
Sebelumnya...
"KURANG AJAR, SIAPA YANG BERANI MEMBOBOL SISTEM KEAMANAN KITA?" teriak kekasih real Davina itu.
Semua bawahannya menunduk tidak ada yang berani memandang sang atasan apalagi bersuara.
...🍃🍃🍃...
POV Aidan.
Asisten dari Alden itu tengah bersandar di jok mobil.
Pria tampan satu itu tengah bersantai menunggu sang bos yang sedang ngedate bareng istri orang.
Ya, dia tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa diam melihat kelakuan sang atasan.
"Entah kenapa Bos paling susah di suruh dekat ma wanita apalagi suka. Eh sekali dekat bahkan suka malah bini orang" gumam Aidan geleng-geleng kepala.
Tak berapa lama kemudian saat Aidan memejamkan matanya.
BRAKK
"Eh busyet" pria itu kaget bukan kepalang.
Aidan menengok ke belakang dan mendapati sang atasan duduk rapat dekat pintu mobil.
"Lu kenapa Bos? kesambet ape Lu senyum-senyum sendiri mana muka jadi merah banget lagi" Aidan gemas sendiri melihat bosnya itu.
Tak berselang lama pintu mobil kembali terbuka dan menampilkan sosok wanita yang menjadi alasan bosnya itu membatalkan rencana makan siang bersama kliennya hari ini tadi.
"Abang kenapa ninggalin Aku?" pertanyaan muncul dari wanita cantik itu.
"Hah? Abang? panggilan dah berubah nih?" gumam dalam hati Aidan.
"A-aku..."
Aidan mengerutkan dahinya melihat bosnya itu gugup seperti itu.
"Aku apa? Aku ngambek ah" ucap Farzana.
"Eh jangan. Aku tadi ngomong sembarangan jadi Aku malu sendiri jadilah langsung pergi" bosnya kembali bersuara lancar.
"Yang mana? Yang ngajak ke KUA?" tanya wanita cantik itu.
Seketika gua membulatkan mata "What... Bos Alden ngajak ke KUA? Astaga dia bini orang Bos".
"Santai aja kali bang ya ampun cuman gitu doang" sahut Farzana.
Aidan tak bisa berkomentar lagi dengan kelakuan bosnya itu. Sedangkan untuk Farzana, dirinya juga bingung harus berkata apa? Entah perempuan cantik itu memang sangat polos atau apa sehingga begitu santai menanggapi perkataan dari bosnya itu.
"Dan, kita antar Zana pulang dulu" suruh Alden pada sang asisten yang merangkap sekalian sebagai sopir pribadinya.
Sepanjang perjalanan menuju kediaman Farzana.
Alden wan perempuan cantik itu mengobrol bahkan banyak candaan yang terlontar dari mulut keduanya.
Aidan pun ikut senang melihat bosnya itu tertawa lepas saat bersama perempuan di sampingnya meskipun statusnya istri dari orang lain.
*****
Tiba di kediaman Farzana.
"Terimakasih bang sudah menemani ku bahkan mau mengantar ku pulang" ucap Farzana sembari tersenyum.
Alden menganggukkan kepalanya "Ya, sama-sama. Aku juga mau ucapin makasih sama kamu karena mau menghabiskan waktu bersama".
Setelah berpamitan, Farzana keluar dari dalam mobil, dan melambaikan tangan kearah mobil Alden.
Alden pun membalas lambaian tangannya.
Kemudian mobil Alden pun melaju pergi.
*
*
__ADS_1
*
*
*
Ceklek
Farzana masuk ke dalam rumah setelah membuka pintu yang terkunci.
"Gak ada orang dirumah. Pada kemana ya?" Farzana bingung sendiri.
Gadis itupun berinisiatif menghubungi salah satu dari mereka.
Tetotetot
Tut..... Tut....
Klik
"Ya Zan"
"Mis, kamu dimana?" tanya Farzana sembari masuk ke dalam dapur.
"Gue lagi di apartment Abian"
"Ngapain? Kok Aku gak di ajak?" Farzana membuka kulkas dan mengambil botol berisi air dingin.
"Bajingan itu menculik Alya dan hampir mau memperkosa"
Farzana yang sedang meminum air dingin itu menyemburkan minumannya.
"APA?" teriaknya.
"Astaga, gue gak budeg Zan. Kagak usah teriak"
"Ye mangap Mis, Aku kaget bin terkejot. Terus sekarang gimana?" tanyanya sembari membersihkan mulutnya dengan tissue.
"Alya sempat pingsan karena di getok bajingan itu, tapi sekarang udah siuman. Oh ya Julio dia nginep di rumah sakit karena di hajar. Lo jangan kemana-mana kunci pintu, gue sama Alya mau siap-siap pulang kok"
"Gak usah, Lo juga baru pulang kan abis jalan-jalan sama Alden capek pasti mandi aja abis tu istirahat ntar gue beli aja buat makan malam"
Lagi-lagi Farzana menyemburkan minumannya mendengar ucapan dari sahabat tomboynya itu.
"Eh..." belum sempat bertanya, Misha sudah memutuskan panggilannya.
"Kebiasaan, mutusin pas lagi sayang-sayangnya. kan sakit" drama Farzana keluar.
Meskipun dirinya sudah tahu bahwa Misha menyuruh anak buahnya untuk menjaga dirinya di luar yang otomatis akan memberikan laporan pada Misha tentang apapun itu.
Tetap saja Farzana masih kaget mendengar perkataan dari sahabat tomboynya itu bahwa apa yang di lakukan olehnya di luar rumah diketahui.
Kemudian Farzana mengambil tas selempang nya lalu masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya.
*
*
*
*
*
POV Aezar.
Kekasih real Davina itu masih berada di kantornya.
Padahal jam sudah menunjukkan waktu pulang jam kantor.
Dikarenakan adanya pembobolan sistem kantornya. Seluruh anak buah dari Aezar tidak di kasih izin pulang sampai mengetahui siapa yang dengan beraninya mencari masalah dengannya.
"TIDAK ADA YANG BOLEH PULANG SEBELUM KALIAN DAPAT MENGETAHUI SIAPA YANG BERANI MEMBOBOL SISTEM KITA"
Sedari mengetahui bahwa sistem perusahaannya di bobol, pria itu hanya berbicara sembari berteriak.
__ADS_1
Semua anak buah dari Aezar sibuk mengutak-atik komputer mereka masing-masing untuk mengetahui siapa dalang yang membuat mereka harus lembur hari ini.
*****
Sedangkan di tempat lain ada seseorang yang tertawa cekikikan melihat apa yang terjadi karena ulahnya.
"Selamat menikmati waktu kebersamaan kalian hahaha" ucap seseorang itu.
*
*
*
*
*
POV Julio.
"Astaga, sumpah demi makanan yang ada di toko ayam. Eyke bosen".
Pria gemulai itu bosan karena sendirian di rumah sakit.
Ceklek
"Selamat malam Miss" sapa seorang yang masuk kedalam ruangannya.
"Hem, malam sus" sahut Julio.
Suster Ayu mendekati Julio.
"Izin memeriksa keadaan Miss ya" ucapnya sembari tersenyum ke arah pria gemulai itu.
Setelah selesai.
"Kapan eyke bisa comeback home sus?" tanya Julio.
"Sejauh ini keadaan Miss cukup baik. Mungkin besok atau lusa sudah boleh pulang" jawab suster Ayu.
"WHAT? Besok ihhh eyke pengen go home now" ucap manja Julio.
Sedangkan suster Ayu hanya bisa tersenyum ke arah pria tampan tapi...
Suster Ayu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Yeyy kenapose Sus?" tanya Julio bingung melihat suster di depannya ini geleng-geleng.
"Ah gak apa-apa kok Miss. Kalau begitu saya pamit ya" ucap suster Ayu.
Setelah kepergian suster tersebut, Julio kembali mengontak-atik ponselnya.
Tak berapa lama. Seseorang mengetuk pintu ruangannya.
"Masuk" suruh Julio.
Ceklek
Terlihat seseorang yang sangat dirindukan oleh pria gemulai itu.
"Bagaimana keadaan mu Yul?" tanya seseorang itu.
Julio tersenyum manis kearah orang yang bertanya itu.
"Aaaa kangen, duduk sini" ucap Julio menepuk pinggiran brangkarnya.
Orang itu mendekat dan duduk tepat di samping Julio.
Seketika pria gemulai itu memeluk.
Continue...
...🍂🍂🍂...
Untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan untuk mampir ke cerita receh ini ay ucapkan terima kasih banyak atas segala dukungannya mau itu like komen gift mawar sekebon kopi satu jerigen atau votenya شكرا جزاكم الله خيرًا.
__ADS_1
...Salam hangat dari Aya ❤️...