Tolong. Lihat Andin Juga

Tolong. Lihat Andin Juga
3


__ADS_3

Gue keluar dari ruang BK menuju kantin. Gue mesen 2 porsi nasi goreng karena belum sarapan juga.


Gue berjalan menuju UKS dan pas gue buka gorden pemisah ruangan cewek sama cowok lagi lagi gue ngeliat cewek aneh ini.


"Ngapain lo di sini?." Tanya gue ngegas sama cewek aneh yang lagi fokus liatin wajah gue.


"Gue sakit, pusing." Jawabnya dengan nada memalas.


"Oh jadi elo yang belum sarapan kata bu Nana tadi?." Tanya gue lagi.


"Iya." Jawabnya mengalihkan matanya.


"Nih. Makan." Ucap gue nyodorin nasi goreng yang gue beli tadi.


"Lah? Kok dua?." Tanya cewek kepo ini.


"Yah gue laper juga. Belom sarapan." Ucap gue jujur.


"Okay. Mulai besok gue bawain sarapan ya." Ucapnya tanpa tau malu.


#Author prov


Gevin memandang bingung ke arah Andin. Sedangkan Andin menjadi lebih semangat karena melihat Gevin akan makan bersamanya.


Tiba tiba Gevin keluar dari UKS, rencana makan laginya gagal karena cewek aneh itu.


"Lah? Kenapa kabur ya?." Tanya Andin kepada diri sendiri.


Akhirnya Andin memakan nasi goreng yang di bawakan oleh Gevin. Sebenarnya dia belum lapar, tapi kalau sudah lihat makanan perutnya akan jadi lapar saat itu juga.

__ADS_1


**


Jam pelajaran berlalu begitu saja. Andin pulang dengan taxi onlinenya karena malas minta jemput pak Mamat.


"Ah.. gue lupa. Batrai hp abis, lupa ngecas." Ucap Andin.


"Jadi gue pulang begimana ya?." Tanya Andin pada dirinya sendiri.


Berjalan ke arah gerbang Sindi dan Putri datang dengan mobil. Naasnya arah rumah mereka itu berbeda, sehingga Putri dan Sindi tidak bisa mengantar Andin ke rumahnya.


"Andin. Ayok bareng." Ucap Sindi basa basi.


"Rumah kita beda arah woi." Ucap Andin kesal.


"Oh iya. Duluan ya. Bye." Ucap Sindi dan Putri bersamaan.


Rumah Andin berbeda arah dengan rumah Sindi. Jadi terpaksa Andin nyari taxi sendiri.


"Aduh. Calon pacar gue nih." Ucap Andin sendiri sambil merapikan dirinya.


Dengan kekuatan tidak malunya Andin berdiri menghadang Gevin di dekat gerbang. Gevin spontan mengerem motornya karena akan menabrak Andini.


"Apa apan sih lo." Ucap Gevin kesal.


"Anterin pulang." Ucap Andin dengan nada kasihan.


"Bodo amat." Ucap Gevin.


"Hp gue lowbatt. Trus lagi taxi gak ada." Ucapnya.

__ADS_1


Gevin mengeluarkan hpnya. Mengotak atik entah apa yang di lakukannya.


"Gue udah pesenin, tunggu di sini aja." Ucap Gevin.


"Kenapa gak anterin gue aja si." Ucap Andin kesal.


"Sadar diri, lo pake rok sependek itu juga mau naik motor gue." Ucap Gevin.


"Kenal juga enggak." Tambahnya dan langsung meninggalkan Andin.


Tidak lama taxi online yang di pesankan oleh Gevin datang.


Andin pulang ke rumah dengan selamat karena cowok gantengnya itu.


"Bi." Panggil Andin.


"Iya non. Ada apa?." Tanya bi Ani.


"Papa belum pulang ya?." Tanya Andin.


"Belum non." Jawab Bi Ani.


"Mama?." Tanya Andin lagi.


"Tadi sudah pulang non, terus pergi lagi sama non Andana." Jawab Bi Ani.


"Oke deh bi. Andin ke atas ya, capek." Ucap Andin meninggalkan bi Ani


Andin membaringkan tubuhnya di kasur king size itu.

__ADS_1


"Gue lupa tanya namanya lagi. Aihh Andin, kenapa lo kurang pinter sih." Ucapnya pada diri sendiri.


Akhirnya Andin mandi agar penatnya hilang dan lebih enak untuk tidur.


__ADS_2