Tolong. Lihat Andin Juga

Tolong. Lihat Andin Juga
15


__ADS_3

Hari Jumat adalah hari yang singkat untuk belajar di sekolah, bel pulang berbunyi. Semua siswa bersorak bahagia karena besok akan di adakannya persami di sekolah.


"Ndin. Kikta ngemall yuk, nyari perlengkapan untuk persami besok." Ucap Putri.


"Hayuk Ndin." Ucap Sindi juga dengan girang.


"Mmm. Tapi nanti kalian anter gue pulang ya." Ucap Andin.


"Oke. Nanti gue anter." Ucap Putri.


Andin, Putri dan Sindi keluar dari kelas. Langkah Andin berhenti waktu melihat pemandangan yang tidak mengenakkan di depannya.


**


Andana keluar dari dalam kelasnya, melihat Gevin yang kelasnya di seberang kelas Andana membuat ia berlari menuju Gevin.


"Kak. Kalo aku gak ikut gak apa apakan?." Tanya Andana.


"Kan udah gue bilang kemaren." Ucap Gevin.


"Mmm. Aku cuma mastiin aja sih." Ucap Andana lagi.


"Mmm. Kak. Boleh pulang bareng?." Tanya Andana.


"Gue gak biasa bonceng cewek." Ucap Gevin meninggalkan Andana.


Andana hanya tersenyum melihat ke arah Gevin.

__ADS_1


Andini yang melihat Gevin dan Andana bicarapun menjadi kesal.


"Ayoklah. Gue males lama lama di sini." Ucap Andini kepada teman temannya.


Putri yang mengerti dengan situasi lalu berjalan mengikuti Andini sekalian menarik tangan Sindi yang masih sibuk dengan pikirannya.


Selama di mobil, hanya diam. Mereka bertiga duduk di kursi tengah karena Putri minta antar kepada Supirnya.


"Ndin. Kalo ada apa apa cerita. Jangan cuam diem aja." Ucap Putri tiba tiba.


"Gak apa apa kok. Gue bisa aja." Ucap Andin seperti memaksakan untuk dirinya bersemangat.


"Pokoknya kalo ada apa apa, bilang sama kita berdua ya." Ucap Putri.


"Bener tuh Ndin." Ucap Sindi lagi.


"Iya. Tenang aja." Ucap Andin tersenyum.


"Pulang yok." Ucap Andin.


"Nanti dulu deh, mau nonton. Ada film bagus." Ucap Sindi.


"Gue pulang duluan ya." Ucap Andin.


"Yah. Gak asik banget lo." Ucap Putri.


"Iya. Nanti bokap gue nyariin." Alasan Andin.

__ADS_1


"Tapi gue gak bisa anter. Mau ngawani Sindi nonton dulu." Ucap Putri.


"Gak apa. Gue pake taxi aja." Ucap Andin.


"Oke. Hati hati, kabari gue yah kalo sampe rumah." Ucap Putri.


Andin hanya mengangkat jempolnya yang berartikan ok.


Andin meninggalkan mall dengan rasa perut yang sakit, menjalar hingga ke pinggang. Mungkin efek dari kelelahan hari ini, jadi ia harus beristirahat yang cukup karena besok akan ada kegiatan lagi.


Sesampai di rumah, Andin mandi dan makan karena sudah sangat lapar.


**


Keluar dari bioskop, Sindi dan Putri di kagetkan dengan datangnya Andana.


"Hai." Sapa Andana yang tiba tiba datang.


"Eh. Hai." Ucap Sindi dan Putri serempak.


Anton dan Desi yang melihat Andana memiliki temanpun senang, ikut mendatangi mereka. Sindi dan Putri menyalami keduanya.


"Temannya Andana ya." Ucap Desi tersenyum.


"Iya tan." Balas mereka bersamaan.


"Mau makan dulu? Sekalian ngobrol ngobrol." Ajak Desi.

__ADS_1


"Ayok. Aku ingin makan sama kalian juga." Ucap Andana.


Akhirnya Sindi dan Putri ikut makan bersama Andana dan orang tuanya.


__ADS_2