
"dan apa kamu tau? kalo anita pulang sekolah hampir jam sembilan malam! apa dia udah bilang ke kamu kalo ada tambahan kelas yang mengharuskan dia pulang larut malam" tambahku lagi, ya aku menghilangkan sebutan mas padanya. hanya semata mata untuk dia mengerti bahwa aku benar benar sudah muak dengan semua persoalan ini.
dari raut wajahnya yang tiba tiba menengang, aku yakin sekali kalo anita belom bilang perihal ini pada mas heru.
"a apa maksudmu wul? bagaimana mungkin ada sekolah yang mengadakan kelas tambahan lalu pulang larut malam seperti itu" ucapnya tak percaya dengan perkataanku
"memang begitu adanya mas, kalo tidak percaya tanyakan saja pada adik kesayanganmu itu" tantangku
lalu sejurus kemudian mas heru keluar dari kamar dan mencari keberadaan adik kesayangannya.
"nit nitaaaa" teriaknya memanggil
"ada apa sih her, kamu teriak teriak gitu, kayak lagi ada di hutan aja" sungutnya
" dimana nita bu? "
" ada di kamarnya, tadi sih bilang mau ngerjain tugas, memangnya ada apa her? tak biasanya kamu mencari adikmu sampai teriak teriak begitu "
" bu, apa ibu tau kalo di sekolahnya nita ada kegiatan kelas tambahan? " tanyanya to the poin
__ADS_1
"iya, memang dua hari yang lalu adikmu ada bilang begitu ke ibu"
" lalu apa ibu mengizinkan anita mengikuti kelas tambahan itu? "
" ya iyalah her, ibu pasti izinkan! wong itu kegiatan di sekolahnya"
"terus kenapa ibu gak bilang sama heru dulu bu" keluhnya pada ibunya
"ya terus kenapa kalo gak bilang sama kamu dulu, toh ibu izinin anita juga karna kepentingan sekolahnya. kenapa? apa istrimu ngadu yang bukan bukan ke kamu" selidiknya pada putranya
"enggak gitu bu, Wulan cuma bilang kalo anita di sekolahnya ada kelas tambahan yang mengharuskan dia pulang telat, sudah itu saja" ucapnya pelan dengan di bumbui sedikit pembelaan padaku
'' ya sudah kalo ibu sudah mengizinkan anita " akhirnya dia mengalah pada ibunya, agar tidak terjadi keributan antara dirinya dan ibunya
"mas aku ingin bicara"
"bicaralah wul, aku akan dengarkan"
"mas aku merasa rumah tangga kita sudah tidak sehat lagi" ucapku mengawali pembicaraan kami
__ADS_1
"maksudnya apa wul? rumah tangga kita baik baik saja! lalu apa masalahnya " ucapnya bingung dengan perkataanku
"maksudku adalah, aku ingin kita bisa hidup mandiri mas! aku ingin kita mengontrak rumah saja, yang penting kita hidup mandiri" ku utarakan keinginanku untuk mengontrak rumah, karna aku sudah benar benar merasa bahwa rumah tanggaku sudah tidak sehat lagi, karna selalu saja ada ibu mertua yang selalu ikut campur urusan pribadiku dengan mas heru
"mengontrak rumah?" kernyitnya heran, karna pertama kalinya aku mengutarakan keinginanku untuk mengontrak rumah hanya berdua dengannya, karna kami belum di karuniai seorang anak
"iya mas, kita mengontrak rumah saja, aku bosan jika terus terusan bertengkar dengan ibu" ku utarakan alasanku yang sebenarnya
"hm baiklah, besok, mas, akan bilang pada ibu" ucapnya pelan
dalam hati aku bersorak senang, karna sebentar lagi keinginan ku untuk hidup mandiri bersama suamiku akan segera terwujud.
"makasih mas" pelukku girang
masih seperti hari hari sebelumnya! aku bangun sebelum subuh karna harus mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya. karna jika aku telat bangun sedikit saja sudah bisa di pastikan ibu mertuaku itu akan mengamuk dan bilang kalo aku adalah seorang yang amat pemalas.
pagi ini ku awali dengan mencuci pakaian terlebih dahulu, lalu disusul dengan pekerjaan rumah lainnya seperti, memasak, menyapu dan mengepel contohnya.
adzan subuh sudah berkumandang, kutinggalkan dulu kegiatan mencuciku yang hanya tinggal membilasnya saja. lalu gegas ku berwudhu dan menjalankan kewajibanku sebagai umat muslim.
__ADS_1
selesai sholat, ku bangunkan suamiku untuk juga melaksanakan ibadah subuh karna waktu sudah hampir menunjukan jam lima pagi.
selepas membangun kan mas heru! kembali aku berkutat dengan pekerjaan yang semula ku tinggalkan sejenak hanya untuk melaksanakan sholat. selesai mencuci, membilas dan menjemur cucian, kini aku berada di dapur untuk memasak sarapan! kali ini aku memasak oseng kangkung, goreng tahu tempe, dan sambal terasi.