
Senin pagi sama seperti hari hari sebelumnya, Andini turun dari kamarnya pukul setengah tujuh pagi.
"Bi. Sarapan buat Andin udahkan?." Tanya Andin pada bi Ani dengan wajah bahagia.
"Ini non. Tumben seneng banget hari ini, ada apa non?." Tanya bi Ani kepo.
"Haha. Gak apa apa bi, kan hari senin, jadi harus semangat dong." Ucap Andini.
"Iya deh kalo gitu. Non gak mau barengan sama non Andana aja? Hemat ongkos tau non." Usul bi Ani.
"Gak deh bi, duit mah bisa di cari, kalo bahagia kita yang nentuin sendiri bi." Ucap Andin menyalami bi Ani.
"Berangkat bi." Tambahnya lagi.
"Hati hati non." Balas bi Ani.
Andini pergi ke sekolah dengan taxi seperti hari hari biasanya.
"Makasih ya pak." Ucap Andini memberikan uang kepada supir taxi dan langsung turun dari mobil.
Andin melangkahkan kakinya dengan raut yang bahagia. Fikiran tentang Gevin, Sindi dan Putri di lupakan dulu sejenak.
__ADS_1
Andini melihat motor ninja hitam sudah terparkir. Langkahnya terhenti.
"Mmm. Ya udahlah, tanpa dia sebelumnya gue juga happy." Ucap Andini melangkahkan kakinya lagi.
Andin berjalan ke kelasnya, yang biasanya menunggu Gevin di depan kelas, sekarang langsung duduk manis di bangkunya.
"Astaga, gue lupa minum obat." Ucap Andin menepuk jidatnya.
Andin mengeluarkan 2 butir obat di tambah 3 butir lagi obat baru yang di berikan dokter Agung kemarin.
Meminum obat bergantian sambil meneguk air putih dari botol minum abu abunya itu.
"Aduh. Pasti gue bakalan ngantuk nih upacara." Keluh Andini karena efek obat yang akan membuatnya mengantuk itu.
#Gevin prov.
Pagi ini gue ke sekolah seperti biasanya, dengan ninja hitam yang sudah menjadi teman lama gue. Sampai di sekolah gue langsung masuk ke ruangan OSIS, bersiap siao untuk upacara hari ini. Tapi, gue ngerasa ada hal aneh, biasanya anak baru yang pecicilan itu pasti ngintipin gue di jendela ruangan OSIS, sekarang malah langsung lurus ke kelasnya.
Gue tambah bingung waktu gue lewat cewek itu gak ngasih gue bekal lagi kayak hari hari sebelumnya. Tapi, dugaan gue salah.
"Ini, aku bawain bekal buat kakak." Ucap seorang cewek ke gue.
__ADS_1
Pas gue balikin badan, gue natap cewek itu dari ujung kaki sampai ujung kepala, kenapa beda yah sama Andin. Gue menebak lagi ini pasti Andana, soalnya feminim banget, sedangkan Andinkan pecicilan.
"Makasih." Ucap gue sambil melangkahkan kaki lagi tanpa mengambil bekal dari Andana.
Padahal hari ini gue udah berniat buat ngambil bekal dari Andini, sayangnya dia malah berubah.
#Author prov.
Upacara dimulai, semua siswa sudah berada di lapangan lengkap dengan seragam dan atributnya. Siswa yang melanggar di pisahkan barisannya. Andini? Jangan di tanya lagi, ia masuk ke dalam baris pelanggar aturan. Sebenarnya Andini hari ini tidak melanggar, hanyabsaja karena teman sekelasnya Siti yang agak lemah fisiknya lupa membawa topi, alhasil Andini dengan segala kebaikannya meminjamkan topi kepada Siti.
Gevin melihat Andin di barisan para pelanggar. Entah kenapa, setiap melihat Andin sekarang membuatnya tersenyum.
'Ah, gila lo vin. Masa lo suka sama dia.' Ucap Gevin dalam hati.
Selesai upacara, semua siswa di bubarkan kecuali para pelanggar. Semua siswa yang melanggar di suruh hormat di tiang bendera selama 1 jam pelajaran.
2 jam pelajaran berlalu. Andini berencana tidak masuk kelas agar bisa tidur di UKS. Obat yang ia minum benar benar membuat matanya mengantuk.
"Hei." Ucap Gevin menarik tangan Andin dari belakang.
Andini kaget, karena sepatuh nyawanya sudah tertidur. Andin membalikkan badannya.
__ADS_1
"Gue ijin masuk UKS yah, gue ngantuk banget soalnya." Ucap Andini pada Gevin.
Andini melangkahkan kakinya agar masuk kedalam UKS, meninggalkan Gevin yang masih bingung dengan perubahan sikap Andini.