
#Andin prov
Minggu pagi ini gue seneng banget. Habis minum obat gue mandi dan langsung sarapan. Mama, papa dan Andini belum kebawah karena hari minggu biasanya mereka akan kesiangan.
Gue mau kebandara hari ini jemput bang Aska. Abang tersayang gue yang selalu bikin gue berpikir, gue masih punya bang Arka buat jadi alasan gue berjuang di saat keluarga yang lain menganggap gue gak ada.
Gue minta anterin pak Mamat buat ke bandara buat jemput bang Arka.
Di sepanjang jalan, gue ngerasa mood gue bagus banget. Pengen meluk bang Arka cepet cepet.
#Author prov
Andin sampai di bandara, keluar dari mobil dan berjalan menuju tempat tunggu. Tidak lama Arkan datang dengan satu koper kecil.
"Andin." Ucap Arka.
"Bang Arka." Ucap Andin yang langsung berhamburan ke pelukkan abangnya itu.
"Andin kangen banget sama abang." Ucap Andin.
"Abang juga, gimana kabar mu?." Tanya Arka.
"Kabar baik, abang gimana?." Tanya Andin.
"Sangat baik sejak ketemu kamu." Ucap Arkan sambil mengacak ngacak rambut Andin.
Arka memang bisa membuat mood Andin membaik. Andin memeluk pinggang abangnya itu, sedangkan Arka menggantungkan tanggannya di pundak Andin.
__ADS_1
"Abang pulang dulu yuk, istirahat." Ucap Andin.
"Katanya kamu mau jalan jalan." Ucap Arka.
"Tapikan abang masih capek." Ucap Andin.
"Enggak dong. Soalnya abang gak bisa lama lama, abangkan masih kuliah, di tambah lagi ada kerjaan." Ucap Arka.
"Yah.. belum juga sampai rumah udah bahas pergi aja." Ucap Andin memalas.
"Sudah, ayok kita ke mall dulu, jalan jalan, sekalian makan." Ucap Arka.
Andin dan Arka menuju mobil yang di bawa pak Mamat dan minta di antar ke mall.
**
Gevin bangun telat hari ini. Melihat hp dan terkejut karena sudah pukul 08.00 di tambah lagi ada 8 panggilan tak terjawab dari Riana. Akhirnya Gevin menelepon balik.
"Kamu dimana sih." Ucap Riana.
"Sorry kak, baru bangun gue." Ucap Gevin.
"Oke, gue tunggu." Jawab Riana kesal.
Gevin langsung mandi dan bersiap ke bandara. Sampai di bandara Gevin melihat Andin sedang di rangkul oleh Arka.
"Dasar cewek jaman sekarang, satu cowok aja gak cukup." Ucap Gevin.
__ADS_1
"Lama banget sih." Grutu Riana dengan nada sedikit keras.
Andini mendengar suara itu melihat kearah Gevin dan Riana.
'Oh itu pacarnya, cantik." Ucap Andini dalam hati dan meninggalkan Bandara.
Di mobil Arka masih sibuk memperhatikan Andini.
"Tambah cantik aja adek abang." Ucap Arka.
"Yee. Baru sadar bang." Ucap Andin dengan pedenya.
"Haha. Gimana kabar Andana, mama dan papa?." Tanya Arka.
"Kabar baik, Andana sudah dapat donor ginjal bang katanya." Ucap Andini.
"Ooh syukurlah." Ucap Arka.
Arka dan Andin berkeliling mall dan makan di restoran X. Beli baju, sepatu, tas dan make up karena Arka bilang akan membayarkan semuanya.
Setelah lelah berkeliling akhirnya Andin menyerah dan mengajak Arka pulang.
"Ayok pulang bang. Andin udah lelah." Ucap Andin.
"Kenapa muka mu pacat sayang?." Tanya Arka.
"Gak apa apa bang. Capek, haus pula." Ucap Andin.
__ADS_1
"Abang beliin minum dulu ya." Ucap Arka yang di balas anggukan oleh Andin.
Arka membeli air putih sedangkan Andin dengan cepat menelan pil obatnya. Tanpa meminum air putih.