
pun tiba, setelah selesai menunaikan sholat maghrib gegas aku kedapur untuk menyiapkan makan malam, karna memang tadi aku hanya masak cukup untuk lauk makan siang saja, ibu yang melarangkan ku masak makan siang beserta makan malamnya, entah apa alasannya akupun tak tau. padahal awal aku kesini sudah biasa aku menyiapkan makan siang yang lumayan banyak untuk sekalian sebagai lauk makan malam, tapi sudah seminggu ini ibu melarangku melakukannya lagi entah apa alasannya aku tidak tau, bahkan ibu akan memarahi ku jika aku melanggar aturannya.
" wulaaann wulaaann " teriak ibu memanggilku
"iya bu, ada apa" dengusku menjawab panggilannya, sebenarnya jarak antara ruang tamu dengan dapur tidak terlalu jauh kenapa ibu sampai teriak teriak seperti itu memanggilku, tidak bisakah dia memanggilku dengan suara yang lembut seperti saat pertama kali aku datang kemari.
"kamu tu yaa, di panggil mertua dari tadi bukannya dijawab malah diam aja, b*su kamu ya" hardik ibu mertuaku
"iya bu maaf, tadi aku sedang ada di dapur meyiapkan makan malam" jawabku
"alah alasan, bilang aja kalo dari tadi kamu di kamar cuma tidur tiduran, pake alasan bilang nyiapin makan malam segala" bentak ibu mertua
"ya allah, salah apa lagi aku"bantinku
lalu tak lama kemudian terdengar suara motor mas Heru memasuki halaman rumah.
" assalamualaikum " salamnya, gegas aku menghampiri nya dan mencium punggung tangannya seperti biasa
__ADS_1
" wa'alaikumsalam " dengan sedikit malas kujawab salamnya
" ada apa ini bu? " heran mas heru bertanya
" ini istri mu Her, seharian hanya di kamar saja, begitu ibu suruh hanya sekedar untuk masak makan malam dia malah protes, gimana gak kesel ibu " adunya pada anak lelakinya
lalu mas Heru menatapku seakan minta penjelasan padaku atas apa yang di ucapkan oleh ibunya. ya begitu lah mas Heru, dia akan diam ketika ibunya sudah mengomel dan mengatakan yang tidak tidak tentangku padanya
sambil melangkah mas Heru menyuruhku untuk mengikutinya masuk ke dalam kamar, setibanya di kamar gegas ku kunci pintu kamar.
"sudah berapa kali mas bilang padamu Wulan, jangan biarkan ibu melakukan semua pekerjaan rumah sendirian, kamu tu seharusnya sebagai menantu di rumah ini membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah" ucapnya tegas
"tak mungkin ibu sampai semarah itu kalo kamu tidak membuat kesalahan Wulan"
"harus berapa kali aku bilang mas! aku, aku yang mengerjakan semua pekerjaan rumah. sedangkan ibu dan anita, mereka hanya diam melihatku yang kelelahan karna mengerjakan semuanya sendirian" suaraku bergetar menahan tangis, "bukannya perhitungan mas, tapi aku sudah lelah, lelah dengan semua tuduhan yang ibu lontarkan padaku"
lalu dengan nada pasrah mas heru mengucapkan "baiklah aku percaya padamu Wulan"
__ADS_1
"memang seharusnya kamu percaya padaku mas, untuk apa kita berumah tangga jika kamu saja tidak ada kepercayaan untukku" ucapku tegas sambil menahan tangis
pov mas Heru
setelah pertengkaran mengenai nafkah yang kuberikan tadi pagi, aku langsung berangkat ke kantor tanpa berpamitan padanya.
"apa apaan kamu mas, kamu hanya memberiku uang bulanan 1,5 juta kamu pikir itu cukup untuk sebulan,sedangkan ibu kau beri jatah bulanan 2,5 juta" ucapnya
"sudahlah Wulan tak usah membantah karna kuberi segitu, seharusnya kamu jadi istri pandai-pandai bersyukur, sudah Bagus masih ku beri nafkah, sedangkan kamu saja tidak melakukan apa-apa di rumah ini" ucapku lalu pergi meninggalkannya begitu saja.
seharusnya dia bersyukur masih ku berikan nafkah meskipun hanya segitu, dia pikir cair uang itu gampang apa. belum lagi ibu yang minta jatah bulanan nya di tambah, apalagi aku harus menanggung biaya sekolah adikku anita.
yaa,, semenjak bapak meninggal 5 tahun yang lalu, semenjak itu pula aku sebagai anak lelaki satu satunya yang harus menjadi tulang punggung untuk ibu dan adikku.
bahkan setelah menikah pun aku yang masih harus bertanggung jawab pada ibu dan adikku. bukankah memang seperti itu kodratnya, bahwa anak laki laki selamanya milik ibunya pun surga masih di telapak kaki ibunya meskipun sudah menikah, berbeda dengan anak perempuan yang ketika menikah maka surganya adalah suaminya.
seperti biasa man teman, jangan lupa kasih like & vote biar othor tambah semangat nulisnya 😉
__ADS_1
maaf kalo masih ada yang typo, jangan sungkan untuk kasih masukan buat othor, karna jujur othor masih perlu banyak belajar lagi.