Tolong. Lihat Andin Juga

Tolong. Lihat Andin Juga
8


__ADS_3

Andin dan Gevin sampai di rumah sakit X.


"Thanks yah. Gue utang budi banget sama lo." Ucap Andin meninggalkan Gevin.


Gevin bingung dengan cewek yang tadi ia bantu. Tumben dia diam, dan kenapa dia ke rumah sakit, apa dia yang sakit.


Semua itu hanya menjadi tanda tanya bagi Gevin yang sudah meninggalkan rumah sakit.


Andin menuju resepsionis meminta bertemu dengan dokter pribadinya. Setelah sekian menenit bertemu, akhirnya Andin masuk ke ruangan dokter Agung.


"Dok. Ginjal aku aja buat Andana." Ucap Andini tanpa basa basi.


"Duduk dulu Andini, tenang dulu." Ucap dokter Agung.


"Cepet dok." Ucap Andini sambil duduk.


"Kita periksa dulu ginjal kamu ya, bagus apa tidaknya." Ucap dokter Agung yang di balas anggukkan oleg Andin.


2 jam menunggu, akhirnya hasil keluar dan ginjal Andini bisa di donorkan kepada Andana.


"Kamu yakin Andini? Hidup satu ginjal emang bisa, cuma resikonya berat." Ucap dokter Agung.


"Tidak apa dok. Lakuin aja." Ucap Andin.


"Tapi tolong, jangan kasih tau mama sama papa ya." Ucap Andin.


"Bagaimana mungkin." Ucap dokter Agung.


"Andin minta tolong dok." Ucap Andini serius.


Operasi berjalan lancar. Andini di rawat di ruang yang berbeda dengan Andana karena permintaannya. Anton dan Desi senang, karena anaknya mendapatkan donor ginjal. Anton memberikan cek 2 milyar kepada dokter Agung untuk di serahkan kepada orang yang mendonorkan ginjal untuk putrinya itu.


Desi dan Anton masih menunggu Andani untuk sadar dan hp Desi berbunyi.


"Halo Andin. Ada apa?." Ucap Desi.


"Aku lagi ada acara sekolah, nginep 3 harian ya." Ucap Andin.

__ADS_1


"Oke deh. Kabari kalo ada apa apa." Ucap Desi.


"Oke." Ucap Andin mematikan telepon.


Andin terbaring lemah di rumah sakit, perutnya sangat sakit sampai menjalar ke pinggang.


"Bawa tidur aja kali ya." Ucap Andin mencoba memejamkan matanya


Andin tertidur di kamar rawat itu sendirian. Sedangkan Andana di temani oleh mama dan papanya.


Pagi ini Andana izin ke sekolah. Ia menelepon Putri.


"Halo Put. Gue lagi di rumah sakit, jadi izinin gue ya." Ucap Andin.


"Lo sakit apa?." Ucap Putri kaget.


"Kemaren ujan ujanan. Trus demam deh." Ucap Andin.


"Pantes kemaren lo juga ga hadir." Ucap Putri.


"Lo di rumah sakit mana.? Tanya Putri lagi.


"Oke. Nanti gue sama Sindi ke situ ya." Ucap Putri.


"Oke." Ucap Andin mematikan teleponnya.


Di sekolah Gevin kebingungan karena hari ini Andin tidak datang menemuinya lagi.


"Kemana ya dia." Ucap Gevin sendiri.


Sekolah berjalan biasa biasa saja, Putri dan Sindi langsung ke rumah sakit sesuai janjinya tadi.


"Astaga Andin." Ucap Sindi berteriak.


"Lo bilang cuma demam, kenapa ada banyak selang." Ucap Sindi.


"Iya. Ini tuh buat kembaliin kesehatan lagi, vitaminnya banyak." Ucap Andin tertawa.

__ADS_1


"Lo gak lagi boongin kita kan?." Tanya Putri curiga.


"Ya enggak lah. Btw absen gue begimana?." Tanya Andin.


"Aman. Udah di bikin sakit kok. Lo kapan masuk sekolah lagi.?" Tanya Putri.


"Lusa mungkin udah bisa pulang." Ucap Andin.


"Okedeh." Jawab Putri.


Mereka berbincang bincang tentang topik terhot di sekolah.


"Lo tau gak Ndin." Ucap Putri


"Ya kagak lah, kan lo belum kasih tau Andin." Ucap Sindi.


"Yaamsyong, demi Jamil yang udah jadi Jamila. Diem dulu deh." Ucap Putri.


"Tadi tu kak Siska anak 12 nembak ketua osis kita." Ucap Putri.


"Kak Siska yang model itu?." Tanga Andin.


"Iya." Jawab Putri.


"Dan hasilnya di tolak tau." Ucap Putri lagi dengan histeris.


"Hm. Bodo amat lah." Ucap Andin.


"Lah? Bukannya lo selalu tergila gila sama cogan ya? Kenapa sekarang biasa aja?." Tanya Putri.


"Gue udah ketemu sama orang yang pas, jadi gue gak mau yang lain lagi." Ucap Andin.


"Udah kenalan?." Tanya Putri.


"Belum sih. Tapi gue udah kenalin diri kok, dia aja yang malu malu." Ucap Andin.


"Lo nya kali yang gak tau malu." Ucap Putri tertawa.

__ADS_1


"K*mpret lo." Ucap Andin


__ADS_2