Uangku Bukan Berarti Uangmu Mas

Uangku Bukan Berarti Uangmu Mas
bab 27


__ADS_3

tanpa menunggu persetujuan nya lagi aku langsung pergi meninggalkannya yang masih saja setia dengan acara mengomelnya itu.


selang 2 menit kini aku sudah berada di teras rumah ketika mendengar teriakan Ibu yang semakin memaki ku dari dalam karna aku yang meninggalkan nya tanpa melakukan pekerjaan yang dia suruh sebelumnya.


"biar lah dia yang kerjakan toh dia juga mempunyai anak perempuan yang bisa membantunya"


"heh mau kemana kamu wanita sial*n" makinya yang juga di lihat oleh bapak supir goj*k dengan tatapan heran mendengar makian Ibu.


"sudah pak jangan pedulikan dia" pintaku untuk segera menjalankan kendaraannya menuju tempat yang sudah tertera di apk goj*knya, karna jujur aku udah telat hampir setengah jam dari waktu janjian. ah, aku harus siap untuk mendengar makiannya nanti.


"Ibu yang tadi itu mertuanya eneng ya" tanya pak samsul yang ku ketahui namanya dari apk goj*knya


"iya Pak" singkat padat dan jelas aku menjawabnya

__ADS_1


"maaf neng kalau bapak terkesan kepo"


"ah iya Pak gak papa"


"udah berapa lama neng" yang ku kira kata maaf tadi adalah kalimat penutup dari pertanyaannya ternyata salah, pak samsul masih terus bertanya yang menurutku pertanyaannya sedikit mengarah ke ranah pribadi karna yang dia tanyakan adalah permasalah rumah tangga


"hampir 4 tahun pak" jawabku sedikit malas menanggapi pertanyaan nya


"kok eneng bisa tahan sih punya mertua judes kayak mertua eneng itu" tanyanya heran di karenakan aku yang bisa tahan menghadapi mertua toxic seperti itu


"iya neng gak papa gak usah di jawab! bapak ngerti. cuma bapak salut aja sama eneng yang bisa tahan gitu, kalau misal bapak nih neng yang ada di posisi eneng, udah pasti bapak gak bakalan kuat neng" ucapnya menceritakan kesalutannya padaku, kalau ada kompetisi istri paling sabar menghadapi mertua toxic sudah pasti aku yang akan menang. bener kan guys?


apalagi tidak hanya mertua toxic, bahkan ipar toxic bin julid pun aku punya, sedangkan suami yang kuharapkan akan sedikit membela ku di hadapan keluarganya saja tidak ada, eit tapi aku bukan janda ya guys lebih tepatnya belom jadi janda, xixixixi🤭, bukan tak punya suami hanya saja punya suami serasa tak punya suami, karna suami ku sendiri kerap kali membela keluarganya dan cenderung menyalahkan ku setiap kali ada pertengkaran di antara kami, aku dan Ibu atau aku dan adiknya.

__ADS_1


" neng sudah sampai" teguran halus di pundakku yang berasal dari tangan yang sedikit mulai keriput milik pak samsul, "maaf neng, habisnya eneng dari tadi ngelamun, udah neng gak usah di pikirin kalau eneng udah gak kuat lagi lepasin aja neng, eneng ini masih muda, cantik, pasti di luar sana banyak yang suka sama eneng" menarik tangannya dari pundakku ketika kedapatan aku melirik tangannya yang masih bertengger di pundakku


"iya Pak, makasih nasehat nya" tidak lupa mengucapkan Terima kasih atas wejangan nya barusan, bener kata pak samsul, aku ini masih muda dan cantik, kalaupun aku bercerai dan menjadi janda, bukan berarti aku tidak akan ada yang mau padaku.


"ya udah neng bapak jalan dulu ya, kebetulan bapak dapat penumpang lagi" menunjukkan apk nya,mungkin takut kalau aku tidak akan percaya


"iya Pak" tidak lupa memberikan selembar uang berwarna merah sebagai ongkos ku pada pak samsul


"waduh neng, bapak belum ada kembalian" gopohnya setelah mengecek tas nya memperlihatkan uang dua lembar berwarna kuning dan selembar uang berwarna hijau, "bentar ya neng, eneng tunggu sini, bapak mau tukar uang nya dulu" pamit nya seraya menghidupkan mesin motornya bersiap meninggalkan ku


" gak usah pak, kembaliannya buat bapak aja"


"beneran neng? "

__ADS_1


"iya pak"


"makasih ya neng, lumayan buat tambahan beli pempers" ucapnya girang.


__ADS_2