
setelah memastikan airin bener bener pergi, aku juga langsung mengajak Ratna pergi meninggalkan tempat ini karna takut bertemu lagi dengan teman teman wulan yang lain.
melajukan kendaraan dengan kecepatan yang standar akhirnya kami sekarang berada disini, di mall yang lumayan cukup jauh dari tempat kami singgah untuk makan tadi.
"kamu sebenarnya mau pilih yang mana sih Ratna" erangku kesal pasal nya dari tadi kami hanya terus berjalan memutari satu toko ke toko yang lain tanpa membeli barang apa pun, kebayangkan gimana malunya ketika hanya memasuki toko dan keluar tanpa membeli apapun padahal sudah ada beberapa yang dia coba tapi tidak ada satu pun yang dia beli
"aku bingung mas, semuanya bagus bagus dan aku suka" dengan polosnya dia menjelaskannya
''ya kalo kamu suka kenapa gak kamu ambil" mengacak rambutku frustasi dengan tingkahnya, kalo tidak ingat dia kekasihku mungkin sudah ku lempar dia ke sungai amazon, menyebalkan. "ya sudah kamu pilih kamu mau yang mana" akhirnya aku mengalah tidak tega rasanya melihat dia yang hampir saja menangis karna ungkapan kekesalan ku padanya.
seperti orang yang baru pacaran saja dia, padahal dari banyaknya kasus orang selingkuh, wanita selingkuhan atau lebih tepatnya simpanan akan lebih agresif serta cenderung angkuh dan ingin selalu menang dari istri sah, tapi kenapa berbeda dengan Ratna? apakah benar kalo otak dia ada kekurangan sehingga dia menjadi bodoh seperti ini, dari segi penampilan pun Ratna juga terlihat seksi dan juga lebih panas ketika bermain di ranjang tapi kenapa sekarang?ada masalah kah dengan isi otaknya itu!
setelah menunggu hampir 10 menit, akhirnya sekarang kami mengantri untuk membayar pakaian yang sudah di pilihnya.
giliran kami sekarang "ini mbak" ku serahkan pada penjaga kasir semua baju itu untuk segera di hitung nominalnya
__ADS_1
" total semuanya 998,900 ribu. mau bayar cash, debit atau kredit pak" melongo mendengar total yang di sebutkan, hanya untuk 2 baju totalnya hampir 1 juta
"mas cepet bayar" tegur nya, agar aku segera membayar total tagihannya, segera ku buka dompet dan menyerah kan kartu ATM ku pada kasir.
"silahkan masukkan pin nya pak" ku tekan beberapa angka pada mesin EDC itu lalu struk pembayaran pun keluar.
menenteng paperbag dan berjalan beriringan keluar dari toko, niatku ingin mengajak nya langsung pulang, tapi dia malah menarikku tanganku mengikutinya berjalan menuju ke beberapa penjual stand makanan.
"mas aku laper" rengeknya manja
astagaaa, apa katanya? lapar! bukankah tadi sebelum kesini aku sudah mengajaknya makan dulu, ini bahkan tidak ada 3 jam setelah dari restoran tadi.
"aku mau ya itu" tunjuk nya pada pada salah satu stand penjual bakso mercon beranak itu
"ya udah kamu duduk aja tunggu disini, mas yang bakal pesenin" berjalan meninggalkan nya untuk memesan makanan yang dia inginkan, untuk saja dia termasuk orang yang tidak gengsi ketika makan makanan di seperti ini, padahal kalo dia mau dia bisa saja mengajakku makan di restoran mall ini, yang harganya akan dua kali lipat dari stand seperti ini.
__ADS_1
makanan sudah ku pesan, tinggal menunggu di antarkan ke tempat kami, selama menunggu makanan kami datang, kami hanya sibuk dengan ponsel kami masing masing, tak lupa juga memberi kabar pada wulan agar tidak menunggu pulang dan menyuruhnya tidur duluan serta menyuruhnya mengunci pintu rumah karna aku membawa kunci cadangannya.
tak lama kemudian makanan kami datang, aku memesan menu yang sama karna ingin mencoba sepedas apa bakso yang sempat viral ini.
hap, satu suap masuk dalam mulutku, tidak terlalu pedas pikirku. hap, dua suap sudah masuk dalam mulut dan perutku, seketika perutku merasa panas rasanya ingin segera ke kamar mandi.
"kamu kenapa mas? " melihat mukaku yang pucat setelah memakan bakso nyaa
"gak apa-apa, mas mau ke toilet dulu, kamu habisin sendiri aja bakso nya" mendorong bakso ku ke hadapannya dan segera berlari mencari toilet.
"ya udah deh aku makan aja" memakan bakso yang ada di mangkok mas heru dengan lahap.
dua mangkok bakso sudah habis, tapi yang di tunggu tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya
__ADS_1
"aku nunggu di parkiran aja kali ya" pikirku
\[mas aku udah nunggu kamu di mobil\] ku kirim pesan padanya