
Andini melangkahkan kakinya agar masuk kedalam UKS, meninggalkan Gevin yang masih bingung dengan perubahan sikap Andini.
Sampai di UKS Andin membaringkan badannya dan langsung tertidur. Ia merasa badannya sangat sakit sekali.
Gevin yang merasa ada yang aneh dengan Andin, masuk kedalam kelas IPA 5 untuk meminta izinkan Andin yang ia rasa kurang sehat. Gevin membawa tas Andin dan menuju UKS kembali.
2 jam Gevin menunggu Andin untuk terbangun, bel istirahat berbunyi. Andin membuka matanya dan terkejut dengan adanya Gevin.
"Kenapa lo di sini?." Tanya Andin.
"Gue takut lo kenapa napa aja. Udah jam istirahat. Makan yuk." Ajak Gevin.
'Waktu gue udah nyerah dan rasa gue ke lo mulai ilang, lo baru dateng sok baik sama gue.' Batin Andin.
"Mm. Gak usah deh, gue bawa bekal." Ucap Andini mengeluarkan bekal dari tasnya.
"Kalo gitu, kita makan berdua ya. Kan biasanya itu buat gue juga." Ucap Gevin dengan senyuman.
"Enak aja lo. Biasanya lo juga nolak." Ucap Andin dengan anda tinggi pada Gevin.
"Ye. Itukan dulu, sekarang enggak lagi." Ucap Gevin merebut bekal Andin.
"Sini, gue yang suapin." Ucap Gevin lagi.
Akhirnya Andin menurut, ia memakan bekal berdua dengan Gevin dan di suapi oleh ketua OSIS nya itu.
"Ntar pulang cepet, soalnya guru rapat tentang ujian kelas 3." Ucap Gevin.
__ADS_1
Andini hanya membalas dengan oo dan anggukkan.
"Lo lagi banyak pikiran yah?." Tanya Gevin sambil menutup tempat bekal makanan.
"Mmm. Gak juga, namanya juga idup. Kalo gak banyak masalah ya kapan dewasanya." Ucap Andin.
"Pulang sekolah nanti mau gue ajak jalan jalan gak?." Tanya Gevin dengan senyuman tampannya.
"Kemana?." Tanya Andin.
"Mmm. Liat aja nanti, tempat yang bisa bikin lo ilangin stres deh." Ucap Gevin.
"Tapi gue gak pake celana panjang, gimana mau naik motor lo." Ucap Andin.
"Gue bawa baju basket. Nanti lo pake. Kalo lo mau sih." Usul Gevin.
"Pasti kegedean lah di gue." Keluh Andin.
**
Semua siswa telah pulang, Andin keluar dari kamar mandi wanita dengan baju basket milik Gevin. Andin menatap dirinya di pantulan kaca kamar mandi.
"Bajunya wangi." Ucap Andin tersenyum.
Andin mengenakan baju basket berwarna ungu kunging dengan lengan pendek, menampakkan kulit putihnya. Untung saja ia memakai baju kaos hitam sebagai lapisannya. Celananya kebesaran hingga lutut membuatnya semakin terlihat kecil.
Andin keluar dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Ah. Gue berasa maling baju orang." Ucap Andin oada Gevin.
"Gak apa apa. Bagus gitu kok." Ucap Gevin sambil tertawa.
"Iih udah ketawanya." Ucap Andin memukul lengan Gevin.
"Iya iya. Ayok." Ucap Gevin menarik tangan Andin.
Andin tidak tau kemana Gevin akan membawanya. Tiba tiba Gevin berhenti di toko baju.
"Kayaknya gak cocok deh lo pake baju itu. Ganti aja deh." Ucap Gevin.
Andin hanya pasrah, mengikuti Gevin tanpa tahu kemana maunya cowok ini.
Selesai membeli baju, mereka melanjutkan perjalanan. Sudah 2 jam, motor ninja hitam itu berhenti di sebuah tempat yang Andin rasa akan membuatnya tidak nyaman.
"Ayok turun." Ajak Gevin.
Dengan perasaan yang tidak enak Andin turun dari motornya.
Gevin berjalan ke arah pantai, sepi seperti jarang di jamah orang.
"Lo yakin?." Tanya Andin meyakinkan Gevin.
"Yakin dong." Jawab Gevin pasti.
"Kok malah jauh sih. Sini main air." Ajak Gevin.
__ADS_1
"Mm enggak deh, lo aja." Ucap Andin yang masih berada di belakang Gevin.
Dengan usilnya Gevin melempar air laut ke arah Andin, sebisanya Andin menghindar tapi ombak yang besar malah menghampirinya. Tubuh Andin lemas dan kakinya tidak lagi mampu menahan badannya. Andin mulai terhuyung huyung. Pandangannya menjadi kabur tak ada fokus. Hanya terdengar suara samar samar Gevin yang memanggil namanya.