Uangku Bukan Berarti Uangmu Mas

Uangku Bukan Berarti Uangmu Mas
bab 20


__ADS_3

aku terbangun ketika terdengar suara adzan subuh berkumandang, baru ku sadari ternyata aku sudah berada di kamar ku dan di samping ku sudah ada mas heru suami yang 3 tahun lalu datang kerumahku untuk meminangku menjadi istrinya di hadapan kedua orang tuaku.


aku sedih ketika mengingat waktu itu, pasalnya tanpa memikirkan dan mempertimbangkan nya lagi aku langsung menerima pinangan mas heru waktu itu, padahal orang tuaku sudah memberi saran untuk aku memikirkan matang matang tentang keputusan ku itu.


dengan mengabaikan nasehat dan saran dari orang tua, aku tetap pada pada pendirian ku yaitu, tetap memilih mas heru sebagai pendamping hidupku, orang tua mas heru pun begitu, beliau langsung merestui hubungan kami saat pertama kali aku berkunjung kerumahnya, beliau sangat baik adiknya pun sangat ramah tidak ada tanda tanda mertua dan ipar julid pada waktu itu, mereka sangat sangat ramah, setidaknya itulah kesan pertama yang aku dapatkan waktu itu.


hah..


pusing sebenarnya memikirkan kelakuan toxic keluarga ini, terlebih lagi ibu! dia akan berlaku semena mena pada orang lain yang tidak disukainya.


"mas bangun sholat subuh dulu" kuguncang tubuhnya agar segera bangun untuk menunaikan kewajiban sebagai umat muslim. "mas bangun sholat subuh dulu" lagi ku bangunkan dia dengan cara mengguncang lengan nya lagi. kesal karena tak dapat respon darinya, kuputuskan untuk sholat terlebih dulu setelah itu akan coba kubangunkan lagi dia nanti.

__ADS_1


singkat cerita, setelah lelah membangun kan beruang kutub yang tak kunjung bangun bangun, kuputuskan keluar dari kamar menuju dapur untuk memasak sarapan pagi.


srangg sreenggg


bunyi penggorengan ketika aku mengkonsrang kansreng nasi dan bumbu yang sudah ku ulek sebelumnya untuk ku jadikan nasi goreng sebagai menu sarapan pagi ini. setelah selesai dengan acara masak memasakku gegas ku tata di meja makan, agar ibu mertua tidak mengoceh karna sarapan pagi telat ku siapkan di meja makan.


"hah ya ampun wulannnn" teriaknya dari arah tengah dimana letak meja makan berada.


"ada apa, ada apa" marahnya, "kamu masih nanya ada apa! ini apa maksudnya wulan? kenapa cuma ada nasi goreng disini! kamu gak masak ayam buat lauk pagi ini, saya kan sudah suruh kamu masak ayam hari ini, kenapa kamu gak masak?" teriak nya marah karna aku tidak mengindahkan perintahnya tadi malam yang menyuruhku masak ayam untuk lauk di pagi hari ini.


"di kulkas stok ayam sudah habis bu" jawabku

__ADS_1


"kalo kamu udah tau stok ayam di kulkas habis kenapa kamu gak beli dulu, dasar menantu bod*h" umpat nya kesal padaku


"gimana mau beli bu, uang bulanan yang mas heru kasih sudah habis" jawabku lagi memberi tahu nya kalo uang bulanan yang anaknya kasih sudah habis


"kamu kan bisa pake uang tabungan kamu dulu, gitu aja kok repot" ucapnya "lagian ya ini tu masih pertengahan bulan, kamu belanjakan apa aja uang yang di kasih heru itu kok sekarang udah habis, atau kamu buat kirim orang tuamu di kampung, atau kamu pake buat foya foya hah" cerocosnya tanpa henti, hah apa katanya? buat kirim orang tuaku di kampung! kayak anaknya ngasih aku duit banyak aja, padahal dia tau kalo aku cuma di kasih uang bulanan sebesar 1,5 juta. kalaupun memang benar aku kirim uang buat orang tuaku di kampung memangnya kenapa, toh itu hasil kerja keras ku sendiri bukan dari uang mas heru.


"bu,, ibu kan juga tau berapa nominal yang mas heru kasih tiap bulannya ke aku" ucapku kesal dengan pernyataannya tadi


"iya ibu tau, lagian kan biasanya uang segitu cukup sampe sebulan, lalu kenapa sekarang uang itu udah habis, kamu makek nya gimana? jangan boros kamu wulan" hardiknya lagi.


Hai readers 👋 maaf ya baru bisa upload dikit dikit, jangan lupa dukung author dengan kasih like komen and vote nya, jangan lupa juga kritik dan sarannya guys. bye bye👋🥰😘

__ADS_1


__ADS_2