Uangku Bukan Berarti Uangmu Mas

Uangku Bukan Berarti Uangmu Mas
bab 7


__ADS_3

setelah mengatakan itu mas heru langsung keluar kamar dan pergi entah kemana.


pov mas heru


apa apaan Wulan itu, seharusnya dia bersyukur dong punya suami yang bertanggung jawab kayak aku, bukannya malah banyak ngeluh kayak gitu. apalagi sekarang, dia malah sering protes sama uang yang aku kasih ke dia, padahal dari dulu aku kasih uang segitu dia gak pernah protes, lalu kenapa dia sekarang cerewet sekali dengan banyak protes kayak gitu


belum lagi ibu yang sekarang minta uang bulanannya di tambah dari biasanya, trus biaya sekolah anita sama uang jajannya juga aku yang nanggung. dengan gaji yang tak seberapa menurutku, aku harus memenuhi semua kebutuhan orang yang ada di rumah.


apalagi tadi malam wulan minta untuk mengontrak rumah, dengan alasan lelah jika harus terus terusan ribut sama ibu dan adikku!! ya, setelah kupikir pikir memang benar apa yang katakan wulan, akupun sebenarnya lelah karna setiap pulang kerja ada aja keributan yang terjadi di rumah. aku setuju sama usul wulan untuk mengontrak rumah, tapi sebelum itu terjadi, tentu saja aku harus izin sama ibuku.


lalu, setelah sarapan ku utarakan keinginanku pada ibu,

__ADS_1


tapi siapa sangka ibu malah menyuruhku tinggal di rumah dan tidak boleh mengontrak rumah, alasan yang di kasih ibu pun masih masuk akal menurut ku. kalo mengontrak rumah sendiri pasti pengeluaran tambah banyak, begitu menurut ibu.


aku pun menyetujui alasan yang di katakan ibu, mengontrak rumah sendiri malah akan menambah biaya hidup yang harus ku keluarkan tiap bulannya, belum lagi bayar listrik, air, uang belanja dan uang sewa kontrakan. belum lagi yang di rumah ibu, itu juga aku yang bayar, malah jadi dua kali lipat banyaknya uang yang harus ku keluarkan tiap bulannya.


kalo tinggal di rumah ibu kan enak, gratis gak perlu pusing bayar uang sewa kontrakan,meskipun biaya yang ku keluarkan juga sama seperti, bayar listrik, air, uang belanja bulanan, dll.


jadi aku bilang sama Wulan kalo keinginannya untuk mengontrak rumah itu tidak jadi karna ibu melarang, toh aku juga harus jadi anak yang berbakti kan sama ibu, dengan menuruti semua perintahnya selama itu baik menurutku, seharusnya Wulan bangga kan memiliki suami seperti ku yang berbakti pada ibunya.


"huh apa apaan si heri itu, gimana bisa dia kepikiran buat pergi ngontrak rumah sendiri! gak, gak boleh, enak aja mau ngontrak rumah sendiri, bisa bisa uang jatahku yang di kurangi nanti, secara kan ngontrak rumah sendiri pasti membutuhkan biaya walaupun sewa kontrak nya masih tergolong murah.


ini pasti gara gara Wulan yang minta, ternyata dia diam diam mau menguasai gaji anakku, awas kamu wulan" batinku geram, ku hampiri kamarnya ku gedor gedor pintunya

__ADS_1


"heh wulan keluar kamu, dasar menantu kurang ajar" ucapku menggebu gebu sangking kesalnya sama menantu kurang ajar ini,


ceklek


"ada apa bu?"


"ada apa ada apa, masih nanya kamu ada apa" bentakku, "kamu kan yang meminta heru pergi dari sini dan ngontrak rumah sendiri sama kamu, dasar menantu gak punya ot*k! udah Bagus kamu ku kasih gratis tinggal disini pake sok sokan mau ngajak anakku ngontrak, kamu pikir uang sewa ngontrak rumah itu murah apa, kalo kamu mau pergi ngontrak rumah pergi sendiri gak usah ngajak ngajak anakku buat pergi dari sini


oh, apa kamu mau menguasai gaji anakku, iya!! secara kan kamu cuma di kasih uang pas pasan sama anakku, makanya kamu mau ngajak anakku ngontrak rumah biar kamu bisa leluasa menguasi uang gaji anakku iyakan!!" tuduh bu rini, mertuaku


"astagfirullah ibu, aku sama sekali gak ada niatan kayak gitu, iya emang aku yang ngajak mas heru buat cari rumah kontrakan untukku dan mas heru, itu juga karna semata mata aku pengen hidup mandiri sama mas heru bu" tak terima dengan tuduhan yang ibu katakan

__ADS_1


__ADS_2