TriAngel

TriAngel
TA 08


__ADS_3

TA 08


Setelah hari itu semua kembali normal, aku disibukan dengan rutinitas sekolah beserta rentetan kegiatan tambahannya. Kak Al juga sibuk dengan bimbelnya. komunikasi kami masih lancar, hampr tiap hari kita saling chat.


Kak Al: Ra...


Zia: iya


Kak Al : Araaaa....


Zia : paan sih?


Kak Al : Bosen ini, jam kosong. kamu kog bs hp. an?


Zia : sama jam kosong juga, tapi jam kosongku bermanfaat dong.


Kak Al :ngapain emang ?


Zia : Makan soto di kantin hahaha


Kak Al udah gak balas lagi, aku kembali fokus sama mangkok sotoku dan sesekali menimpali obrolan serta candaan anak-anak.


Tak lama terdengar rame-rame dari arah pintu, ternyata geng cowok XII A2 pada dateng, tentu aja kak Al juga. entah gimana ceritanya dia dan kak Tama udah akrab lagi, kadang dia sengaja nunjukin keakrabannya saat didepanku.


Mata kami berdua bertemu, cukup lama dia melihat dan tersenyum. Tak lama Radit, Andi dan Oka datang juga di kantin. seperti biasa dia bakal ngejahilin aku. meminum botol aquaku yang tinggal setengah sampai habis. kebiasaan emang nih anak.


"Zi, udah ada kelompok gak buat tugas Seni? " tanya Radit


"Uda dong, Zia and the genk... "


"Ck... gak seru kalau gak ada suara cowoknya," protes Andi


"kalau suara cowoknya kayak kalian tetep aja gak seru" bela Resti


"menghina, suara kita merdu, mendayu -dayu"


"iya mendayu pengen ditabok! "


anak-anak pada ketawa denger omonganku.


"Gabung sama kelompoknya Yani tuh,"


"Ck... mau komen takut dosa" kata Radit


"gak usah banyak koment tinggal gabung ini. kalau gak kalian bertiga bikin grub sendiri"


"biar makin ancur! " ejek Winta, kita ketawa lagi.


"Balik kelas yuk! gue mau ke toilet dulu, keburu rame kalau jam istirahat"


"Gak seru lo Res! " ucapku, aku masih betah disini, ngeliat kak Al ketawa.


Fokusku sekarang emang kak Al, kadang alibi aja bilang ngeliat Kak Tama ke anak-anak, biar gak pada heboh.


"Disini dulu Zi, ntar barengan kita" pilihan yang salah kalau nerima ide Radit.


"Ogah! " aku ikutan berdiri nyusul Resti dan winta yang udah jalan duluan.


"Ra... " panggil kak Al sambil ngejar aku. "nih" dia nyerahin sebotol teh ke aku. Mungkin karena dia tau minumanku diembat Radit.


"Eh kak... "Aku nerima botol itu "Makasih"


"Mau balik kelas?"


"iya" jawabku, kuliat Resti dan Winta uda jalan agak jauh.


Akhirnya aku dan kak Al jalan beriringan menuju kelasku, mungkin dia mau ke mushola. "nanti latihan pramuka?"


"iya"


"pulangnya dijemput kak Arga??"


"Enggak, dia lagi ada acara dikampus"


"terus kamu gimana pulangnya?"


"naik ojek palingan"


"Aku anter ya??" Aku liat dia, bingung mau jawab apa.


"Kalau diem berarti setuju, ntar tunggu di halte kayak biasanya ya" ucapnya sambil senyum.


Dia berlalu pergi ke mushola, sedangkan aku belok ke kelas. Seneng sih sebenernya, tapi takut juga kalau hatiku goyah. imanku kan tipis.


Sepulang sekolah seperti biasa aku dan Resti ke kosnya Winta, sambil nunggu jadwal latian pramuka. Semakin kesini aku emang jadi lebih deket sama Resti juga Winta.

__ADS_1


Banyak hal yang bikin kita cocok, sama dua orang ini aku gak perlu jadi orang lain, mau curhat masalah apapun rasanya bebas.


Latihan pramuka sore ini adalah persiapan buat persami minggu depan. kita akan nginep di sekolah, tiap kali ada acara kayak gini aku ngerasa seneng, tapi juga rada ngeri. apalagi kalau udah disuruh aneh-aneh sama kakak DA.


Sepulang latian pramuka aku langsung jalan ke halte, berharap kalau kak Al udah nunggu disana. Dan ternyata benar, dia udah duduk di halte sambil mainin ponselnya.


"kak... "panggilku


"Bentar Ra, masih mabar aku" jawabnya tanpa noleh ke arahku.


Akhirnya aku duduk disampingnya, sesekali melirik dia yang keliatan heboh sama gadgetnya. Aku sedikit senyum melihat ekspresinya yang berubah-rubah.


"Zi... ngapain?" tanya Winta yang lewat depan halte.


"Lagi nungguin tukang ojek" ucapku sambil melirik kak Al.


Winta senyum, "Kalau tukang ojeknya kayak gitu gue juga mau Zi"


"Ambil-ambil"kataku malas


"hahaha... duluan deh gue Zi" pamitnya.


"Lo jadi pulkam?" tanyaku


"iya dianter mas pacar. duluan ya" katanya sambil berlalu.


"Ati-ati jangan belok sana sini" kataku sambil senyum.


"kalau kita boleh gak belok sana sini dulu?" tanya kak Al yang ternyata udah selesai mabar.


"Mau kemana? udah mau maghrib kak"


"belok masjid dulu maksudnya" katanya sambil senyum dan makein helm ke kepalaku.


Dan aku langsung deg-degan, jarak kita deket banget, dan ini masih area sekolah, kalau sampai ada yang liat gimana.


"Minggu depan persami?" tanyanya saat kita lagi dijalan.


"iya kak"


Selanjutnya kita ngobrol masalah persami, dia mulai cerita pengalamannya dulu, dia juga ngasih beberapa nasihat biar nanti aku gak kaget saat ngejalaninnya.


"Ra... "


"Apa?"


"Enggak, gak ada yang ngajarin" jawabku santai


"Ra... "


"Apa sih kak?" tanyaku.


"Jutek amat sih!"


"Habisnya dari tadi kak Al manggil terus"


Dia senyum "Aku seneng denger kamu manggil Kak Al, rasanya kayak kita punya dunia sendiri."


'Aku juga seneng kakak manggil aku Ra' batinku sambil senyum.


"Berasa punya panggilan sayang dari kamu"


"hahaha... kak Al lebay!" kita sama-sama diam. "Kak Al"


"ya?"


"gimana kak Al sama kak Tama??" Rada ragu aku bertanya, karena dulu aku bilang gak boleh ikut campur masalah pribadi. Tapi aku bener-bener kepo.


"biasa aja Ra, udah aman sekarang."


"Bener ya kak Tama pernah pacaran sama Kak Dea??"


"kamu lagi ngajakin aku ngegosip?"


"Ck... tinggal jawab doang ih!"


"hahaha... setahuku dulu emang mereka deket, dan karena itu dia ngajak Dea gabung jadi vokalis. kalau masalah mereka pacaran atau enggak, gak paham juga aku, gak pernah kepo kayak kamu"


"Gosip kalian bertiga masih rame lo kak" kataku, karena tiap hari temen-temen pada ngomongin itu.


"Biarin, ntar juga ilang sendiri"


"disini tuh kak Al kesannya jahat banget tau." kesalku "Tapi kak Al beneran gak suka kan sama kak Dea? "


"Kenapa?? "

__ADS_1


"Biar aku bisa bantuin kak Al, ntar aku bilangin ke yang lain. Biar nama kak Al gak jadi jelek, kesel aku tuh"


Kak Al hanya diam, ntah dia lagi mikirin apa, setelah kita sampai dirumah, aku ngerasa dia terus menatapku saat aku ngelepas helm.


"Ra" panggilnya, aku gak jawab, hanya terus melihatnya.


"Dengerin aku, aku gak masalah sama gosip itu"


"Aku yang masalah!" kataku kesal


"kenapa?"


"Anak-anak itu jadi mojokin kak Al, jadiin kak Al tersangka, ya aku gak trima aja, padahal kan kenyataannya gak kayak gitu"


Dia senyum "Biarin Ra"


"Dih, kak Al nih paham gak sih sama maksutku"


"kamu lucu kalau marah"


"hah?" aku kaget, dan mendadak salah tingkah "Kak Al aneh banget sih, aku ini lagi kesel sama kak Al lo"


Dia senyum, "Makasih ya"


Apaan sih aku ngomong apa dia jawab apa. Ck... "jawab dulu, kak Al suka gak sama kak Dea?"


"kamu cemburu?"


"E-enggak lah" kataku sambil mlengos.


Dia senyum "aku kan uda bilang, aku gak ada rasa sama Dea, dia cuma aku anggep temen satu band gak lebih."


Aku ngangguk mengerti, "Boleh ya aku bilangin ke anak-anak biar mereka gak gosipin kak Al terus"


"Boleh, sekalian aja bilangin kalau aku udah punya cewek"


"siapa?" tanyaku sambil menatapnya tajam


"kepo!" ucapnya sambil ketawa "Udah ah, balik dulu salam ke kak Arga"


Aku cuma diem, otaku masih terus mikir apa yang dia ucapin tadi. Kak Al punya pacar? siapa?


"Ra..."


"hah? "


"Aku balik dulu. mau salim gak?"


"Gak!" ketusku, dia malah ketawa.


"Assalamualaikum Ra"


"Waalaikumsalam"


Sejak kak Al ngomong tadi pikiranku langsung gak konsen, apa bener dia udah punya pacar? terus selama ini dia beneran cuma manfaatin aku? pacar? Ck... bilangnya ke aku gak mau pacaran takut dosa. Apaan ini maksudnya??


"Dasar cowok sialaaan!" gumamku kesal.


"Ngedumel apa kamu?" tanya kak Arga sambil duduk disampingku.


"loh kog uda balik katanya ada acara di kampus?"


"uda selesai. tadi jadi dianter Valdi?"


"Jadi. kog kakak tau?? "


"Dia tadi chat minta ijin mau nganter kamu pulang. boleh gak? gitu"


"Dia minta ijin ke kakak?"


"iya. "


"baru tau aku" jawabku malas, perasaanku masih gak enak, kesal sama kak Al.


"Eh dek, kamu ikutan training kepemimpinan karang taruna ya"


"Apaan tuh??"


Kak Arga ini sekarang jadi ketua karang taruna di desaku, entah kenapa dia sangat suka berorganisasi, beda sama aku yang malas dan hanya sekedar jadi penggembira.


"Ada program baru, buat anak usia SMA, pelatihan kepemimpinan gitu, anak-anak pada rekomin kamu sama Bagas."


"Ogah ah, ntar pasti ribet. yang lain aja"


"Siapa lagi? cuma kamu nih cewek yang bisa kita andelin."

__ADS_1


"Males ih" kataku sambil berlalu pergi.


***


__ADS_2