
"bagus itu lan, biar dia tau rasa dia" kudengar dia tertawa di sebrang sana
"eh, tapi ini bener gak apa apa kan kalo sementara aku ngerjain tugas kantornya dari rumah dulu" tanyaku memastikan, "soalnya kamu tahu sendiri kan rin, meskipun sekarang mas heru bilang mau ngasih ke aku full gajinya, paling paling juga gak bertahan lama, kamu kan tau sendiri gimana ibunya mas heru" lanjutku panjang kali lebar
"iya iya aku ngerti, sama aku mah santai lan, kayak sama siapa aja kamu ini, kalo ada apa apa jangan sungkan cerita sama aku, kalo butuh apa apa jangan sungkan hubungi aku" begitu pesannya sebelum memutuskan sambungan telpon
"oke siap rin" jawabku tersenyum senang, lalu kami pun mengakhiri percakapan kami
lalu tiba tiba aku kaget dengan suara mas heru "siapa yang menghubungimu? " tanya nya penuh selidik, sejak kapan mas heru ada di kamar ini, bukannya seingatku dia keluar dari kamar tadi.
"aduh mas kamu ngagetin aja" kagetku, "untung aku aku gak punya riwayat penyakit jantung" lanjut ku dengan agak kesal
"siapa yang menghubungi mu? " tanya nya lagi
"bukan siapa siapa mas" bohong ku
"jangan bohong kamu wulan" tatap nya memicing
__ADS_1
"aku tau kalo tadi itu airin, jangan coba coba meminta pekerjaan padanya wulan, aku sudah berjanji kalo mulai bulan depan semua gajiku ku serahkan semua padamu, jadi gak ada alasan lagi kamu minta izin buat kerja wulan"
"iya mas, aku pegang janjimu"
"jadi,,, apa yang kamu rencanakan sama airin tadi? "
"tadi itu memang airin yang menghubungiku mas, tapi Kami cuma sekedar bertanya kabar, karna memangkan kami sudah lama sekali tidak bertemu" jawabku tidak sepenuhnya berbohong, walau aku tidak menceritakan semuanya, yang penting kan sudah kujawab pertanyaannya.
kini sudah waktunya mas heru gajian, akan ku lihat benar atau tidak dia akan memberikan semua gajinya padaku, tanpa di potong dengan jatah ibu dulu tentunya.
aku tau karna dulu sebelum resagn, aku juga pernah menjabat sebagai manager keuangan di tempat kerjaku dulu, karna meskipun aku dari kampung seperti yang mertuaku bilang, alhamdulillah aku masih bisa lulus menjadi sarjana di kampus yang sama dengan mas heru mengenyam pendidikan.
bahkan alhamdulillah nya lagi setelah 2 minggu pasca wisuda kelulusan itu, aku langsung di Terima kerja di perusahaan bonafit, yaa! meskipun masih di tempatkan di kantor cabang sih, hehehe
berkat kegigihan serta ketekunan ku dalam bekerja, setelah beberapa bulan kemudian yang awalnya hanya menjadi staff keuangan lalu di angkat menjadi manager keuangan.
"nih dek" ucapnya sambil menyerahkan amplop yang berisi uang gajinya itu
__ADS_1
aku pun menerima nya dengan senang hati "Terima kasih mas" tulus ku ucapkan
"iya sama sama" jawabnya tersenyum, "jangan lupa jatah uang bulanan ibu sama uang keperluan anita dek" ujarnya mengingatkanku
"iya mas" jawabku "kamu tenang aja, aku gak bakal lupa sama uang bulanan ibu sama anita mas"
"bagus kalo gitu" ucapnya
"mas mau mandi dulu atau makan dulu" tawarku
"mas mau mandi dulu dek, gak enak gerah rasanya"
"oh yaudah, mas mandi aja dulu, air hangat nya juga udah aku siapin, sama makanannya juga udah ada di meja makan, tadi aku udah masak makanan kesukaan kamu mas"
ya tadi aku memang sudah masak makanan kesukaannya, karna mengingat hari ini dia gajian, dan katanya juga seluruh uang gajinya akan di berikan semua padaku, karna itulah dengan senang hati aku memasak makanan kesukaannya.
dan memang terbukti bahwa kali ini seluruh uang gajinya dia serahkan semua padaku, entah untuk bulan depan.
__ADS_1