
abaikan kata "milik" di episode/bab berikutnya ya bestie.
sekarang kita bahas tentang kelanjutan rencana wulan dan airin yang aku mencari bukti konkrit perselingkuhan suaminya. dan inilah ceritanya mohon di simak dengan seksama, abaikan jika kalian tidak menyukai cerita ini, dan tinggalkan komen jika kalian sedikit tertarik dengan cerita ini😁🤭
______________________
"mau kemana kamu" sapaan ketus dari Ibu mertua ku dapatkan ketika sudah sedikit lagi mencapai pintu keluar.
"mau keluar sebentar bu, ada perlu penting sama temen"
"mau keluar?" tanya nya mengulang pernyataan ku
__ADS_1
"iya bu, sebelum sore juga aku pasti udah pulang" berusaha tenang agar tidak terpancing emosi di hadapan nya
"kamu gak liat kalau kerjaan rumah masih numpuk" deliknya menatapku garang, ''cucian belum kamu cuci, setrikaan belum kamu setrika terus sekarang kamu mau keluar, kalau mau keluar kerjaan rumah harus udah selesai semua, apalagi ini udah mau siang kamu juga belum masak buat makan siang kami kan" teriak nya marah marah
"kerjaan ku udah selesai semua bu" jawabku membantah pernyataan Ibu yang mengatakan kalau pekerjaan ku belum selesai, memang hanya bajuku dan mas heru yang ku cuci dan setrika, baju baju Ibu dan anita memang sengaja ku biarkan, agar anak gadisnya yang melakukannya.
"kamu gak liat itu" tunjuk nya pada baju baju yang masih menumpuk di tempatnya, "itu baju baju saya dan anita belum kami cuci" ujarnya lagi, kali ini dia menyeret ku ke tempat baju baju yang belum di setrika, "ini juga! kenapa baju saya belum kamu setrika, kamu gak tau kalau baju ini mau saya pakai arisan besok" mengambil salah satu baju dan menunjukkan nya padaku, "ini juga seragam anita, ini besok sudah mau di pakai, kenapa belum kamu setrika juga hah" marah semarahnya padaku karna baju bajunya tidak ku setrika.
maka dari itu mulai sekarang aku akan mengajari anak gadisnya melakukan pekerjaan rumah. yaa setidaknya mulai dari mencuci dan men-setrika baju bajunya sendiri.
"kan ada anita bu yang bisa mengerjakan semuanya"
__ADS_1
"apa? mana bisa begitu" deliknya tajam seakan siap menerkam ku, "anita itu masih kecil mana bisa dia mengerjakan ini semua" belanya pada anak gadisnya, hah! enggak habis pikir sama jalan pikiran Ibu, anita yang sudah duduk di bangku kelas 2 SMA aja masih dia anggap anak kecil. memang benar di mata seorang ibu tetap anaknya adalah putri kecilnya walaupun sebenarnya putrinya sudah beranjak dewasa, tapi bukan berarti ia mengabaikan fakta bahwa anaknya juga harus bisa mengemban tanggung jawabnya sendiri, contoh kecilnya yaa seperti sekarang ini! kalian pahamkan maksudku😉
"justru karna dia masih kecil bu, ibu harus mendidiknya sedini mungkin untuk bisa melakukannya sendiri" balasku santai, 'lagian kan ibu juga pernah bilang waktu itu, kalau perempuan harus bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dengan baik. nah, sekarang ibu ajari anak ibu itu, lagi pula anita bukan anak kecil lagi bu dia sudah besar" memberi pengertian padanya, agar tidak selalu memanjakan putrinya itu, lagian takdir siapa yang tau, kalaupun sekarang dia masih di manja oleh ibunya bagaimana dengan kehidupannya nanti setelah dia menikah, syukur syukur kalau memiliki mertua yang baik dan pengertian, tidak seperti mertuaku ini yang julidnya masya Allah naudzubillah, hehehehe 😁✌
untung aja di kehidupan nyata othor punya mertua yang baik dan tidak sombong😇 oke balik lagi sama wulan dan mertuanya.
"tugas anita itu belajar bukan malah melakukan pekerjaan babu kayak gini" sengitnya tajam menatapku.
"jadi maksud ibu, selama ini ibu anggap aku ini pembantu kalian gitu" mengangkat sebelah alis mendengar pernyataan yang baru aja keluar dari mulut ibu.
"ibu gak ada bilang gitu sama kamu" netranya melihat ke arah lain, seakan sudah tertangkap basah karna secara tidak langsung ia mengakui bahwa selama ini ia tidak benar-benar menganggapku menantu di rumah ini melainkan pembantu, "ah bodohnya aku yang tidak menyadari nya dari dulu" rutukku dalam hati
__ADS_1