
kuharap mas heru akan menepati janjinya, kalo bukan hanya bulan ini saja dia memberikan seluruh gajinya padaku, karna jika sampai dia ingkar janji, maka tidak segan segan aku balik kerja lagi dengan atau tanpa izin darinya.
lalu ku pandangi amplop coklat itu dan tanpa menunggu lama lagi segera ku rogoh dan ku hitung jumlahnya, memang benar jumlahnya lumayan besar!! jadi selama ini suamiku memberiku uang nafkah tidak hanya sampai separuh gajinya bahkan seperempat gajinya pun tidak sampai, memang benar benar keterlaluan kamu mas.
segera ku sisihkan uang bulanan ibu dan anita, dan sisanya akan ku bagi untuk keperluan rumah, dapur dan lain lain, untuk anita memang lebih sedikit dari punya ibu, karna uang untuk keperluan sekolah sudah di bayar oleh mas heru, jadi untuk jatah anita memang hanya untuk uang jajannya saja, dan untuk ibu jumlahnya aku kurangi dari yang biasa mas heru berikan.
toh, untuk keperluan lain sudah aku siapkan, jadi uang untuk ibu hanya untuk pegangan ibu saja, paling mentok juga buat bayar uang arisan, selebihnya tidak ada yang ibu perlukan lagi.
"ini mas uang bulanan ibu dan uang jajan anita" aku menyerahkannya setelah dia keluar dari kamar mandi
"iya dek, kamu taruh saja di situ" tunjuk nya di meja nakas
__ADS_1
"mau kemana dia malam malam begini" batinku, "tumben rapi banget mas! mau kemana? " selidikku
"e ehm itu dek, ke kebetulan tadi sebelum pulang dari kantor, temen temen kantor pada ngajakin mas nongkrong, jadi mas iya in aja, ga enak nolak soalnya, gak apa apa kan dek" ujarnya sedikit gugup
"ya ga apa apa sih, lagian mas juga jarang ngumpul sama temen temen mas" jawabku agak cuek, sebenarnya aku agak curiga, gak biasanya dia rapi dan sewangi ini kalo cuma untuk pergi Hangout sama temen temennya.
"oh iya dek, kamu jangan bilang ibu kalo mulai bulan ini dan seterusnya uang gaji mas kamu yang pegang, mas gak mau ibu tau"
.
pov heru
__ADS_1
apa apaan wulan itu, kenapa sekarang dia jadi berubah, bahkan sekarang karna aku menolak ajakannya untuk pergi dari rumah ibu dan ngontrak rumah, dia malah ngajuin syarat yang menurutku susah untuk ku penuhi,
apalagi ini syaratnya kalo aku gak mau ngasih dia izin kerja maka seluruh gajiku harus ku serahkan semua padanya, emang bener sih kalo suami itu ngasih nafkah sama istrinya, tapi kan dia juga harus ngerti kalo aku juga harus memenuhi kebutuhan ibu dan adikku demi baktiku sama ibu, seharusnya dia bangga dong punya suami kayak aku yang berbakti sama ibunya, toh surga anak laki laki ada pada ibunya sedangkan surga dia ada padaku sejak aku menikahinya.
tapi ini apa, sejak kapan dia jadi pembangkang seperti ini?? kalo aku izinin dia kerja! apa kata orang orang nanti, masa istri seorang manager yang gajinya puluhan juta masih kerja, "apa kebutuhannya gak terpenuhi?" begitulah kata orang orang nanti.
tapi kalo aku ngasih seluruh gajiku padanya, ibu pasti gak bakalan setuju, apalagi kalo sampai wulan bener bener motong uang bulanan ibu, "bisa habis aku di ceramahi ibu" batinku
tapi apa boleh buat!! terpaksa aku harus setuju dengan syarat yang kedua dari pada dia kerja lagi, mau di taruh dimana harga diriku sebagai manager, masa seorang istri manager masih harus kerja untuk mencukupi kebutuhannya sendiri.
jangan lupa like komen and vote nya ya guys, biar author tambah semangat nulisnya🤗 maaf juga kalo masih ada yang typo sama kata kata yang kurang pas, author masih amatiran soalnya ☺☺
__ADS_1