Tolong. Lihat Andin Juga

Tolong. Lihat Andin Juga
12


__ADS_3

Pagi ini Andini sudah rapi dengan seragamnya. Begitu juga dengan Andana, karena hari ini Andana akan bersekolah di sekolah yang sama dengan Andini.


"Bi. Bekal Andin udah belum?." Tanya Andin pada bi Ani.


"Sudah non, ini." Ucap bi Ani menyerahkan bekal untuk Andin.


"Andin berangkat duluan ya." Ucap Andin pada semua orang yang ada di meja makan.


"Gak barengan sama Andana aja Ndin? Biar bang Arka yang anter?." Tanya Arka.


"Gak usah, pamit yah bi." Ucap Andin menyalami bi Ani dan meninggalkan ruang makan itu.


"Gak ada sopan santunnya adik kamu itu." Ucap Anton pada Arka.


Arka hanya diam, karena tidak biasanya Andini bersikap dingin padanya.


Arka merasa mungkin mood Andin sedang buruk, makanya ia bersikap dingin padahal ada Arka juga.


Andini kembali ke sekolah dengan taxi online yang telah ia pesan sebelumnya.


"Pak, cepetan dikit ya." Ucap Andin.


"Baik non." Balas supir taxi online itu.


Supir itu menambah kecepatan mobilnya karena permintaan dari penumpang.


Sampai di sekolah, Andin melihat motor ninja Gevin yang biasanya merubah moodnya, tapi sekarang tidak lagi bersemangat.


"Syukurlah, gak telat lagi." Ucap Andin melangkah masuk ke dalam halaman sekolah.

__ADS_1


**


Upacara di mulai, sedangkan Gevin berdiri di gerbang sekolah menunggu siswa siswi yang terlambat.


Gevin adalah ketua OSIS yang teladan, yang tidak akan membiarkan mangsanya lolos begitu saja. Seperti halnya dengan Andin sebelumnya.


"Lo lagi yang telat, hobi banget sih ngelanggar aturan." Ucap Gevin menghadang perempuan yang ia kira Andini.


"Maaf kak. Ini hari pertama aku masuk. Apa kita kenal sebelumnya?." Tanya Andana.


"Pake boong segala lagi." Ucap Gevin.


"Senin kemarenkan lo telat juga." Ucap Gevin lagi.


"Serius kak. Yang kakak bilang pasti kak Andini kan?." Tebak Andana.


"Itu kemabaran ku kak." Ucapnya lagi.


'Beda emang, yang biasanya kan lebih bar bar. Yang ini lebih kalem dan cantik lagi." Ucap Gevin dalam hati.


Andini dan Andana berbeda dari sudut padanya. Mata Andini lebih sipit di bandingkan Andana. Di dagu Andini juga terdapat tahi lalat. Andini lebih suka berpakaian yang santai, sedangkan Andana lebih sering berpakaian feminim.


"Oh oke. Setelah upacara selesai jemur di lapangan 2 jam pelajaran." Ucap Gevin yang di balas anggukan oleh Andana.


"Yang lainnya juga." Ucap Gevin sedikit berteriak.


'Ganteng banget sih.' Batin Andana.


Bel istirahat berbunyi. Putri dan Sindi menghampiri Andin yang akan mengeluarkan bekalnya.

__ADS_1


"Buat siapa tu?." Ucap Putri curiga.


"Kepo lo." Ucap Andin.


Andin berjalan ke depan kelasnya dan menunggu Gevin datang.


"Eh. Ini sarapan buat lo." Ucap Andin menyerahkan bekal makanan.


"Lo bukannya udah janji buat gak ganggu gue lagi." Ucap Gevin.


"Kak Andin." Panggil Andana.


Andana menyusul Andini yang sedang berdiri berhadapan dengan Gevin.


'Mirip banget mukanya.' Batin Gevin melihat ke arah Andana.


"Kak. Kantin yuk." Ucap Andana.


"Aku bawa bekal. Kamu aja." Ucap Andin meninggalkan mereka berdua.


Andana memasang muka kecewanya. Sejujurnya Andana berkali kali kecewa akan sikap kakak kembarnya itu.


"Yah. Males banget makan sendiri." Ucap Andana.


"Sama gue aja." Ucap Gevin.


"Yakin?." Tanya Andana lagi.


"Iya." Ucap Gevin berjalan menuju kantin.

__ADS_1


Andini melihat dari kejauhan. Hatinya merasa lebih sakit karena Andana pun lebih bisa mendekati Gevin ketimbang dirinya.


__ADS_2