
Langit tidak berpihak kepada Andini. Hujan turun di sertai petir. Ia bukan takut petir, bukan juga takut hujan. Hanya saja badannya tidak menerima sentuhan air garam.
Badan Andini sudah basah karena air hujan itu. Andin terus berusaha sampai di ujung hutan sekolah. Tenaganya sudah habis, badannya panas dan bengkak bengkak berwarna merah.
Wahyu memperhatikan dari jauh, di sana juga ada Gevin, David dan Andres.
Wahyu melangkahkan kakinya namun langsung di tahan oleh Gevin.
"Lo bantuin dia gagal." Ucap Gevin.
"Tapi, lo gak kasian? Dia kedinginan." Ucap Wahyu cemas.
"Ini tantangan." Bentak Gevin.
Andini berjalan sangat lama. Hingga sampai di depan posko lalu pingsan. Semuanya terkejut melihat badan Andini yang sudah bengkak berwarna merah.
Wahyu membopong tubuh kecil itu.
"Tubuhnya panas banget." Ucap Wahyu.
__ADS_1
"Bawa ke UKS." Ucap Gevin.
**
Semua siswa berhasil melewatkan tantangan itu dan sudah di perbolehkan balik ke tenda masing masing.
Gevin masuk ke ruang UKS itu, dan duduk di kursi jaga. Tidak lama Andini bangun, dan terkejut dengan adanya Gevin di sebelahnya.
"Kenapa gue di sini?." Tanya Andin yang tidak tau mengarah kepada siapa.
"Lo tadi pingsan, cuma udah di suntikin obat sama perawat, katanya lo alergi." Ucap Gevin.
"Oh itu. Iya. Gue alergi telur." Ucap Andin berbohong.
"Mmm. Makanan kemaren enak gak?." Tanya Andin.
"Lumayan." Ucap Gevin sambil memainkan ponselnya.
"Senin besok gue bawain lagi ya." Ucap Andin dengan semangat.
__ADS_1
"Gak usah. Guekan udah bilang, jangan ganggu gue." Ucap Gevin.
"Tapi lo sendiri yang dekatin diri sama gue." Ucap Andin tidak mau kalah.
"Gue cuma profesional jadi ketua OSIS. Okedeh. Dari pada lo terlalu banyak main perasaan, gue pergi." Ucap Gevin meninggalkan Andin.
Andini hanya diam, dan tidak lagi berbicara apa apa. Kata kata Gevin selama ini selalu ia telan pahit pahit. Tapi, lama kelamaan ia muntah karena tidak pernah memakan yang manis.
Wahyu masuk ke dalam ruangan Andin, sedangkan Andin pura pura untuk tertidur.
"Oh udah tidur. Mending gue temenin aja kali yah, tidur di sofa bisa." Ucap Wahyu sendiri.
Tidak lama berbaring di sofa, Wahyu tertidur. Di tandai dengan suara nafasnya yang sudah teratur. Andin melihat jam tangannya, ini sudah jam setengah satu. Tapi, matanya enggan untuk tertidur.
Andini keluar dari UKS, hendak balik ke tendanya. Badannya sudah lamayan enakkan. Andin teringat ucapan dokter Agung, untuk tidak terkena air garam karena kondisi tubuhnya yang tidak sempurna sekarang.
**
Pagi ini, semua siswa di suruh untuk senam pagi. Siswa siswi sudah lengkap dengan pakaian olahraga mereka.
__ADS_1
Andin melupakan obatnya, tadi malam dan pagi ini Andin tidak meminum obat.
Andin seketika pingsan lagi karena tubuhnya yang tidak kuat menahan badannya. Semua terkejut karenanya. Gevin dengan cepat menggendong Andini dan langsung membawa Andin ke rumah sakit dengan taxi online yang ia pesan.