
Andin bangun seperti biasanya. Sarapan pagi bersama bi Ani dan pak Mamat karena ia paling tidak suka makan sendirian.
"Bi. Andin mau bawa bekal ya." Ucap Andin pada bi Ani.
"Tumben non bawa bekal." Ucap bi Ani.
"Palingan buat gebetan nom Andin tu bi Ani." Jawab pak Mamat.
"Ih pak Mamat, soudzon aja." Jawab Andin.
"Lah. Bukan soudzon. Justru doa baik. Dari pada jomblo terus?." Ejek pak Mamat.
"Astoge. Pak Mamat mulutnya emang bener bener gak ada salahnya ya." Ucap Andin sambil tertawa.
Bi Ani dan pak Mamat ikut ketawa karena Andin. Sudah lama sebenarnya Andin tidak tertawa lepas, karena kesepian di hatinya. Apa lagi Andin tidak pernah punya pacar se masa SMPnya.
"Sarapan siap dan semuanya siap. Ayok pak Mamat kita berangkat." Ucap Andin pada pak Mamat.
"Hayuk atuh." Ucap pak Mamat berjalan ke luar rumah.
Andin bersemangat kali ini. Walaupun lagi dan lagi sarapan tidak bersama keluarganya yang lain, tapi ya sudahlah.
"Pak Mamat, semuanya tadi pada pulang jam berapa?." Tanya Andin.
"Kok pada belum bangun ?." Tambahnya.
"Duh. Kalo gak salah ya non, nyonya sama non Andana pulang jam 12an non. Kalo tuan saya kurang tau non." Jawab pak Mamat.
"Oh oke deh pak." Jawab Andin yang hanya di balas anggukan oleh pak Mamat.
__ADS_1
Andin sampai di gerbang sekolah. Bersalaman sama pak Mamat.
"Andin masuk ya pak." Ucap Andin.
"Baik non. Hati hati, belajar yang bener." Ucap pak Mamat.
"Siap pak." Ucap Andin tersenyum lebar.
"Andai papa yang kayak gitu." Ucapnya sendiri.
"Ah sudahlah." Ucapnya lagi.
Andin melihat motor ninja Gevin sudah terparkir.
"Selalu datang pagi." Ucap Andin bersemangat.
Andin menjalankan kakinya ke kelas. Melihat Sindi dan Putri sudah duduk di bangku masing masing.
"Tumben lo datang pagi Ndin." Ucap Putri.
"Lah. Kan biasanya pagi terus Andin datang. Mana pernah siang." Ucap Sindi.
"Yaamsong. Demi apapun Sindi yang temen gue lemot banget, bahkan Andin yang lemot aja kalah sama lemotnya elo. Kapan pinternya?." Tanya Putri dengan satu tarikan nafas.
"Udah udah. Kalian malah ribut. Gue mau cerita, gue kenal sama cogan." Ucap Andin sedikit berbisik.
"Siapa?." Tanya Putri.
"Ih lupa nanya namanya. Pokoknya ganteng banget lah." Ucap Andin.
__ADS_1
"Itu mah bukan kenal Andin." Ucap Putri.
Sindi hanya menyimak temannya ini.
"Tapi gak ada yang lebih ganteng dari ketos kita tau." Ucap Putri.
"Hah. Bodo amat sama ketos yang gak tanggung jawab itu. Yah kali pas ospek dia gak dateng. Kan gak banget." Ucap Andin.
"Ih lo belom tau aja pesona ketos kita begimana. Jadi incaran cewek cewek cantik satu sekolahan tau." Ucap Sindi.
"Nah Sindi aja tau." Ucap Putri.
"Terserah. Yang penting gue udah ketemu sama calon pacar gue." Jawab Andin.
"Pede banget lo." Ucap Putri.
"Harus dong."
"Kita kemaren ada tugas gak?." Tanya Andin.
"Ada." Jawab Sindi.
"Tapi gue gak tau jawabannya." Jawab Sindi.
Andin melihat ke arah Putri, karena Putri lebih pintar dari mereka berdua. Putri yang peka pun menarik nafas yang panjang.
"Iya. Nanti gue kasih contekan. Bentar lagi guru masuk." Jawab Putri.
"Uuh. Jadi sayang." Ucap Andin.
__ADS_1
Semua siswa duduk dan bersiap karena bel sudah berbunyi