TriAngel

TriAngel
TA 60


__ADS_3

TA 60


“Loh…”


Zia sangat kaget ngeliat orang yang duduk di kursi kebesarannya, orang itu juga gak kalah kaget dari Zia, bahkan saat mulai Zia buka pintu dia udah kaget, tapi hanya bisa diam karena Zia masih belum menyadari keberadaanya. Zia sedang sibuk melihat ruangan bosnya.


“Araaaa?!”


“Kak Al?” Zia keliatan bengong dan masih beridir di depan pintu.


Gimana mereka gak kaget, selama bertahun-tahun gak ketemu, dan hari ini mereka ditemukan lagi dalam kondisi yang sama sekali gak terduga.


“kamu ngapain disini?” Tanya Rivaldi sambil duduk.


Ya ternyata bos di tempat kerja baru Zia adalah Rivaldi alias kak Al, mantan Zia yang dulu tiba-tiba ngilang.


“Kerja” kata Zia sambil duduk di depan Al


“gak sopan kamu, belum disuruh duduk juga!” semprot Valdi


“Bodo amat!”Zia kembali menegakan duduknya dan natap Al “ Ini beneran kak Al? sumpah? Aku gak lagi ngimpi kan?” kata Zia heboh.


“ck… lebay kamu!” Al keliatan salah tingkah


“soalnya aku sama yang lain itu ngiranya kak Al udah tenang di alam lain” ledek Zia


“sembarangan. Orang masih sehat walafiat gini dikira udah mati”


Zia senyum “syukur deh kalau masih idup” kata Zia asal


“Seneng kamu ketemu aku?”


“Lebih ke gak nyangka sih bisa ketemu lagi” kata Zia sambil ketawa.


“Jadi kamu karyawan barunya?”


“Iya” kata Zia santai “Kak Al bosku?”


“IYa”


“Kog bisa???”


“Apa? Ya bisalah. Ngremehin kamu?”


“Bukannya gitu, kak Al kan dulu mau jadi dokter? Kog bisa? Profesi ganda ya?”


“Simpen rasa penasaran kamu itu! Kita sekarang lagi kerja, harus professional, gini-gini aku atasan kamu loh”


Zia mencibir, dalam hati dia membenarkan ucapan Al, gimanapun dia karyawan baru disini. Dan orang di depannya ini bukan Al mantan pacarnya yang sangat dia kenal dulu, karena dia sekarang keliatan berubah, bertahun-tahun gak ketemu jelas banyak perubahan.


“Oke Mas Bos!”


Zia diam dalam duduknya dan terus ngeliat Al, sedangkan Al sendiri dia masih membuka dokumen dan CV yang tadi dia serahin.


“Ngapain liat-liat aku?” Tanya Al sambil ngeliat Zia tajam


“Ck… aku kan lagi nungguin instruksinya atasan,” sindir Zia.


Al ngangguk “Owh… udah tau kan job disk kamu?


“Udah, Mbak Rani udah ngasih list tugas aku, sama beberapa hari kemaren udah di ajarin banyak”


“bagus, kamu kerjain aja list yang dikasih Rani, kalau butuh bantuan langsung ke Rani atau Dimas”


“Siap” jawab Zia santai


“Ehm… gimana kabar kamu?” Tanya Al tiba-tiba saat mereka cukup lama diam.


“emangnya antara atasan bawahan harus gitu nanyain kabar?” Tanya Zia, dia membalik omongan Al tadi.


“Gak ada salahnya kan atasan nanya kabar?” kesal Al “Ck…kamu tuh kebiasaan”


Zia hanya senyum dan ngangguk-ngangguk, pura-pura gak peduli kalau Al kesal.


“Yaudah sana balik kerja! Awas ya, kamu masih masa training. Kalau berulah aku pecat!”


“Mas bos tenang aja, aku mah karyawan yang teladan. Jarang banget bikin ulah” kata Zia antusias


“Bagus!”


“Yaudah aku keluar dulu” kata Zia mau berdiri


“Tunggu” tahan Al saat Zia udah berdiri.

__ADS_1


“Apa?”


“Jangan bilang siapapun kalau kamu kerja sama aku” kata Al tegas


Zia langsung balik duduk “kenapa? padahal rencananya aku mau langsung posting di grub!”


“Jangan! Pokoknya jangan sampai ada yang tau, biarin aja mereka ngiranya aku udah mati seperti kata kamu” kata Al serius, Zia sedikit gak nyaman


“tapi…”


“udah nurut aja sama atasan” kata Al lagi


“CK… belum apa-apa udah jadi atasan yang suka ngatur kehidupan pribadi karyawan” gumam Zia pelan


“Ngomong apa kamu?” Tanya Al penasaran


“Enggak”


“Yaudah sana balik kerja”


“Oke”


“Awas ya jangan sampai ada yang tau”


“Gaji dinaikin ya” canda Zia


“Ngelunjak!” semprot Al


“Hehehe… peace booss” ucap Zia sambil ngacir keluar ruangan.


Sampai ditempat duduknya Zia masih sempet bengong, dia gak nyangka bisa ketemu lagi sama Al disini. Zia gak sadar kalau dari tadi ada yang merhatiin dia.


“kenapa bengong dari ruangan bos?” Tanya Rani yang sempet heran sama sikap Zia.


Saat keluar ruangan dia keliatan senyum samar, tapi juga santai. Gak seperti karyawan lain yang biasanya dikasih shock terapi sama Mas Bos.


“Enggak Mbak” kilah Zia “Tapi beneran itu bos kita mbak?”


“Iya. Kenapa gak nyangka ya masih muda udah jadi bos”


“Iya”Jawab Zia ragu, sebenernya dia hanya beralasan.


“Dari dulu tuh dia pekerja keras, setahuku mulai sebelum masuk kuliah dia udah sering gambar design, terus dia juga kuliah sambil kerja di salah satu kantor design arsitektur terbesar di jogja”


“Iya, dia letingku di kampus, jadi tau banget aku”


“Owh… dia masuk kuliah tahun berapa mbak?”’


“kita angkatan 2010,”


“Seangkatan sama aku dong”


“iya, kita seangkatan, tapi umurnya 2 tahunan di atas kita” jawab Rani


Zia menerawang jauh, dia mengira-ngira kenapa Al bisa jadi seorang arsitek bukan seorang dokter.


“kamu kenapa? naksir sama mas Valdi?” godanya


“hah? Enggak Mbak Cuma lagi mikir aja”


“Mikir apaan? Percuma kalau kamu mikirin Mas Valdi, digodain ya sama dia?”


“Enggak”jawab Zia cepat


Rani ketawa “Mas Valdi emamg gitu, suka modus. Dari jaman kuliah dulu terkenal playboy!”


“What??? Kak Al playboy” Zia kaget


“Kak Al?” kini malah Rani yang kaget


“Ehm… maksutku Kak Valdi”


Rani senyum tertahan, “Iya, playboy kelas kakap, hampir tiap bulan gonta ganti cewek”


“pacaran?”


“Gak tau juga sih pacaran atau enggak, tapi yang jelas dia selalu gonta ganti cewek. Mangkannya kamu harus ati-ati”


“Emang anak sini ada yang dipacarin? Termasuk mbak?”


“Sembarangan, dia itu sahabat cowok gue”


“Owh, maaf mbak, hehehe”

__ADS_1


“kalau anak kantor sini sih gag ada, dia selalu professional. Anaknya humble sih emang ke semua orang, mangkannya banyak yang baper sama sikapnya, tapi setahu gue dia sama sekali gak pernah ngajak anak sini keluar berdua, kalau rame-rame sering."


***


Sedangkan di dalam ruangan Valdi masih memikirkan pertemuannya dengan Zia, jelas dia sangat kaget kenapa Zia bisa bekerja di kantornya. Padahal selama ini dia selalu bersembunyi dari semua yang berhubungan dengan masa lalunya.


Valdi kembali mengingat kejadian bertahun-tahun lalu saat dia maksa pulang ke Malang buat datang ke pertandingan Marching Band yang diikuti Zia.


Saat itu dia sangat senang dan bangga mempunyai Zia disampingnya, tapi saat melihat Davin yang datang nemuin Zia dengan memberi satu bucket bunga besar dan kado jelas mengusik egonya, dia merasa dihianati.


Jelas dia sangat cemburu dan mulai berpikir negative walau setelah itu dia tau kalau bunga dank ado itu dari Kak Arga, tapi kejadian itu bikin Valdi memikirkan ulang tentang hubungannya dengan Zia.


LDR jelas bukan hal yang mudah, dan akhirnya dia milih buat mengakiri sebelum ada banyak masalah kedepannya.


Dia sempat mendatangi Davin, meminta tolong untuk menggantikannya menjaga Zia, padahal dia tahu ini sangat menyakitkan.


Tapi dia juga gak boleh egois, Zia berhak bahagia, dia pasti membutuhkan orang yang selalu ada disampingnya.


sedangkan kalau masih tetap sama dia itu pasti Cuma akan memberatkan Zia.


“Lo kenapa bos?” Tanya Niko yang tiba-tiba masuk


“Kebiasaan lo main nyelonong aja” kesal Valdi “yang rekrut admin baru siapa? Elo?” Tanya Valdi sambil muter-muter mainin kursinya.


“Zivara?” tanyanya, Valdi ngangguk


“Iya gue”


“dia ngirim lamaran kesini atau gimana?”


“Iya, dia ngirim email, dan lolos seleksi” kata Niko santai “Kenapa, naksir? Tipe lo banget kan?” goda Niko.


Niko ini sahabat Valdi sejak kuliah semester pertama, jadi dia udah hafal banget sama tabiat Valdi yang suka mainin cewek, sampai dia hafal selera cewek Valdi seperti apa.


Valid senyum samar “Ck… gak usah ngawur! Kayak tau aja kalau dia jomblo”


Niko mendekatkan badannya kea rah Valdi “ lo mau tau tentang Zia gak?”


“gak!”


“Ck… ini tentang statusnya dia, lo pasti gak nyangka”


Jelas ada sedikit rasa penasaran di Valdi, gimanapun juga Zia pernah jadi orang special dalam hidupnya.


“Apa?” Tanya Valdi malas


Niko menyunggingkan senyum menang, tanda kalau Valdi mulai tertarik dengan pancingannya, dan sepertinya bosnya satu ini udah mulai menaruh perhatian ke Ziva, dipancing dikit aja langsung kena.


“Zia itu janda” bisik Niko


“Serius lo?” teriak Valdi


“Biasa aja dong, kampreet! Kaget gue” Niko ngusap-ngusap telinganya yang kena korban teriakan Valdi


“Lo jangan bikin gossip sembarangan!” Valdi ngelempar Niko dengan bolpoin.


“Serius gue, orang dia sendiri yang bilang waktu interview” terang Niko.


“Dia sendiri yang bilang?” Valdi jelas penasaran


“Iya. Gak nyangka kan lo? Dari tubuhnya juga gak keliatan kalau dia udah pernah nikah, mantap kan gue milih anak baru” kata NIko bangga


Valdi mulai bermain dengan pikirannya, dia tau setelah mereka putus, beberapa tahun kemudian Zia beneran jadian sama Davin, karena jujur Valdi masih terus stalking sosmed Zia.


Dan setelah tau itu dia sama sekali udah gak peduli karena entah kenapa dia masih ngerasa dihianati.


Janda? Itu bener-bener gak masuk dalam pikirannya, apa mereka nikah terus kak Davin meninggal? Karena dia sangat tahu Davin dan Zia bukan tipe orang yang main-main dengan pernikahan.


Janda karena suami meninggal itu lebih masuk akal. Atau Zia nikah dengan orang lain.begitulah pikiran Valdi.


“Jujur, lo tertarik gak sama dia?” pancing Niko. Valdi masih diam, dipikirannya berkecamuk banyak hal.


“Ck… kelamaan mikir lo, jangan salahin gue ya kalau Zia gue embat duluan!” kata Niko santai.


“Suaminya meninggal atau dia cerai?” Valdi masih penasaran


“Mana gue tahu, gak sedetail itulah gue interviewnya”


“LO tuh harusnya punya info yang lengkap”


“Ck… gak penting, pokoknya tuh dia janda. Lo tau kan istilah kalau janda lebih menggoda, hahaha…” kata Niko sambil berlalu pergi.


***

__ADS_1


__ADS_2