
Quote of the day
Kita hanyalah rangkaian-rangkaian kisah yang dipaksa sudah. Indah, namun hanya sebatas pernah.
"Seikhlas awan mencintai hujan"
...🍃🍃🍃...
Di suatu tempat, sejauh mata memandang hanya ada hamparan bunga bertebaran.
"Indahnya" ucap seseorang sembari berjalan dengan riang gembira.
Seseorang itu berlarian kesana kemari dengan riang tanpa beban.
Tak jauh dari seseorang itu ada orang lain yang berjalan mendekati.
"Ekhem" seseorang berdehem.
Seorang yang berlarian tadi berhenti dan menoleh ke arah asal suara.
"Kamu?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ar" panggil Arzan pada sang asisten.
Ardi yang sedang merengkuh tubuh Alya menoleh ke arah suara.
"Bos" sapa balik Ardi.
Arzan berjalan mendekati semua orang yang ada disana.
"A-apa yang terjadi?" tanya suami Farzana itu sembari memandang ke semua orang.
"Nyonya Zana kena tusukan dan sekarang sedang di ditangani oleh dokter Bos" jawab Ardi dengan masih tak melepaskan dekapannya pada asisten Misha itu.
Deg deg deg
Arzan luruh ke lantai "Gak" pria itu menggelengkan kepalanya "Bagaimana bisa kejadian seperti itu?" tanyanya.
"Itu.."
Ceklek
Semua orang menoleh saat pintu ruangan Farzana terbuka.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Arzan langsung bangun dan mendekati dokter tersebut.
"Apakah kalian ada yang mempunyai golongan darah AB negatif?" tanya dokter itu.
"Kami kehabisan stok darah itu" sambung dokter.
Arzan mengerutkan dahinya "Kenapa AB negatif dok? Golongan darah istri saya adalah O dokter" ucap Arzan.
Deg deg deg
Elvan tersadar dari lamunannya kemudian beranjak mendekati dokter tersebut.
"Tapi hasil menyatakan golongan darah pasien adalah AB negatif Mas" sahut dokter.
"Dokter, ambil darah saya saja karena darah saya AB nengatif" ucap Elvan.
Arzan mengernyitkan keningnya memandang pria di samping dokter itu.
"Tidak bisa! Apa hak kamu mau memberikan darah mu pada istri saya?" Arzan tidak rela darah pria yang beberapa waktu lalu di akui Farzana adalah kekasihnya itu.
Ardi mendekat dengan tetap mendekap Alya "Bos, saat ini yang penting menyelematkan Nyonya Zana, tidak penting darah itu dari siapa kan" asistennya itu memberikan pengertian.
"Tapi..." Arzan tidak jadi melanjutkan perkataannya karena Ardi menggelengkan kepalanya.
Mau tidak mau akhirnya Arzan pun mengizinkan.
__ADS_1
Elvan di bawa suster untuk diperiksa golongan darahnya.
semua kembali duduk di bangku sedangkan Arzan tetap berdiri dengan rasa yang sulit di jabarkan.
...****************...
...Ruang operasi Misha....
William Akhirnya bisa bernafas lega saat dirinya berhasil mengoperasi singa betinanya itu.
Lampu operasi pun sudah di padamkan oleh suster.
Julio tersenyum saat melihat William keluar dari dalam ruangan.
"Dokter, gimandosdos keadaan Miss judes?" tanya Julio.
William pun tersenyum dan menjawab" Syukur operasi berjalan lancar dan sekarang kita hanya menunggu Misha sadar".
Julio dan Hoshi menghela nafas mereka.
"Aku kembali masuk ya" William pamit dan di angguki oleh kedua pria itu.
...****************...
"SAYANG..." teriak seseorang saat memasuki apartment.
"Ya, ini bukan di hutan baby, mengapa berteriak" sahut seseorang.
"Aku bahagia honey" ucap Davina.
"Bahagia? Ada apa?" tanya Aezar.
Ya, Davina dan Aezar saat ini berada di apartment mereka.
"Kau tau honey, Farzana istri Arzan itu di tusuk oleh seseorang" ucap Davina.
"Benarkah? Dari mana kamu dapat berita itu baby?" tanya Aezar.
"Anak buah mu baru saja melaporkan, Aku bilang kamu sedang mandi jadi titipkan kabar padaku saja ucap ku" jelas Davina.
Aezar mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya.
Tut...
"Ya Bos"
"Siapa yang memberikan kabar bahwa istri Arzan di tusuk?"
"Itu Anton Bos"
"Dimana Arzan sekarang?"
"Arzan saat ini berada di rumah sakit dan juga beberapa orang lain sepertinya itu orangnya juga Bos"
"Kalau begitu hancurkan sekarang juga Adelard corp!"
"Laksanakan Bos"
Bip
"Honey, kamu mau menjalankan sekarang?" tanya Davina.
Aezar menganggukkan kepalanya sembari tertawa "Kita akan melihat kehancuran perusahaan Tuan Aarav itu baby".
Davina pun ikut tersenyum melihat kekasihnya itu bahagia.
...****************...
Elvan keluar dari ruangan setelah mendonorkan darahnya.
Pria itu kembali duduk di kursi depan ruangan Farzana.
__ADS_1
Arzan memandang sinis ke arah pria itu. Rasa kesalnya masih besar terhadap Elvan.
Alden terpaksa pulang karena klien pentingnya ingin bertemu.
Sedangkan Julio dan Hoshi berada di depan ruangan Misha.
...----------------...
POV Kehidupan Lain.
"Nona misha" sapa seorang gadis.
"Kamu siapa? Aku berada dimana sekarang?" tanya Misha.
"Aku Keisha, Nona" sahut seseorang yang tak lain jiwa Keisha sembari tersenyum lembut.
"Kau Keisha? Apa kau yang menempati tubuh Zana?" tanya Misha dan di angguki oleh gadis itu.
"Saat ini kita berada di alam lain Nona. Alam dimana jiwa mampir sebentar sebelum pergi untuk selamanya" sahut Keisha.
"Kau manis Key" ucap Misha.
"Ya Aku memang manis Nona" sahutnya.
Misha hanya bisa tersenyum.
Gadis tomboy itu menoleh "Apa yang terjadi padamu Key?" tanyanya.
"Aku di culik oleh sahabat lamaku" sahut Keisha sembari terkekeh.
"Jujur Aku senang bisa mengetahui alasan pasti dari dirinya waktu itu memberikan racun itu padaku" tambahnya.
"Elena?" tanya Misha sembari mengangkat sebelah alisnya.
Keisha menganggukkan kepalanya "Ya, dia Elena yang menculikku dan kali ini kembali dia yang ingin menghabisi nyawaku lagi" sahutnya.
Keisha melanjutkan ceritanya "Dia menusuk perutku Nona. Alasannya karena Elvan, sifatnya berubah padanya dan mulai membentak dirinya dan itu karena diriku katanya sih hihi".
Misha hanya diam mendengarkan cerita dari gadis di sampingnya itu.
"Mungkin ini takdirku, hidup sebatang kara, meninggal karena di racun, hidup lagi tetap saja sebatang kara. Nasib menjadi Keisha ataupun Farzana mempunyai pasangan yang tidak mencintai kita dan kembali berakhir di bunuh oleh orang yang sama tapi dengan cara yang berbeda hehe" Keisha bercerita dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya.
"Tapi jujur saja, Aku bahagia bisa menghabiskan waktu bersama orang yang ku cintai meskipun hanya sebentar dan itu karena dirimu Nona Misha" ucap lagi Keisha sembari memandang gadis tomboy itu.
Misha memeluk gadis di sampingnya itu.
"Apa kau ingin kembali? Bertemu dengan Elvan atau memulai kehidupan baru dengan suami Farzana, karena pria itu sudah sadar sekarang" tanya Misha.
Keisha menggelengkan kepalanya "Jujur Aku sudah lelah Nona. Aku ingin pergi jauh dari hal yang membuat beban pikiran ku begitu berat hehe" ucapnya.
"Sedangkan dirimu mengapa bisa sampai disini Nona?" tanya Keisha.
"Gue ditembak sama paman Liam Key" sahut Misha.
"Hah, kok bisa?" tanya Keisha terkejut.
"Ya bisa lah namanya juga takdir" sahut Misha sembari merotasi matanya.
"Terus sekarang Nona kenapa kemari, pulang gih kasian dokter William pasti menunggu Nona tuh" ucap Keisha.
"Hiduplah bahagia bersamanya. Aku akan melihat Nona dari sini" tambahnya lagi.
"Pulanglah bersamaku Key. Gue yakin setelah ini kau juga akan menemukan kebahagiaan mu" ucap Misha.
Keisha memandang ke arah Misha dan tersenyum.
"Baiklah..."
...🍂🍂🍂...
Continue
__ADS_1
Untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan untuk mampir ke cerita receh ini ay ucapkan terima kasih banyak atas segala dukungannya 😘
^^^Salam hangat dari Aya ❤️^^^