
TA 09
Setelah kak Al nganter pulang sore itu kita gak pernah lagi ngobrol, aku masih kesal sama dia, di chat pun aku cuma jawab seadanya, lagian dia udah punya cewek ngapain aku repot-repot.
Tapi yang namanya cinta emang gak ada logika, sekesal-kesalnya Aku ke kak Al,aku masih terus belain dia. Bilang ke temen-temen kalau kak Al gak ada apa-apa sama Kak Dea, karena sebenarnya kak Al udah punya pacar. dan berharap berita itu nantinya menyebar, jadi gak ada yang nyalahin kak Al lagi.
Dan seperti dugaanku, gosip kak Al yang punya pacar jadi rame, aku bener-bener gak nyangka. gosip dengan kak Dea mulai hilang. tapi aku jadi bingung saat ditanya siapa pacar kak Al, karena jujur aku juga gak tau.
Hari ini malam persami, dari pagi aku udah bawa banyak barang. rumahku sebenarnya gak terlalu jauh, tapi malas kalau harus pulang rumah dulu. apalagi jarak waktunya juga mepet.
Sekitar pukul 1 sore upacara pembukaan persami di mulai, lalu kita balik ke kelas buat nata barang bawaan.karena setelah ini kita ada penjajahan, dimana tiap regu harus mengerjakan sandi untuk mengetahui tujuan selanjutnya. Berasa lagi nyari harta karun.
Setelah muter kurang lebih 3 jam, kita balik lagi ke area perkemahan. ishoma. dilanjutkan pertunjukan dari beberapa regu di sekitaran api unggun. canda tawa menggema di lapangan. setelahnya kita diminta istirahat, sebelum nanti harus ada jelajah malam ke kuburan.
"Dek, yang namanya Zivara Anastasya mana?" tanya seorang kakak DA cewek kelas XII,saat ini kita lagi di dalam kelas istirahat.
"saya kak" kata ku sambil mendekat, berharap gak ada hal buruk.
"nih ada titipan"
"Dari?" kataku sambil nerima paper bag.
"Pacar mungkin" ucapnya sambil senyum dan berlalu.
"Makasih kak! " kataku yang hanya dibalas lambaian tangan.
"Pacar apaan? palingan kak Arga"gumamku sambil berjalan ke anak-anak yang lagi ngumpul duduk dibawah.
"Dari sapa Zi? " tanya Renata.
"Kak Arga" jawabku asal.
Ternyata ada beberapa camilan dan minuman yang langsung aku bagiin ke anak-anak. cuma susu coklat kesukaanku yang tetep aku pegang. tapi mataku membulat saat mengambil jaket dari dalam paperbag itu. jelas kak Arga gak punya jaket ini.
Kak Al, ya ini adalah jaket kak Al yang beberapa kali pernah dia pakai. parfumnya juga sama, jadi paperbag ini dari dia? aku senyum dan memakai jaketnya, dingin emang tadi aku cuma bawa jaket tipis. akhirnya aku merebahkan tubuhku dengan memakai jaket kak Al, berasa di peluk, hahaha...
Tepat jam 11.30 kita semua berkumpul di lapangan, persiapan buat jelajah malam. pikiranku udah gak karuan, kita berjalan peregu, menuju ke area pekuburan dekat sekolah.
"Jangan ada yang nyalain senter ke atas dek! kalau sampek ada yang ngelanggar! tau sendiri akibatnya!" teriak salah satu kakak DA cowok.
Aku menelan salivaku, apa-apaan ini, deh, sepanjang perjalanan aku terus berdoa. Renata sebagai ketua regu juga terus memberi motivasi.
Sampai di depan makam, kita masih harus antri dulu, karena nanti cuma 2orang yang akan masuk, bergantian. saat aku melihat sekitar aku melihat bayangan kak Al, tapi ngapain dia disini, meskipun banyak anak kelas XII tapi aku tau kak Al jarang ikut acara seperti ini.
"Zi, lo depan!"kata Nia sambil dorong badanku.
Kita berdua saling bergandeng tangan, aku tau Nia lebih penakut dan manja daripada aku, dan disini aku yang harus lebih memberanikan diri.
"gelap Zi"
"kalau mau terang penjelajahan di Mall sana"
"Mall jam segini juga gelap Zi, lebih serem malahan"
"iya ya, udah ah diem! banyakin doa" sekilas aku melihat bayangan kak Al lagi.
Sepanjang perjalanan aku mendengar beberapa suara jeritan, Nia makin erat megang tanganku. kita terus berjalan cepat, dengan intruksi dari salah satu kakak DA. sebelum sampai gerbang makam kita disuruh minum.
"huweeek! " Nia bergidik setelah meminumnya.
pahiiit.... kita disuruh minum sejenis jamu,brutowali namanya. pahitnya minta ampun. Setelahnya kita disuruh gabung dengan anggota regu yang lain. masih ada anggota yang di dalam, jadi kita harus nunggu. kita saling berbagi cerita, pada heboh sendiri.
"Nih" kata seseorang sambil mengulurkan permen kearahku.
"kak Al? kog disini?"
Dia cuma senyum "makan permennya, biar pahitnya berkurang. bagiin sama yang lain"
"makasih"kataku sambil bagiin permen.
"liat apa aja di dalem?"
"gak tau deh, cuma fokus ke jalan"
jawabku, masih keinget tadi di dalem, horor banget.
"Besok baliknya aku anter, tunggu di halte kayak biasanya" bisiknya lalu berlalu pergi ke temen-temennya yang lain.
Rasa kesalku berkurang ke dia, tapi aku udah gak sempat berpikir jauh lagi, rasanya kepalaku udah penat,capek plus ngantuk.
Sampai sekolah masih terdemgar bentakan dari kakak DA, entah apalagi yang harus kami lakuin. tapi setelah semua udah kumpul di lapangan, kita hanya apel sebentar dan langsung disuruh istirahat. karena sekaramg udah jam 3.
Pukul 5 pagi kita bangun dan sholat. setelah itu bersih-bersih kelas yang kita jadiin 'tenda sementara'. lalu kita kumpul peregu membentuk lingkaran. saling berbagi cerita dan diskusi dengan kakak DA pendamping.
Untung bukan kak Dea yang dampingi reguku, pasti gak nyaman. sambil diskusi kita diberi roti dan air putih untuk mengganjal perut. Tepat jam 7 pagi kita apel penutupan. setengah jam kemudian kita dibolehin pulang.
"Zi... " panggil Radit,
"Paan dit, gue capek ngantuk banget, gak ada tenaga buat ladenin ocehan lu"
"Gag ada tenaga tapi nyerocos"
"Ck... lo ngapain jalan? gak bawa motor?"
__ADS_1
"Enggak naik angkot" katanya "Barengan ya jalan ke pasar"
"gue udah dijemput sama tukang ojek!"
"gak asyik lu"protesnya.
Kulihat kak Al uda di depan halte, duduk di atas motornya, sambil ngeliat ke arahku. "Duluan Dit!" pamitku
Aku berjalan cepat ke kak Al, rasanya udah gak ada tenaga, dia senyum kearahku. ngambil gulungan tikar yang aku bawa.
"siniin tas kamu juga, anak kecil bawaannya banyak banget" sindirnya.
Aku hanya nurut, setelah memakaikan helm kak Al nyuruh aku cepet naik. dan melajukan motornya, kali ini dia gak lewat jalan tikus yang berlawanan dengan arah sekolah, dia malah sekarang melewati depan sekolah yang notabene masih banyak anak.
"tumben lewat sini?"
"Biar ada yang cemburu!" jawabnya singkat.
"Siapa?" tanyaku heran
"Banyaak!" jawabnya
Ck... apa dia sengaja bikin pacarnya cemburu? jadi pacarnya sekolah sini juga? aku kepo, tapi aku udah ngantuk banget, rasanya gak bisa di ajak mikir.
"capek?" tanyanya.
"Banget!"
"Mau makan buryam dulu gak?"
"ngantuk"
"makan dulu lah, biar nyampek rumah langsung bisa tepar"
"iya deh"
kak Al ngajak aku ke warung buryam pinggir jalan, terlihat rame karena hari minggu. tapi untungnya kita masih dapat tempat duduk yang pojok.
"Kak Al rajin amat jam segini udah nangkring disekolah. Niat jemput aku, atau modusin yang lain?"
"Maksutnya?" aku hanya menggeleng dan mengangkat bahu.
"Semalem habis jalan sama anak-anak, terus diajakin nengok anak persami. ya ngikut aja. terus nginep di kosan Tama, sekalian nganter kamu terus pulang"
"Owh... " kataku "Ada yang mau aku kepoin ke kak Al, tapi berhubung aku lagi ngantuk kapan-kapan aja deh." kataku sambil nyuap bubur.
"owh iya, makasih ya titipinnya semalem. jaketnya masih dalam tas, aku cuci dulu ngembaliinnya sekalian sama jaket yang dulu"
"kenapa gak dipake?"
"aku pake waktu tidur semalem. jaketnya tebal enak dipake tidur malem"
"Berasa ada yang meluk ya?" tanyanya sambil ketawa
"Gak lucu ih!" kesalku, mungkin karena malu udah ketahuan.
"Gak ada yang aneh-aneh kan semalem?" tanyanya.
"Gak ada, tapi... "
"tapi?"
"waktu jelajah malam di makam, kan di awal jalan mata kita ditutup tuh, aku ngerasa tanganku ada yang genggam" ucapku
"temen kamu kali"
"enggak! orang tangannya Nia dua-duanya ngrangkul lenganku."
"ditengah jalan kan mata kita dibuka tuh, sebelum itu genggamannya dilepas, jadi aku gak bisa liat."
"hayoo lo siapa tuh?"
"masa iya setaan, orang tangannya hangat kog. dih aku cerita merinding ini" kataku "Tapi aku bersyukur sih, berasa ada yang nguatin aku, soalnya si Nia uda berisik, nakutin ,tanganku dicubit mulu. makin horor jadinya"
Kak Al cuma senyum " Yang jatuh semalem berdarah gak??"
"iya, nih rokku sampek sobek, kena batu kayaknya, si Nia tuh narik-narik aku padahal tanganku... "
Aku menghentikan ucapanku, dan melihat kak Al yang lagi senyum manis sambil ngeliat aku. "kog kakak tau?"
"nyampek rumah langsung di obatin biar gak infeksi." katanya sambil lanjut makan.
setelahnya kita cuma diem ngabisin buryam, kak Al berdiri dan membayar makanan kami. Aku melihatnya intens, aku baru sadar kalau kak Al sekarang ganteng banget. pake celana pendek santai, kaos putih dan jaket yang dibiarin kebuka. apalagi masih pagi, dia kelitan lebih seger.
"Ra..." panggilnya
Aku berjalan mengikutinya, seperti biasa dia memakaikan helm. wajahnya kenapa jadi makin ganteng sih.
"kak Al" panggilku saat kita mulai jalan.
"apa?"
"jangan bilang kak Al semalem ikut penjelajahan dan genggam tanganku" tebakku
__ADS_1
"Ge-Er banget kamu!"
"habisnya kak Al tau darimana aku jatuh? Nia aja gak tau waktu itu kalau aku gak cerita"
"nebak aja"
"Gak mungkin!" kesalku sampai tanpa sadar nyubit pinggangnya.
"Aaw... sakit Ra" Dia nahan tanganku yang tadi nyubit dia.
Dia malah genggam tanganku, padahal posisinya kita lagi boncengan. dan aku duduk miring.
"Iya-iya semalem aku nemenin kamu."
"ngapain?"
"Suka-suka aku lah"
"Tapi kog bisa?"
"Aku bilang sama anak-anak pengen nostalgia jaman dulu, terus dibolehin, banyak kog anak-anak yang masuk. malah bantu nakut-nakutin"
"terus kenapa kak Al gak ikutan nakutin tapi malah nemenin aku?"
"Biar bisa modus megang tangan kamu" jawabnya
"Idih" aku mencoba nepis tangannya yang dari tadi genggam aku. tapi malah ditarik lagi.
"Bentar aja Ra" katanya dengan genggam tanganku lagi
"Aku cuma pengen nemenin kamu, khawatir aja, anak kecil masuk makam kalau di dalem nangis-nangis gimana. repot ntar, gak ada yang jual es cream."
"ih... nyebelin" kesalku
"hahaha.. kamu lucu kalau lagi takut Ra, wajah kamu gemesin. lupa kemaren gak divideo"
"iseng banget sih" protesku.
kita diam lagi "sampek kapan pegangan tanganya?" tanyaku setelah cukup lama.
"lupa Ra, khilaf" katanya langsung melepas tanganku "Maaf"
"Kak Al tuh harus dikasih ultimatum dulu emang ya!"
"kenapa?"
"Kak Al megang tanganku gini kalau sampek pacarnya tau gimana? kan bisa salah paham! kalau sampek tengkar terus putus gimana?"
terdengar dia senyum "Gak bakal marah dia"
"kenapa? " tanyaku heran
"karena dia juga seneng tangannya aku genggam"
"Ck... alasan macam apa itu! bilang aja kak Al tuh playboy! suka modusin cewek! untung aja aku udah kebal jadi gak bakalan baper lagi sama kak Al!"
"kebal? padahal aku seneng lo bikin kamu baper Ra"
"Tobat kak! jelek-jelek gini aku juga cewek! kalau pacar kak Al tau dia juga pasti marah. Gak mau ah kalau sampek aku dilabrak!
"Gak bakalan marah dia Ra"
"dasar cowok! udah punya pacar masih modus sana sini. diputusin nangis-nangis ntar" gumamku pelan
"kamu ngomong apa Ra? gak denger!"
"Kak Al jelek! playboy pengobral cinta" kesalku
"Apa? kak Al ganteng aku cinta?" ucapnya jahil
"dih nyebeliiiiin!" kataku sambil nyubit dia lagi.
"Ampuuun Raa...!" jeritnya
"Rasain" kataku setelah puas nyubit dia.
Sampai rumah ternyata kak Arga lagi nyuci motor, dia ngajak kak Al masuk dulu. Aku ngambilin dia minum. dan duduk di teras nemenin kak Al.
"Mandi sana obatin lukanya terus tidur, keliatan capek banget kamu" kata kak Al sambil ngeliat aku.
Aku emang capek banget, tapi rasanya gak enak kalau harus ninggalin dia, udah dianterin masak ditinggal tidur.
"gak papa Ra, aku mau ngobrol sama kak Arga, kamu istirahat gih" katanya lembut.
"Aku masuk ya kak, makasih"
"iya"
"kak, buruan ih nyucinya ditungguin kak Al tuh kasian. tadi ngajakin masuk, eh malah ditinggal nyuci" kataku saat ngelewatin kak Arga.
"bentar dek, nanggung ini" katanya "Valdi aja gak protes, berisik lu"
Aku langsung masuk ke dalam, meninggalkan kak Al di teras, entah mereka mau ngobrol apa, aku udah gak kepo, mataku udah sepet pengen tidur.
__ADS_1
***