
"iya her, ibu juga gak Terima, apa ini semua gara gara istri kamu itu, kamu tuh ya her seharusnya jangan terlalu lembek gitu sama istri mu bisa ngelunjak dia lama lama, bisa besar kepala dia kamu manjain gitu. kamu tuh ibu sekolahin biar pinter, ini malah mau maunya nurut sama istri, seharusnya istri kamu itu yang harus nurut apa kata suami, inget ya her kamu itu anak ibu! jadi sudah sepantasnya kamu mendahulukan keperluan ibu dan adikmu bukan malah istri kamu, dia itu cuma orang asing yang kebetulan kamu nikahin her, mantan istri itu ada tapi kalo mantan ibu itu gak ada"
"bener kata ibu mas, mbak wulan itu cuma orang asing yang kebetulan mas heru nikahin, apalagi mas heru sama mbak wulan udah tiga tahun nikah tapi sampe sekarang belom di kasih anak sama mbak wulan, jangan jangan bener kata ibu kalo mbak wulan itu mandul"
__ADS_1
"hem, bener juga kata ibu sama anita, wulan kan cuma orang lain yang kebetulan aku nikahin dan masuk ke keluarga ini, jadi sudah sepantasnya kan seorang istri itu nurut dan patuh apa kata suami, apalagi surga nya dia kan ada padaku, suaminya! oke, bulan ini sama bulan depan gak apa apa gajiku dia yang pegang, itung itung biar dia semakin percaya kalo aku gak bakal ingkar janji.
ya udahlah dari pada ribut masalah uang gaji sama jatah bulanan mending sekarang aku makan sebelum pergi sama Ratna sang pujaan hati, sayangkan kalo gak dimakan. jarang jarang juga wulan masak makanan kesukaanku kayak gini" ku langkahkan kaki menuju ruang makan, tak ku hiraukan panggilan ibu dan anita yang terus saja merengek agar uang jatah bulanannya ku tambahi sekarang juga, lagian semua uang sudah ada di tangan wulan, jadi tidak bisa aku mengambilnya dan memberikannya pada ibu dan anita walaupun itu uang gajiku.
__ADS_1
anita dan ibu menyusulku ke meja makan, mereka masih saja menanyakan kemana perginya uang yang kepotong dari uang bulanan mereka "ibu sama anita bisa diam dulu gak sih, atau mau bulan depan heru stop jatah bulanan kalian" ancamku sedikit kesal dengan tingkah mereka yang selalu saja membicarakan uang uang dan uang, mereka cari uang itu gampang apa?
mereka mulai menikmati makanan yang ada di meja makan, tidak ada yang berani bicara kali ini. mungkin masih takut sama ancaman ku tadi, di meja makan hanya ada aku, ibu dan anita. entah kemana perginya wulan, mungkin dia sudah makan tadi, jadi ketika kami makan dia masih berada di kamar atau mungkin sudah tidur, aku tidak peduli! yang jelas setelah ini aku akan pergi menemui Ratna di kontrakannya dan menghabiskan malam yang panjang disana dengan dia.
__ADS_1
selesai makan aku menaruh piring di wastafel dan mencuci tanganku disana, lalu pamit pada ibu untuk menemui Ratna. yaa. ibu dan anita sudah tahu mengenai hubunganku dengan Ratna, dan mereka setuju setuju saja menurut mereka Ratna adalah tipe menantu dan ipar idaman karna memiliki karir yang sama denganku.
Ratna adalah sekretaris ku di kantor, maka dari itu tidak ada yang tahu tentang hubunganku dengannya, karna di kantor menerapkan peraturan yang tidak boleh selingkuh atau poligami tanpa seizin istri pertama, karna itulah aku menyembunyikan hubunganku dengan Ratna di kantor, dan Ratna pun juga tau kalo aku adalah pria beristri namun dia tetap mau jadi selingkuhanku.
__ADS_1