Tolong. Lihat Andin Juga

Tolong. Lihat Andin Juga
25


__ADS_3

Akhirnya Andana memberikan nomor telepon Andini kepada Gevin. Sudah mendapatkan nomor Andini, Gevin pergi dari kelas meninggalkan Andana.


'Gue ngerasa di boongin. Gue kira kak Andin bakalan di keluarin.' Ucap Andana dalam hati.


Gevin kembali ke kelasnya, mencoba mengirimkan pesan pada Andini, tapi sepertinya ia tidak aktif. Gevin akhirnya memasukkan hpnya kembali ke dalam tasnya.


Sekarang semua murid kelas 12 harus sekolah sampai jam 15.00 karena akan ujian. Gevin juga sibuk dengan pergantian jabatannya sebentar lagi. Tapi, Gevin tidak pernah meninggalkan sekolahnya, karena baginyabitu yang penting.


**


Setelah cuci darah, Andini tertidur di ruang rawat, seperti sedang kelelahan. Tiba tiba ada yang membuka pintunya. Andini terkejut dan melihat itu adalah Gevin.


"Kenapa lo gak bales chat gue?." Tanya Gevin.


"Gue gak hidupin hp." Jawab Andin yang masih memejamkan matanya.


"Alesan aja lo." Jawab Gevin yang langsung duduk di kursi jaga.


"Gimana keadaan lo? Udah jadi cuci darah?." Tanya Gevin.


"Baik, udah." Jawab Andini.


"Kenapa sekarang jadi elo yang jutek?." Tanya Gevin.

__ADS_1


"Gak apa apa." Jawab Andini.


"Btw, lo dapetin nomer gue dari siapa?." Tanya Andini.


"Dari Andana, gue bilang lo di cariin pak kepsek, makanya dia mau ngasih, awalnya sih kayak gak mau ngasih gitu." Terang Gevin.


"Sok tau lo." Jawab Andini.


"Yee. Gue emang tau, dari raut wajah dia aja gue tau." Ucap Gevin bangga.


"Ye dah." Andini menyerah.


"Kapan lo boleh pulang?." Tanya Gevin.


"Udah boleh sih, cuma gue males pulang." Ucap Andini.


"Culik gue dong. Plis." Ucap Andini sambil memegang tangan Gevin.


"Enak aja lo." Jawabnya.


"Gue belum mau pulang. Males ketemu orang rumah sekarang." Jawab Andini dengan nada sedih.


Gevin merasa kasihan dan akhirnya membawa Andini kesebuah penginapan, mereka di izinkan masuk karena tidak ada yang sadar kalau mereka pelajar.

__ADS_1


"Kok lo cuma pesen 1 kamar? Lo mau m*sumin gue ya?." Ucap Andini dengan PD nya.


"Enak aja lo, lo kira gue cowok apaan. Gue males buang buang duit buat hal kayak gini." Terang Gevin.


"Lagian juga ini kasurnya ada 2, jadi gak usah takut." Tambahnya.


"Oke deh, makasih ya." Ucap Andini tersenyum.


'Astaga, kok gue deg degan yah.' Ucap Gevin dalam hati.


"Yudah, lo baring aja, gue cari makanan dulu." Ucap Gevin.


"Gue ikut." Rengek Andini.


"Huft. Iya iya." Keluh Gevin.


Akhirnya malam itu Andini dan Gevin berjalan di pinggiran kota, menikmati langit malam yang indah. Andini terlihat bahagia, akhirnya bisa bersama dengan Gevin hari ini.


Mereka berhenti di tepi danau buatan itu. Mulai dingin. Gevin duduk di atas rumput tepi danau buatan itu. Setelah itu merebahkan badannya dan membentangkan tangan kanannya. Dengan cepat Andini berbaring dengan posisi kepala diatas lengan kanan Gevin. Gevin tersenyum melihat Andin yang begitu bahagia.


"Lo pernah pacaran gak?" Tanya Andini yang melihat ke arah wajah Gevin.


"Enggak. Kalo lo?." Tanya Gevin balik menatap Andini.

__ADS_1


'Gue bener bener udah jatuh cinta sama lo.' Ucap Gevin dalam hati.


Gevin melihat mata Andini, semakin dalam ia melihat semakin banyak terlihat kesedihan yang di pendamnya. Tiba tiba tanpa sadar Gevin mengangkat tangannya sehingga sekarang Andini berada di pelukannya.


__ADS_2