Gadis itu di tinggalkan sendirian di dalam kamar.
Farzana kesana kemari mencari jalan keluar, tapi nihil semua jalan keluar tertutup rapat.
"Aku harus gimana?" Farzana bingung sendiri.
Ceklek
Farzana menoleh ke arah pintu.
Gadis itu membulatkan matanya.
"Elena" ucapnya.
Kekasih Elvan itu mengernyitkan keningnya.
"Kau mengenalku rupanya" ucap Elena.
Kekasih Elvan itu berjalan mendekati Farzana.
"Jadi kau yang bernama Farzana ya" ucap Elena memutari tubuh dari perempuan di depannya itu.
"Mengapa kamu menyuruh orang untuk membawa ku kesini?" tanya Farzana.
"Heh, kau pasti tau mengapa kamu dibawa kesini kan. Kalau kamu saja tahu siapa Aku" sahut Elena.
"Apa karena Elvan?" tanya Farzana.
Ekspresi wajah Elena berubah setelah Farzana mengucapakan nama Elvan.
Blap
Tangan Elena mencekik leher Farzana.
"Kau memang cukup pintar Farzana. Kenapa kau mendekati kekasihku hah?" tanya Elena.
"A-apa maksud mu?" Farzana mencoba untuk melepaskan cekikan dari Elena.
"Kau berpura-pura bodoh hah. Apa tidak ada lagi lelaki lain sampai kamu ingin merebut kekasih orang lain hah?" ucap Elena dengan nafas turun naik.
Farzana tidak dapat menjawab lagi karena cekikan Elena semakin kuat di lehernya.
Kemudian brakk, tubuh Farzana dilempar ke arah samping oleh Elena.
"Akhh" kening Farzana mengeluarkan sedikit darah karena kerasnya hantaman keningnya tepat mengenai nakas yang sisinya lumayan agak runcing.
Elena berjalan mendekat ke arah Farzana, dirinya menunduk kemudian Plakk sebuah tamparan mendarat di wajah mulus gadis itu.
"Ku akui wajah mu memang cantik dan ini menjadikan modal untuk kamu menggoda milik orang lain hah" ucap Elena dengan mengapit dagu Farzana dengan tangannya.
"Aku..." baru saja Farzana membuka mulutnya kembali sebuah tamparan mendarat di wajahnya yang sebelah.
"Baron" panggil Elena.
Seseorang masuk kedalam kamar itu.
"Ya Bos" sahut lelaki bernama Baron itu.
"Ikat dia, mari kita bermain hahaha" ucap Elena.
Farzana membulatkan matanya.
"K-kamu mau apa?" tanya gadis itu gagap.
Sedang Elena hanya tersenyum sinis.
Farzana di geret ke arah kasur dan di ikat di ranjang besi itu.
Gadis itu memberontak tapi apa daya kekuatannya kalah di banding lelaki di depannya ini.
Setelah kedua kaki dan tangan Farzana selesai, Elena mendekat dengan sebuah pisau kecil di tangannya.
Kemudian..
...🍂🍂🍂...
Continue...
Untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan untuk mampir ke cerita receh ini ay ucapkan terima kasih banyak atas segala dukungannya.
جزاكم الله كل خير لكم آمين.
See you the next episode 🤗
...Salam hangat dari Aya ❤️...
__ADS_1