Uangku Bukan Berarti Uangmu Mas

Uangku Bukan Berarti Uangmu Mas
bab 6


__ADS_3

selesai menyiapkan sarapan dan mencuci bersih peralatan yang ku pakai, kini kembali aku berkutat dengan pekerjaan rumah lainnya menyapu dan mengepel.


sudah beres semua pekerjaanku, kini aku masuk dan bergabung dengan yang lain untuk sarapan. karna hari ini adalah weekend, itu sebabnya


"bu, kalo boleh! heru sama Wulan izin mengontrak rumah sendiri bu" izin mas heru


"loh, kenapa her? kamu udah gak betah tinggal sama ibu? kamu tega mau ninggalin ibu sendirian di rumah" cerocos bu ningsih terisak sedih, mendengar anaknya akan pergi dari rumah dan mengontrak rumahnya sendiri


"bukan gitu bu" pelan mas heru bersuara tak tega melihat ibunya yang terisak sedih


"lalu apa her? kamu udah gak sayang lagi sama ibu! udah gak peduli lagi sama ibu! iya, mau jadi anak durhaka kamu her? gak mau berbakti lagi sama ibu, inget her! ibu yang udah ngelahirin dan merawatmu sampai sebesar ini" sorot matanya menyiratkan sakit hati atas penuturan anaknya yang ingin pergi dan mengontrak rumah "kamu juga harus inget her, karna doa ibu juga kamu bisa jadi seperti ini" lanjutnya


aku yang melihat adegan ini pun merasa jengah dengan sandiwara yang ibu lakukan. jangan tanya kenapa aku bilang ini hanya sandiwara, karna aku melihat ibu melirik dan tersenyum sinis padaku, mungkin merasa menang karna sudah memperdaya anaknya dengan tangis buaya nya itu. dan, ya, jangan tanya apa respon mas heru ketika melihat ibunya menangis tergugu seperti itu.

__ADS_1


" jangan seperti ini bu, meskipun heru pergi dan mengontrak rumah heru sendiri, heru dan Wulan pasti akan sering mengunjungi ibu dan memberi ibu uang bulanan seperti biasanya! jadi ibu gak usah khawatir kalo heru akan mengurangi jatah ibu dan gak berbakti pada ibu lagi " masih mencoba membujuk ibunya


" sudah lah her, terserah kamu, mungkin memang benar kamu dan istrimu sudah tidak mau tinggal dan mengurus ibu lagi di rumah ini "


"apa yang ibu bilang, siapa yang tidak mau mengurus ibu lagi?" bantah mas heru memelas


"emang bener yang ibu bilang kan her, kamu dan istrimu mau pergi dari rumah ini karna kamu udah gak mau berbakti lagi pada ibu, dan juga mengurus ibu disini"


"Wulan" panggilnya padaku, lalu setelahnya masuk ke kamar kami, akupun hanya ikut pasrah dan mengekor ketika mas heru memanggilku dan masuk kedalam kamar


"tutup dan kunci pintunya" titahnya


"bagaimana mas?"tanyaku memulai pembicaraan, meskipun tadi aku juga ada disana ketika mas heru meminta izin pada ibu

__ADS_1


"kamu dengar sendiri kan ibu bilang apa tadi"


"ya aku tau, tapi bukan berarti kita membatalkan rencana kita untuk hidup mandiri dan mengontrak rumah sendiri mas" jawabku tegas


"sudahlah Wulan, seharusnya kamu juga sadar, kalo suamimu ini adalah anak lelaki ibu satu satunya, dan sudah pasti ibu gak rela kalo aku pergi dari rumah ini" ucapnya tak kalah tegas


"gak rela atau karna takut kehilangan mesin ATM nya" sinisku mengucap


"apa maksudmu ngomong gitu Wulan" sorot matanya tajam memandangku tak terima dengan ucapanku "siapa mesin ATM yang kamu maksud? aku?" tunjuknya pada diri sendiri, "seharusnya kamu sadar diri Wulan, wajar kalo aku ngasi ibu uang, toh bener apa kata ibu, aku bisa jadi seperti sekarang ini karna doa ibu, berkat doa ibu aku bisa punya pekerjaan yang lumayan mapan, jadi apa salahnya kalo aku ngasi sebagian penghasilanku pada ibu" lanjutnya lagi panjang lebar


"emang gak salah kalo kamu ngasi ibu uang mas, tapi seharusnya kamu juga sadar diri jadi suami, sudah adilkah kamu dalam memberi ibu dan istrimu ini uang bulanan!! bahkan, kamu hanya memberiku uang bulanan yang sangat jauh dari nominal uang yang kamu kasih ke ibu" jawabku menggebu


"kamu yang seharusnya sadar diri wulan" bentaknya dan mencengkram kuat daguku "seharusnya kamu bersyukur aku masih berbaik hati memberimu uang walaupun jumlahnya lebih kecil dari pada punya ibu, karna apa? karna aku bisa seperti sekarang ini berkat doa ibu inget itu" hempasnya pada daguku, "dan satu lagi, jangan pernah lagi bahas tentang hidup mandiri dan mengontrak rumah"

__ADS_1


__ADS_2