TriAngel

TriAngel
TA 83


__ADS_3

TA 83


Setelah melakukan perang yang cukup panas tadi kita berdua tertidur, aku terus mendekap erat tubuh polosnya. Saat kedua kulit kami saling bersentuhan tentu aja ada yang berontak lagi. Kugoda Ara yang masih lelap tidur.


Kugesekkan punyaku ke pahanya. Sambil senyum-senyum jahil. Ara mulai menggeliat.


“kak…” rengeknya


“Apa sayank?” godaku “pengen lagi” kataku akhirnya


Dia terlihat kaget, tapi kemudian mengelus pipiku lembut. “Lakukan sesukamu yank” balasnya.


Tentu saja aku tersenyum menang.


Dan kita pun melakukannya lagi…


Bahkan selesai sholat subuh pun kita masih terus bertempur,baru setelahnya kita tepar. Aku bangun saat matahari sudah mulai tinggi, entah jam berapa sekarang.


Sepertinya Ara sudah bangun, aku mencoba mencari dia, yang ternyata sedang berdiri di balkon dengan menghadap kaca besar.


Kudekati dia, sepertinya sedang melamun, sampai-sampai dia gak sadar kalau aku berjalan di belakangnya. Ku peluk dia dari belakang.


“Sayaaaank…” bisiku ditelinganya


“Udah bangun?” tanyanya sambil mengusap pipiku.


“kamu nanyain juniorku, deket kamu langsung bangun” jahilku


Dia memukul tanganku “Kak Al nih mesum banget sih, hahaha”


“gak sakit yank? Kog udah jalan aja” tanyaku sambil mencium kepalanya.


“udah gak terlalu, aku udah minum obat” katanya sambil bersandar di badanku.


Aku teringat drama yang terjadi tadi pagi saat mau sholat subuh. Ara terus nangis karena punya dia terasa sakit. Aku sampai harus membopongnya kekamar mandi, dan membantunya bersuci.


aku jelas kasihan melihatnya, tapi aku jelas sangat senang, karena akulah pemenangnya, pemilik Ara seutuhnya.


Aku tersenyum “kamu hutang penjelasan ke aku yank”


“Tentang?”


“Virgiiin”


“hahaha… aku kan bilang kalau setelah Gama ketahuan kita bikin kesepakatan. Pertama, gak ada yang boleh tau, kedua gak boleh nyerain Dea, dan yang ketiga, dia sama sekali gak boleh nyentuh aku”


“dan dia mau?” tanyaku masih gak percaya


“kak Al udah buktiin sendiri kan kalau aku masih virgiiin”


Gila… bukannya aku gak bisa nerima Ara apa adanya, bisa nikah sama dia aja itu udah kebahagiaan tersendiri buatku. Tapi dia masih Virgiin itu sama sekali gak ada dalam bayangan.


Aku semakin memeluk erat dirinya. Tak butuh waktu lama aku ngangkat dia ke ranjang.


Kita Cuma saling bercengkrama, aku tau Ara masih capek. Akupun juga. Kita saling bercanda dengan sesekali berciuman. Hmmm…


nikmat mana lagi yang Kau dustakan…


“Kak…”


“hmmm…”


“Boleh gak sih aku bilang ke Resti sama Winta kalau aku udah nikah?” Tanya Ara sambil mengusap pipiku.


Kucium tangannya “kirain kamu udah bilang”

__ADS_1


“Belum, kan mereka pasti heboh sama siapa suamiku, kak Al emangnya gak masalah kalau mereka tau tentang kakak?”


Aku tersenyum, jujur aku lupa masalah itu “gak papa sayank, bilang aja.”kataku sambil mulai bangkit


“mau kemana?”


“ke kamar mandi. Ikutan? Yuk” godaku, Ara mlengos , aku ngakak.


--AUTHOR POV—


Setelah Valdi ke kamar mandi, Zia mencari ponselnya. Dia mulai mencari foto nikahan mereka. Di memilih foto yang hanya ada dirinya, dan mengirim di grub Triangel.


Zia merapikan tampilan rambut dan wajahnya, karena dia yakin kedua sahabatnya sebentar lagi akan video call.


Benar saja, beberapa menit kemudian Resti video call, disusul dengan Winta. Mereka video call bertiga. Zia tersenyum melihat ekspresi kedua sahabatnya.


“Ziaaaa… lo apaan sih ngirim foto nikahan? Kangen lo sama mantan suami lo yang gila itu?” Teriak Winta


“Hahaha…” Zia malah ketawa


“Gila emang dasar nih anak,” kesal Resti


“Itu bukan foto nikahan gue yang lama. Itu baru kali fotonya. Sama suami baru” kata Zia santai


“Maksut lo???” teriak Resti dan Winta barengan


“hahaha…” Zia makin ngakak “Gue udah nikah lagi dong”


“Ebusyet markonah…. Becanda lo gak lucu ya!” kesal Winta


“Gue gak bercanda” jawab Zia serius.


“lo nikah sama siapa? Gilaaak!” Resti heboh


“kita kan udah bilang Zi, kita berdua harus nyeleksi calon suami lo dulu. Jangan gegabah lo” cerocos Winta


“Gama maksut lo?” tanyaku “Sory ya, cowok beda dong”


“ Siapa?” Tanya mereka berdua


Tepat saat itu Valdi muncul, mendekati Zia dan mencium pipinya. Resti dan Winta melongo.


“Hay…” sapa Valdi kea rah Resti dan Winta


“Res, gue gak lagi halu? Gak lagi liat setaan kan?” cerocos Winta


“Sialaan Winta, kalian beneran ngira gue udah mati? Sembarangan” kesal Valdi


“hahaha” Zia ketawa


“kamu nih yank seneng banget” kata Valdi sambil nyium pipi Zia lagi


“Ya Allah… beneran kak Valdi? Kog bisa sih? Jadi kalian udah nikah?” Resti masih gak percaya.


“Panjang ceritanya” jawab Zia


“Kita siap dengerin.” Ucap Winta tegas “hari ini kita kerumah lo”


“gue lagi gak dirumah” jawab Zia


“Lagi honeymoon dong” timpal Valdi sambil senyum lebar


“Asyeeeem kalian main honeymoon aja, nikah gak kabar-kabar” gerutu Resti


“Pulang honeymoon balik Malang kan?” Tanya Winta

__ADS_1


“Gak, langsung balik jogja, harus kerja kita” jawab Zia. Valdi senyum-senyum aja disampingnya.


“ya Allah… sumpah gue gak nyangka…” kata Resti


“kabarin kalau udah di jogja, gue samperin ke sana” kata Winta


“Gue ikut” kata Resti semangat


“kita tunggu dijogja” ucap Valdi


“Kak Val, awas kalau sampe nyakitin Zia, please bahagiain Zia” ucap Winta sambil nangis.


Entah kenapa dia jadi nangis. Banyak yang mereka rasain.


Zia ikutan netesin air mata, begitu juga dengan Resti. Valid memeluk Zia erat.


“Tenang aja, mana bisa gue nyakitin cewek kayak Ara. Malah dia nih yang nyakitin gue” kata Valdi bercanda, Zia manyun.Winta dan Resti akhirnya senyum.


“Selamat ya buat kalian, langgeng terus, moga SAMAWA… sumpah gak nyangka gue” kata Winta


“Selamat ya, pokonya kalian harus bahagia. Gue kudu bilang sama kak Fian.” Kata Resti semangat.


“Hahaha… kita tunggu di jogja, sekalian jangan lupa kado nikahan ya” canda Zia.


Mereka cukup lama ngobrol berempat, sampai akhirnya video terputus karena Winta ada janji sama suaminya.


Zia dan Valdi kembali bergelut dalam selimut, hanya saling peluk dan bercanda.


Sore hari mereka berdua kembali jalan-jalan, menikmati sisa liburan mereka. Selama honeymoon sepasang suami istri tersebut benar-benar memanfaatkannya.


Mereka menjelajah pulau Lombok, merefreskan pikiran sebelum kemBali ke jogja dan bertempur lagi dengan kerjaan.


***


Sabtu sore Zia dan Valdi sudah sampai di jogja, mereka langsung menuju ke rumah Valdi. Keadaan rumah kosong, karena Bunda dan Mbak Minah masih di Malang. selesai bersih-bersih, mereka berdua bersantai di ruang tivi.


“Kak…” panggil Zia yang duduk sambil rebahan di bahu Valdi


“Apa” jawab Valdi sambil nyium kepala Zia


“kalau misalnya kita backstreet dulu gimana?” Tanya Zia ragu


“hah? Kenapa? kita kan udah nikah Ra, gak lagi pacaran”


“bakalan aneh gak sih kalau kita tiba-tiba udah nikah aja, ntar dikiranya kita aneh-aneh lagi” terang Zia.


“kenapa? kamu takut fans kamu gak trima?” Valdi mulai kesal,


“apaan, aku gak punya fans ya, kak Al tuh fansnya banyak” kata Zia sambil manyun.


Valdi ketawa dan narik bibir seksi Zia. “ada tuh si Ferdi, Niko juga sering godain kamu kan? Dasar tuh monyet! Belum pernah gue dampraat!” kesal Valdi


“maksut aku jangan langsung nikah gitu kak, apalagi aku yakin Dinda juga pasti gak bisa terima kalau tau kak Al tiba-tiba udah nikah” kata Zia


Valdi seperti berfikir, dia hafal betul kelakuan Dinda dan keluarganya, dan pasti nanti Zia yang jadi sasaran. Beberapa kali Danu, kakak Dinda selalu menanyakan kedekatan Valdi sama Zia, kalau tiba-tiba mereka nikah takutnya Zia akan dalam bahaya.


Setelah cukup lama ngobrol akhirya mereka sepakat kalau untuk sementara backstreet dulu.


Sebenernya Valdi agak keberatan, tapi ini juga demi Zia, nanti kalau emang waktunya udah tepat, mereka pasti bilang tentang pernikahan ini.


Malam ini Valdi dan Zia seperti mengulang masa-masa bulan madu mereka lagi, tinggal dirumah membuat keduanya bebas melakukan apa saja.


Termasuk bercintaa di sembarang tempat. Entah kenapa Valdi ingin mengajak istrinya melakukan itu di tempat dengan suasana yang lain. Awalnya Zia nolak dan kesal, tapi jelas dia hanyut dalam pesona seorang Rivaldi.


Keesokan harinya, Valdi nemenin Zia untuk berkemas dari kosan, karena kedepannya dia jelas akan tinggal di rumah Valdi. Beberapa teman kosnya bertanya, Zia hanya bilang sebentar lagi mau nikah jadi dia pindah kos di dekat rumah calon suaminya.

__ADS_1


Valdi yang dengar itu beberapa kali menggerutu. Karena merasa gak dianggap sebagai suami. Tapi dia mencoba paham maksut dari istrinya tersebut. Zia yang tau suaminya lagi ngambek malah ketawa-ketawa. Dasar mereka, suka banget saling ngejahili.


***


__ADS_2