Time Travel Farzana

Time Travel Farzana
Obrolan


__ADS_3

Sebelumnya...


Alden tersenyum dari atas rooftop nya.


Aidan datang dan menepuk pundak pria itu.


"Apa sesakit ini rasanya patah Dan?" tanya Alden.


"Jangan bertanya padaku Bos" sahutnya.


Alden menoleh ke arah asistennya itu.


"Karena gua belum pernah merasakan jatuh cinta" tambah Aidan dengan tersenyum manis.


Alden merotasi matanya, Aidan berharap bosnya itu tertawa tapi sayang mood pria itu sedang serius.


Sedangkan Aidan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV Adam



Pria itu sedang menikmati kopinya.


Tiba-tiba ponselnya bergetar.


Drtt drtt


Adam melihat siapa nama pemanggil, setelah tahu dari siapa, pria itu tertawa.


"Haha, apa kali ini Shaka bermain lagi dengan kakak ku itu?" ucap Adam sembari menyeruput kopinya.


Tak ada niatan dari pria bertato itu untuk mengangkat panggilan tersebut.


Adam memilih untuk melanjutkan menyeruput kopinya dibandingkan mendengar apa yang akan didengarnya.


Ditempat lain...


"Bos, Mas Adam tidak menjawab panggilan saya" adu Bagas pada bosnya itu.


"KURANG AJAR ANAK ITU" geram Aezar.


"HUBUNGI TERUS DAN UTUS YANG LAIN UNTUK MENJEMPUT PAKSA ANAK ITU KEMARI" perintah Aezar.


Davina saat ini berada di salah satu Mall, jadi wanita itu tidak mengetahui bahwa kekasihnya hampir gila karena frustasi karena kekacauan yang di buat oleh Ardi.


"Laksanakan Bos" sahut Bagas.


Aezar mengacak-ngacak rambutnya frustasi.


Sedangkan Adam memilih untuk pergi, karena dirinya yakin bahwa sebentar lagi kakak nya akan datang memaksa dirinya untuk membantu perusahaannya lagi.


"Bi, Aku berangkat sekarang ya. Titip rumah jumpa lagi bulan depan" pamit Adam pada asisten rumah tangganya.


"Hati-hati di jalan den" sahut art nya Adam.


Pria itu menganggukan kepalanya sembari tersenyum.


Pria itu masuk ke dalam mobil dan langsung tancap gas menghilang dari pandangan sang asisten rumah tangganya.


...****************...


...POV Farzana...


"Key, mengapa kamu bisa berpindah ke tubuh istri Tuan Arzan?" tanya Elvan.


Farzana tersenyum "Aku juga gak tau Van. Tepat saat detik terakhir waktu itu semua gelap, tapi saat Aku tersadar lebih tepatnya terbangun jiwaku berada di tubuh Nyonya Farzana" sahutnya.


"A-apa kamu...?


"Nyonya Farzana tidak dicintai oleh Tuan Arzan Van. Sedari awal menikah mereka tidak pernah tidur dalam satu ranjang" perkataan Farzana memotong ucapan dari Elvan.


Elvan menunduk, serasa ditampar mendengar perkataan dari gadis di depannya itu.


"Maafkan Aku" Elvan menunduk.

__ADS_1


"Mengapa kamu terus menerus minta maaf Van?" tanya Farzana.


Tak ada jawaban hanya ada isakan yang terdengar dari bibir pria di depannya ini.


"Aku bahagia Van, terimakasih untuk beberapa waktu lalu" ucap Farzana tersenyum.


Elvan menaruh tangannya di atas kepala Farzana dan mengusapnya lembut.


"Aku juga bahagia Key, Tuhan masih mengijinkan Aku bersamamu meskipun dalam wujud orang lain" sahut Elvan.


"Apakah di luar ada Arzan, Van?" tanya Farzana.


Elvan mengerutkan dahinya "Mengapa kau mencari pria itu?" tanyanya tak suka.


"Aku ingin berbicara sebentar dengannya" sahut Farzana.


"Huhh" Elvan menghela nafasnya " Tunggu sebentar Aku akan memanggilnya" pria itu beranjak berdiri kemudian keluar.


Ceklek


"Masuk" suruh Elvan pada Arzan yang sedang bersandar di tembok.


Pria itu menoleh kemudian menganggukkan kepalanya.


Ceklek


Pintu di tutup oleh Arzan, dengan sangat terpaksa Elvan menunggu di luar.


Arzan memandang perempuan yang terbaring itu.


Pria itu berjalan perlahan menuju brangkar.


Tepat berada di samping Farzana pun membuka matanya.


"Hai Tuan Arzan" sapa Farzana sembari tersenyum "Bagaimana kabarmu?" tanyanya.


"Hai Key, kabarku buruk" sahut Arzan.


Farzana membulatkan matanya "Duduklah, Apa kau mau bercerita padaku?" ucap gadis itu.


Arzan pun akhirnya duduk di kursi dan pria itu menggenggam tangan perempuan yang sedang terbaring itu.


"Maafkan Aku" ucap Arzan lirih.


"Mengapa kalian para cowok minta maaf?" tanya Farzana


"Aku bersalah, karena keegoisanku Zana memilih pergi" suara isakan kecil terdengar dari mulut pria itu.


Farzana membalas genggaman tangan pria itu.


"Satu hal yang perlu Tuan ketahui" Arzan memandang gadis yang di genggam tangannya itu.


"Nyonya Zana tidak marah ataupun dendam sedikitpun pada Tuan,itu dibuktikan dia tidak meninggalkan ingatan apapun padaku" jelas Keisha.


"Ah ya, tapi bagaimana Anda tahu saya bukan Nyonya Zana?" tanya Farzana.


"Misha menceritakan semuanya, awalnya Aku tak percaya. Tapi ternyata ini nyata adanya" sahut Arzan.


"Ah ternyata singa betina manis itu ya" ucap Farzana.


"Singa betina?" Arzan mengangkat sebelah alisnya.


"Ya, itu panggilan kesayangan dari dokter William kekasihnya Misha" ucap Farzana.


Arzan menatap serius perempuan di depannya ini "Key" panggilnya.


Farzana yang terkekeh kecil karena mengingat Misha kemudian menoleh ke arah sampingnya "Ya" sahutnya.


"Setelah ini, maukah kau memulainya denganku dari awal? Kita akan menikah dengan nama aslimu" ucap Arzan.


Farzana tersenyum menanggapi perkataan dari pria didepannya ini.


"Andaikan waktu mengijinkan Aku lebih lama, mungkin saja" sahut Farzana.


Arzan mengerutkan dahinya "Maksudmu apa?" tanyanya.


Farzana menoleh ke arah samping "Aku tak mungkin kembali pada Elvan, karena dia sudah bersama sahabatku. Jadi mungkin saja Aku akan bersama denganmu Tuan, hanya saja..."gadis itu terdiam.

__ADS_1


"Hanya apa? Key" tanya Arzan.


"Aku datang kembali untuk pergi lagi" satu kalimat dari Farzana membuat Arzan berdiri dari tempat duduknya.


"Gak, Aku gak akan izinkan kamu untuk pergi lagi, mau jiwa aslimu bukan Farzana tapi tubuhmu adalah istriku Key" ucap Arzan.


...****************...


"Bisakah kau memanggil Hoshi dan Alya, Liam?" ucap lirih Misha.


"Kau perlu banyak istirahat sayang" sahut William.


"Setelah ini Aku akan istirahat kok" ucap Misha.


"Hahh, baiklah tapi janji habis ini kamu tidur dan istirahat" sahut William dan di angguki oleh Misha.


William beranjak berdiri dan berlalu pergi ke luar memanggil kedua kesayangan singa betinanya itu.


Ceklek


"Alya dan Julio kalian masuklah, Misha ingin bertemu kalian berdua" suruh William.


Alya dan Julio pun mengangguk dan melenggang masuk ke dalam ruangan Misha.


"Hai sayang Akoh" sapa Julio langsung berlari kecil menuju brangkar gadis tomboy itu.


Misha tersenyum bahagia bisa melihat kedua kesayangannya itu.


"Bos" sapa Alya kemudian menangis.


"Kenapa Lu nangis Al?" tanya Misha.


"Kau menakutiku" sahut asistennya itu dengan suara bergetar.


"Gue mau titip perusahaan sama Elu ya Al dan kelola lah bersama Liam" ucap Misha.


"Hahh, kenapa dititipkan ke Aku Bos? Setelah Bos kembali sehat kan bisa ngurus sendiri lagi" sahut Alya.


Farzana tak menjawab Alya dia menoleh ke arah sahabat gemulainya itu.


"Jul.."


"Yulia darling" potong Julio.


Misha tersenyum mendengar protes sahabatnya itu.


"Julio Iglesias, Aku titip kan rumah mode gue yang ada di Paris. Tolong jaga dan kelola agar makin sukses" pinta gadis tomboy itu.


"Kamu kenapa sih Bos?" tanya Alya.


"Yess, yeyy kenapose seh darling?" timpal Julio.


"Aku lelah, kalian juga pasti lelah. Pulanglah dan istirahat" sahut Misha.


Alya dan Julio hanya bisa menghela nafas mereka.


"Panggilkan Liam ya kemari" pinta Misha.


Alya menganggukkan kepalanya.


"Ogeh, yeyy rehat yang banyak yes darling, eyke en Zuardi get out" ucap Julio dan di angguki pelan oleh Misha.


...****************...


...Di ruangan Farzana...


Suara monitor detak jantung dari Farzana mulai melemah.


Arzan menoleh ke arah layar di sampingnya itu kemudian kembali memandang gadis di depannya ini.


"Key" panggil Arzan.


Farzana hanya diam saja dirinya tersenyum kemudian...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Continue...

__ADS_1


Untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan untuk mampir ke cerita receh ini ay ucapkan terima kasih banyak atas segala dukungannya 😘


__ADS_2