
TA 20
Hari ini classmeet terakhir, dan besok pengambilan raport, seharian kemaren aku udah badmood sama kak Al, sejak aku cerita tentang Dea aku ngerasa kak Al jadi nyebelin. entahlah...
"Ra, uda deh gak perlu uring-uringan gitu, bisa aja kan dia itu gak ngomongin kamu,kebetulan aja pas ada kamu,jadi kamu ngerasa" kata kak Al saat kita lagi duduk di teras rumahku.
"Enggak kak, orang anak-anak juga ngerasa gitu kog"
"Yaweslah terserah, aku malas bahas itu" kata kak Al akhirnya.
"kak Al belain dia? atau emang bener kata mereka, kak Al tuh sebenernya emang sayank sama dia,karena gak enak sama kak Tama aku dijadiin pelampiasan? pengalihan gosip aja gitu?" kesalku
"Ra, ngomong apa sih kamu? kenapa jadi belok kemana-mana?"
"Habis kak Al belain dia, gak percaya sama aku."
"Aku percaya sama kamu Ra, aku cuma gak suka aja kita gosipin orang"
"Aku tuh cuma cerita ke kak Al, ngeselin banget sih. kalau emang kak Al gak mau aku curhat tentang 'dia' yaudah biasa aja dong"
"Ya Allah Ra, aku daritadi biasa lo, kamu nih yang marah-marah"
"Kenapa gak suka sama cewek yang marahan? mau bandingin sama siapa lagi sekarang?"
"Ra, udah ya, aku gak suka kita kayak gini"
ini adalah cek cok kita yang pertama, masalah sepele emang, tapi aku masih kesel aja bawaannya. Aku gak peduliin dia, aku alihin perhatian aku ke ponsel.
"Aku nanti mau jalan sama Resti juga Winta, kita mau perawatan, yang aku bilang ke kak Al kemaren"
"Kog dadakan? aku kan udah bilang hari ini mau futsal"
"Yaudah sih futsal aja,"
"Terus kamu sama siapa berangkatnya?"
"Nanti dijemput anak-anak"
"kalian cuma bertiga? terus gimana?"
"Resti ngajak temen katanya, kak Al gak usah khawatir, futsal aja gak papa. aku juga pengen jalan sama anak-anak"
"kamu sengaja ya gak mau aku ikut? kenapa? ngambek?"
"Enggak, udah lama aja gak jalan sama mereka"
Kak Al mengusap wajahnya kasar "Aku anter kamu, terus aku tinggal futsal bentar, pulangnya aku jemput"
"Gak mau kak"
"Ra... "
"Aku lagi kesel sama kak Al, jadi bisa kan kasih aku waktu buat jalan bentar sama anak-anak?"
Aku tau kak Al gak pernah mau aku kemana pun tanpa dia, tapi hari ini aku bener-bener kesel, dan lagi gak mau ditemenin dia.
"oke oke, tapi janji terus kasih kabar, kalau ada apa-apa langsung telphon." aku ngangguk sambil tersenyum samar.
Akhirnya kak Al langsung pergi futsal sama temen-temennya, dan aku langsung siap-siap nunggu jemputan.
***
Kak Al: ini apa maksutnya?????
Kak Al ngirim foto saat tadi sore aku jalan bareng Resti, Winta dan Radit. iya Radit, ternyata Resti ngajakin Radit. akhirnya kita gak jadi perawatan, malah jalan ke mall dan nongkrong di cafe.
Pasti ini foto yang di upload sama Winta, aku lupa bilang ke anak-anak buat gak ngapload foto yang ada Radit, karena kak Al pasti marah.
Zia :iya tadi Resti ternyata ngajakin Radit, kan aku juga gak tau
kak Al : kenapa gak bilang? sengaja?
Zia : apa sih kak, gak usah lebay deh
Setelah aku jawab kayak gitu kak Al gak balas chatku lagi, aku yakin pasti dia marah banget. terserah lah, aku sendiri rasanya juga masih kesal plus capek, besok aja baru dijelasin ke dia. Dan mataku udah gak bisa nahan, ngantuk banget.
Hari ini pembagian raport, kelas X dan XI diambil sendiri, sedangkan rapot kelas XII diambil wali murid sekalian rapat kayaknya. dari semalem kak Al gak chat atau telphon aku sama sekali, aku sendiri juga gak chat, biarin lah.
"Dit, beneran mantan lo ngajakin balikan?" tanya Resti
Saat ini kita berempat lagi jalan ke kantin, Radit yang biasanya sama Andi malah nyangkut sama kita.
"Iya, tapi gak tau bingung gue" kata Radit yang berjalan disampingku.
"Males aja, ntar balikan terus tengkar lagi dengan masalah yang sama. ngapain? dan gue ngerasa udah banyak gak cocoknya sama dia"
__ADS_1
"Jangan bilang lo lagi deket sama cewek lain" tebakku
"iya, kan gue lagi deket sama elo, ini kita jalan bareng, deket kan?" kata Radit sambil ketawa
"lo jangan modusin Zia, mau lo baku hantam sama kak Valdi"
"kalau Zianya mau, gue mah siap. baku hantam doang mah kecil"kata Radit sambil ketawa
"gak lucu becanda lo" kataku sambil dorong lengan Radit.
Tepat saat itu kita baru masuk kantin, dan ternyata ada kak Al dan temen-temennya. Mata kak Al natap tajam ke arahku. Aku mendadak merinding.
Kita duduk gak jauh dari tempat kak Al dan temennya, keliatan banget kalau kak Al marah, biasanya tiap gak sengaja ketemu dia bakal nyamperin sekedar nanya basa basi.
"tumben kak Al gak nyapa Zi?"bisik Winta
"Lagi PMS dia" jawabku asal.
"Tengkar kalian?" tanya Resti, aku ngangguk
"Wah, dosa gak ya kalau gue manfaatin kesempatan dalam pertengkaran" canda Radit, kayaknya dia sengaja, suaranya agak keras.
"Gila lo!" kesalku, kulirik kak Al yang keliatan cuek.
"Res, gimana yang gue tanyain kemaren?" kata kak Fian sambil duduk deket Resti
"aku pikir dulu kak" kata Resti
"Ck... jangan lama-lama," katanya "minta satu Res" kata kak Fian sambil nyomot siomay di piring Resti.
"Pada ngomongin apa sih?" tanyaku
"Kak Fian ngajakin main skateboard" jawab Resti
"kalian kalau mau bisa gabung juga" kata kak Fian nyomot siomay lagi.
"Gak bisa kita mah" jawab Winta
"Udah kak, abis ntar pesen sendiri sana" kesal Resti
"pelit amat!"
"Biarin" ucap Resti sambil melet
"lo tengkar sama Valdi? kucel amat wajah dia.dari kemaren emosi mulu" kata Kak Fian sambil ngeliat kak Valdi.
"ati-ati lo, serius kayaknya dia. daritadi diem terus" bisik kak Fian
"iya nanti aku ngomong ke dia" kataku.
Setelah itu kak Fian balik ke meja temennya. Tak lama mereka pergi dari kantin, kak Al sama sekali gak nyapa atau ngomong sama aku. malah kak Fian dan kak Ardi yang pamitan. Sedih dan kecewa sih sebenernya,semoga gak lama marahnya.
Sekitar jam 12 lebih dikit kak Al nelphon aku, kaget plus seneng lah. tanpa lama aku langsung ngangkat telphon itu.
"Dimana? Bunda mau ketemu, aku tunggu di parkir mobil" kata Kak Al, dan langsung dimatikan.
Aku menghela nafas panjang, kebiasan, kalau ngambek suka seenaknya sendiri. Dan akhirnya aku nyamperin Bunda ke parkiran.
"Bunda" sapaku sambil salim ke Bunda
"Hay Zi, kamu udah terima rapot? "
"Uda Bunda"
"Gimana hasilnya?"
"Alhamdulilah Bunda, gak mengecewakan," jawabku sambil ngelirik kak Al, yang keliatan acuh.
"Alhamdulillah, Al nilainya juga naik." ucap Bunda sambil senyum "Zi, ikut Bunda yuk, Kita mau ke Mall X, "
"waduh, maaf Bunda. Zi udah janji sama temen kelas ada acara habis ini. Maaf ya Bun, lain kali insyaAllah" kulirik kak Al yang keliatan mengeraskan rahang.
"owh yaudah kalau gitu, Bunda duluan ya" aku pun salim,dan Bunda pergi meninggalkan aku dan kak Al.
"kemana?"
"Radit uda booking tempat buat acara outbond kelas, maaf ya kak" ucapku
Dia keliatan makin emosi "Aku kecewa sama kamu!" ucapnya dan langsung pergi.
"Maafin aku kak, tapi aku gak bisa gagalin rencana yang udah dibuat" gumamku pelan.
Aku masih tetap berdiri disitu sampai mobil kak Al pergi dan gak keliatan lagi.
***
__ADS_1
Ceklek...
"Selamat Ulang tahuuun" teriaku bareng sama anak-anak lain.
Cowok itu masih diam, kaget. matanya terlihat mengerjap beberapa kali. Dia baru saja pulang, dan saat buka pintu kamarnya ternyata didalam udah ada aku dan anak-anak yang jadi biang rusuh.
"Selamat ulang tahun kak Al" ucapku, sambil membawa kue tart.
Dia senyum dan geleng-geleng, "Sialaaan!" umpatnya.
"Berdoa, terus tiup lilinnya" ucapku lagi.
Kak Al menunduk bentar, dan langsung meniup lilin. terdengar anak-anak pada tepuk tangan heboh. Aku melet ke arahnya. Dia narik hidungku.
"Selamat ulang tahun Val" ucap Bunda sambil cipika cipiki ke kak Al.
"Makasih, Bunda ikut sekongkol sama mereka??" geramnya.
"iya dong" jawab bunda sambil ketawa.
Selanjutnya Resti, Winta, Kak Fian, Kak Tama dan Kak Ardi juga ikutan ngucapin dan ngasih doa.
"Sini kuenya Bunda bawain, kita potong di ruang tengah aja biar luas" kata Bunda ngambil kuenya "yuk pindah yuk!"
"Pasti ide kamu nih" kata kak Al memiting leherku "Puas?"
"Banget" jawabku sambil ketawa.
Kak Al sekilas mencium kepalaku, "Makasih Ra"
Aku menatapnya dan tersenyum "Maaf bikin kak Al emosi beberapa hari ini"
"Awas ya kamu" katanya sambil melepas pitingannya. "Ayok!" ajaknya sambil dorong badanku dari belakang.
Diruang tengah yang cukup luas, semuanya udah kumpul, ternyata Bunda juga udah nyiapin nasi tumpeng buat kak Al. kak Tama mimpin doa buat kak Al. lalu kak Al memberikan potongan nasi tumpeng yang pertama buat Bunda, sedangkan potongan kue ulang tahun yang pertama buatku.
Selanjutnya kita makan bersama, kak Al jelas dibully sama anak-anak, aku dan Bunda juga ikutan ketawa. Kak Al yang emang kepancing sama rencanaku kemaren jelas malu tapi dia juga keliatan bahagia, beberapa kali dia mengumpat dan bikin Bunda geleng-geleng.
"Aku ikutan balik dulu Bun" kataku saat yang lain ikutan pamit.
"Mau kemana kamu? urusan kita belum selesai" kata Kak Al sambil nahan badanku.
"Aku mau balik sama Resti" ucapku, pasti setelah ini kak Al mau ngebahas yang kemaren.
"Gak! nanti aku anter" aku manyun.
Dan akhirnya mereka semua balik pulang, tinggal aku, Bunda dan kak Al diruang tengah.
"Udah nakal ya kamu" kata kak Al sambil ngegelitik perutku.
Aku ketawa "ampun kak, hahaha" kataku
"Enak aja" ucap kak Al penuh semangat.
Bunda ikutan ketawa "Udah ah, Bunda mau mandi dulu, gerah" pamit Bunda.
Setelah Bunda masuk kamar, kak Al meluk aku dari belakang "kayak menghayati banget selingkuh dari aku" ucapnya
"Siapa yang selingkuh?" bantahku
"sama Radit??"
Aku katawa " kan emang sengaja ngerjain kak Al, lagian kemaren itu aku mau beli kado buat kak Al, masak iya ngajakin kakak"
Dia senyum dan nyium pipiku sekilas dari belakang. Aku memutar badanku dan tenggelam dalam pelukannya "Maaf ya"
Dia mengusap kepalaku "Makasih buat kejutan dan semua pertunjukannya. Aku beneran emosi ke kamu dari kemaren"
"Sekarang masih emosi? masih marah?" tanyaku sambil natap wajahnya.
kak Al keliatan pura-pura berfikir, dan tanpa menunggu lama aku langsung mencium bibirnya sekilas "selamat ulang tahun sayank!"
"Nakal" dia menyentil dahiku dan ketawa "kadonya itu doang?"
"Ada, aku taruh di meja kamar kak Al, semoga suka" kataku
"Ayo kita ambil kadonya"kak Al narik tanganku masuk ke kamarnya.
Tapi bukannya melihat kado dia malah narik tanganku dan mencium bibirku lagi, kali ini bukan sekedar ciuman sekilas. tapi ciuman panas, kak Al memegang tengkukku dan aku mengalungkan tangan di lehernya.
Nafas kami sama-sama habis, kak Al memegang pipiku dan mengusap bibirku lembut "Ini adalah kado terindah sayank" ucapnya lembut.
Aku senyum,pasti pipiku udah merah banget "Udah yuk! gak enak sama Bunda, ntar kena gerebek kita" kataku sambil melepas rengkuhan kak Al.
Kak Al nahan tanganku, dia mencium pucuk kepalaku "Jangan pernah kasih hadiah seperti ini kesiapapun" ucapnya, Aku ngangguk.
__ADS_1
Dia mencium kepalaku sekilas "Sayang kamu Ra"
***