Uangku Bukan Berarti Uangmu Mas

Uangku Bukan Berarti Uangmu Mas
bab 23


__ADS_3

"kak baik duit dong" dengan tampang tengilnya tiba tiba anita menghampiriku yang sedang sibuk dengan sekeranjang baju yang belum di lipat maupun di setrika, menengadahkan tangannya berharap aku akan memberinya uang seperti yang sudah-sudah


"kamu gak liat kakak lagi apa? lagian bukannya kemarin baru kakak kasih uang, uang jatah kamu juga udah kakak kasih semua kan" bukannya memberi aku malah menginterogasi nya dengan beberapa pertanyaan


"ah elah kak, uang segitu juga masih aja di tanyain, udah abis kali kak" tanpa merasa bersalah dia mengatakannya, apa katanya? uang segitu! ah, ya ampun, bahkan uang jajannya selama sebulan lebih banyak ketimbang uang bulananku sebelumnya, bayangkan uang jajannya sebulan sebesar 2 juta sedangkan uang bulananku sebelumnya hanya 1,5 juta, dia hanya menggunakan uang nya untuk jajannya aja dan itu tidak cukup untuk sebulan, bagaimana jika uang itu juga untuk membayar dan membeli kebutuhan sekolah yang lain.


"ya ampun anitaaa, uang segitu kamu bilang" pekikku geram dengan tampang watados nya, "uang 2 juta itu hanya untuk jajan kamu aja Anita, gimana ceritanya sampek gak cukup buat sebulan? bahkan kemarin aja kamu masih minta uang kakak buat ngisi kuota kamu, terus sekarang kamu bilang kalo uang mu udah habis, ini masih pertengahan bulan loh Nit" tidak habis pikir sama jalan pikirannya dikira cari uang itu gampang kali ya.


"ya udah sih kak, lagian itu juga uang bang heru kan! inget ya kak bang heru itu abang aku, jadi aku juga berhak sama uang nya bang heru" ujarnya santai, "udah sini mana uang nya" lagi, dia meminta uang yang aku aja enggan untuk memberinya, bukannya perhitungan! tapi coba kalian pikir uang 2 juta itu besar atau tidak menurut kalian kalo hanya untuk uang jajan selama sebulan? coba komen di bawah!


"kakak gak punya uang" ucapku akhirnya menolak memberinya uang, "atau gini aja, kamu mau uang kan?, kamu bantuin kakak dulu selesai in pekerjaan ini, nanti kakak kasih uang" ucapku memberi penawaran padanya.


"kakak apa apaan sih" protesnya tidak terima dengan penawaran yang ku ajukan


"jadi kamu gak mau? ya udah kalo gak mau, kakak gak bakal kasih kamu uang lagi, bagi kakak yang terpenting uang jatah kamu udah kakak kasih semua, terserah kamu mau uang itu masih atau udah habis, karna kakak gak mau kasih kamu uang lagi" ujar ku memberi ultimatum padanya


"awas ya aku aduin kamu sama bang heru" ancam nya tidak Terima dengan pernyataan ku

__ADS_1


"terserah" ucapku acuh


_______________


"bang" panggil ku


"hem" dehemnya menjawab panggilan ku


"bang heru gimana sih" protes ku kemudian


"apa sih nit" heran, tiba-tiba aku yang protes padanya


"kamu minta sama istri abang aja, abang udah gak megang uang lagi" ucapnya


"sama istri abang" mengangkat sebelah alis heran, tumben bang heru bilang gak megang uang.


"iya" singkat jelas dan padat sekali jawabannya itu

__ADS_1


"tadi udah coba minta sama dia, tapi dia malah nyuruh aku ngebabu dulu baru dia mau ngasih uangnya" adu ku pada bang heru


"ngebabu gimana" tanyanya


"ya masak, aku di suruh ngerjain kerjaan dia ngelipet baju dulu bang, baru dia kasih aku uang, terus apa namanya coba kalo bukan ngebabu dulu terus di upah" ucapku menggebu, "seharusnya abang marahin istri abang itu, biar gak ngelunjak kayak gitu" marahku masih tidak Terima dengan perlakuannya yang menyuruhku untuk melakukan pekerjaannya


"iya, gampang nanti bakal abang marahin dia" senang rasanya memiliki abang yang super duper pengertian dan sayang sama keluarga seperti bang heru ini


"iya her, seharusnya kamu juga bisa lebih tegas lagi sama istri kamu itu" ucap Ibu yang entah sejak kapan duduk di situ di samping mas heru


"memangnya dia berulah apa lagi bu? "


"kayak kamu gak tau aja sama tingkah lakunya itu her, dia itu bener bener harus di kasih pelajaran, masak dia berani bantah ucapan Ibu" dengan marah Ibu mengucapkannya


"iya bang, kalo gini ceritanya! mending abang cariin ipar baru buat aku, yang pengertian yang tentunya se frekuensi sama aku" ucapku girang dengan menyarankan bang heru untuk mencarikan aku ipar baru alias menyuruh bang heru nikah lagi


"iya her, Ibu juga sependapat sama adik kamu, mending kamu cepet nikahin tu sih Ratna selingkuhan kamu" dukung Ibu padaku yang juga menyuruh bang heru menikah lagi

__ADS_1


"gak segampang itu bu, Ibu tau kan kalo peraturan di kantor aku itu melarang karyawan nya poligami" bang heru mengemukakan alasannya


"nikah siri apa susah nya si her, lagian siapa suruh kamu gak mau nyerein istri mand*l kamu itu" ucap Ibu marah karna vang heru enggan untuk menceraikan istrinya itu, benar kata Ibu kalo istri bang heru itu mand*l, buktinya sampe sekarang gak pernah hamil


__ADS_2