
Gevin memandang Andini yang mulai keluar dari ruangan. Perasaannya saat ini sakit. Bahkan Gevin sendiri tidak tahu apa alasan kenapa ia merasa sesakit itu.
**
Hari ini Andin izin untuk tidak sekolah. Ia berada di kamarnya memegang sebuah cek 2M.
"Cairin gak yah." Tanyanya pada diri sendiri.
Keadaannya memburuk, cuci darah bukan sesuatu yang murah, dan juga tidak hanya sekali. Andini memutuskan untuk mencairkan cek 2M yang di berikan papanya itu.
Andini bersiap menuju bank untuk mencairkan uangnya dengan pakaian santainya. Andini memesan taksi online dan meninggalkan rumahnya itu.
Setelah itu Andini menuju rumah sakit yang biasanya. Bertemu dengan dokter Agung.
"Dok, kemarin aku sempat masuk rumah sakit karna alergi lagi." Ucap Andini langsung.
"Saya kan sudah bilang Andin." Ucap Dokter Agung, sedikit marah.
"Ya tapi tidak sengajak dok. Kata dokter disana aku akan cuci darah, jadi aku memutuskan untuk sama dokter aja." Terang Andini.
"Saya periksa dulu, selagi bisa dihindari, itu akan lebih bagus." Ucap dokter Agung.
"Baik dok." Balas Andini dengan anggukkan.
Akhirnya dokter agung memeriksa keadaan Andini, dibantu oleh beberapa perawat wanita lainnya.
__ADS_1
"Andin, kamu memang harus cuci darah, tapi tenang saja, bukan cuci darah yang rutin setiap minggu. Kamu hanya perlu 1 kali 2 bulan." Terang dokter Agung.
"Baik dok." Ucap Andin.
Akhirnya Andin cuci darah bersama dokter Agung hari itu, dan dua bulan lagi ia kembali harus cuci darah.
**
Gevin hari ini bangun seperti biasanya, mandi dan sarapan bersama kedua orang tuanya. Sedangkan adik laki lakinya belum juga turun.
"Pagi mah, pah." Ucap Virgo yang baru sampai di meja makan.
"Pagi sayang, gimana sekolah kamu?" Tanya Mila.
"Jangan aneh aneh kamu di sekolah." Nasihat Dani.
"Iya pah, siapa juga yang aneh. Bang Gevin tuh yang aneh." Ucap Virgo.
"Gue gak ikutan ngomong dek." Ucap Gevin.
"Ya ya, manusia es." Ucap Virgo.
Mereka semua sarapan pagi dengan di selipi canda dan gurauan.
"Gevin berangkat duluan yah mah, pah." Ucap Gevin salim pada kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Hati hati yah." Pinta Mila.
Gevin mengangguk dan keluar dari rumahnya itu dengan motor ninja hitamnya. Sesampai di sekolah ia merasa ada yang hilang. Yah, Andini tidak lagi ada hari ini.
Gevin berjalan di lorong kelas yang biasanya Andini menunggunya tapi tidak ada. Gevin yang merasa kehilangan akhirnya mencoba masuk kedalam kelas Andini, ternyata kelas masih kosong karena masih pagi.
Gevin menuju ke kelasnya. 10 menit berlalu, akhirnya Gevin memutuskan untuk ke kelas Andana, ternyata ia sudah disana.
"Andini mana?." Tanya Gevin tanpa basa basi.
"Gak tau, tadi pagi gak ikut sarapan sama mama papa. Eh biasanya juga gak pernah ikut sih." Ucap Andana.
Gevin merasa sedikit tidak suka dengan sikap Andana yang sepertinya menjatuhkan Andini.
"Gue boleh minta nomernya gak? Soalnya dia di cariin kepsek." Ucap Gevin berbohong.
"Kenapa kak Andin dicariin kepsek? Apa kak Andin ada buat salah?" Tanya Andana dengan nada sedikit cemas.
'Gue bingung sama ini anak. Sifatnya berubah ubah." Ucap Gevin.
"Iya gue juga gak tau, mana nomernya?." Tanya Gevin lagi.
Akhirnya Andana memberikan nomor telepon Andini kepada Gevin. Sudah mendapatkan nomor Andini, Gevin pergi dari kelas meninggalkan Andana.
'Gue ngerasa di boongin. Gue kira kak Andin bakalan di keluarin.' Ucap Andana dalam hati.
__ADS_1