
Pagi ini, semua siswa di suruh untuk senam pagi. Siswa siswi sudah lengkap dengan pakaian olahraga mereka.
Andin melupakan obatnya, tadi malam dan pagi ini Andin tidak meminum obat.
Andin seketika pingsan lagi karena tubuhnya yang tidak kuat menahan badannya. Semua terkejut karenanya. Gevin dengan cepat menggendong Andini dan langsung membawa Andin ke rumah sakit dengan taxi online yang ia pesan.
Lama menunggu di depan ruangan Andin dokter keluar dari ruangan.
"Anda siapanya pasien?." Tanya dokter itu.
"Saya temennya dok, soalnya tadi lagi senam di sekolah." Jawab Gevin.
"Pasien sudah sadar, tapi tidak mau di panggilkan keluarganya. Kalo kamu bisa membujuk pasien itu lebih bagus, karena pasien punya penyakit serius." Ucap dokter itu.
"Baik dok, terima kasih dok." Ucap Gevin.
Dokter itu meninggalkan Gevin, Gevin pun masuk ke dalam ruangan Andin. Duduk di kursi jaga.
"Lo sakit apa?." Tanya Gevin.
"Gak sakit apa apa." Jawab Andin acuh.
__ADS_1
"Lo pulang aja, gak apa apa. Gue bisa ngurus diri sendiri." Ucap Andin.
"Gue juga gak minat ngurusin lo juga. Cuma dokternya nyuruh kabari keluarga lo." Ucap Gevin.
"Gue gak punya keluarga. Jadi gak usah lo hubungi siapa siapa." Ucap Andin.
"Lo anak durhaka atau apa sih, lo kan punya Andana." Ucap Gevin mulai kesal.
"Gak usah ikut campur deh lo." Ucap Andini.
"Jadi cewek gak usah kasar dong. Heran gue, kenapa Andana bisa ramah dan lembut ya, beda kayak lo." Ucap Gevin.
Tiba tiba perutnya sakit, sangat sakit bahkan pinggangnya merasa akan putus. Andini mengerang kesakitan. Gevin panik dan memanggil dokter. Dokter ini berbeda dengan dokter sebelumnya.
Dokter itu menyuntikan bius ke tangan Andin. Ia mulai tenang dan tidak lama sudah tertidur.
"Maaf sebelumnya, kamu siapanya Andin?." Tanya dokter itu.
"Dokter kenal Andin?." Tanya Gevin.
"Sangat kenal, dia anak yang baik." Ucap dokter Agung.
__ADS_1
"Cuma di sayangkan saja, tidak ada keluarga yang peduli padanya." Ucap dokter Agung.
"Maksud dokter bagaimana?." Tanya Gevin penasaran.
"Ke ruangan saya saja. Nanti saya ceritakan." Ucap dokter Agung meninggalkan ruangan Andin.
Gevin yang penasaran langsung mengikuti langkah kaki dokter Agung.
Gevin merasa bingung dengan Andin. Dia terlihat bahagia setiap harinya di sekolah, padahal banyak hal tersembunyi dari dirinya.
"Masuk gak ya." Ucap Gevin sendiri ketika sudah sampai di pintu ruangan domter Agung.
Dokter Agung sudah masuk ke dalam ruangannya itu. Gevin masih enggan untuk membukanya kembali.
"Gue gak mau ikut campur urusan cewek aneh itu." Ucapnya lagi.
Gevin membalikan badannya, melangkah tiga kali namun tiba tiba langkahnya terhenti.
"Masuk aja lah yah." Ucap Gevin kembali membuka pintu.
Gevin masuk ke dalam ruangan dokter Agung, dan di persilahkan duduk di kursi pasien. Sekarang Gevin dan Agung sudah berhadap hadapan.
__ADS_1