Uangku Bukan Berarti Uangmu Mas

Uangku Bukan Berarti Uangmu Mas
bab 25


__ADS_3

"Ibu pake uangnya gimana kok bisa cepet abis gitu? " tanyaku pelan berusaha meredam emosi yang seakan siap meledak mendengar jawaban ibu yang sangat di luar ekspetasi


"kamu ini, lagian uang yang kamu kasih ke Ibu kan udah jadi hak Ibu, ya suka suka Ibu lah mau di pakai gimana uang itu" hardiknya kesal padaku, "sudah, mana uang arisan Ibu" tadahnya di hadapan wajahku


"heru kan udah bilang bu kalo heru lagi gak megang uang" dengan nada yang amat sangat pelan ku coba meminta pengertian pada Ibu bahwa saat ini anaknya memang gak lagi megang uang, karna mulai sekarang keuangan sepenuhnya di kelola oleh istriku wulan, memang hanya uang gaji yang di pegangnya, tidak dengan uang bonus dari kantor, kalau uang bonus juga ku berikan bisa di pastikan bulan ini aku gak bisa main di hotel lagi sama pujaan hatiku!.


"kamu kenapa senyum senyum gitu her? ada yang lucu?" tatapan heran Ibu tujukan padaku yang tanpa sadar tersenyum sendiri.


"ehem" ku netral kan pikiran yang beberapa saat lalu membayangkan permainan kami di atas ranj*ng.


"pokok nya Ibu gak mau tau her, uang itu harus ada, Ibu malu kalo bulan ini nunggak bayar arisan her, mau di tarus dimana muka Ibu" egois, sungguh egois ibuku ini, namun bagaimana pun sikap egois Ibu, Ibu tetaplah ibu yang melahirkan serta merawatku, jadi demi baktiku pada surgaku mau tidak mau aku harus mengusahakan permintaannya itu.

__ADS_1


"iya bu heru usahakan" terpaksa menyetujui nya agar ibu tidak terus terusan merongrong ku, yang bisa saja ibu akan merajuk dan mogok makan seperti waktu itu jika aku tidak meng-iyakan permintaannya tersebut.


"nah gitu dong, ini baru anak soleh nya ibu" senang rasanya mendengar pujian yang di lontarkan ibu padaku, dengan mengatakan bahwa aku anak soleh nya ibuku, bukankah itu berarti memang aku anak yang sangat berbakti pada orang tua


__________________


pov wulan


cih anak soleh katanya, seharusnya dia belajar agama sama pak ustadz di masjid bukan sama video di yout**e, awas kamu mas kalau sampe uang yang kamu kasih waktu itu kamu minta lagi. gak, gak akan aku biarkan.


sebagai kepala rumah tangga dan juga pemimpin di dalam rumah yang memang dialah satu satunya seorang lelaki di rumah ini, seharusnya dia harus bersikap adil kepada istri, ibu dan adiknya.

__ADS_1


memang ibu dan adiknya adalah tanggung jawabnya tapi bukankah seorang istri juga termasuk tanggung jawab suaminya, jadi seharusnya dia tidak boleh berat sebelah seperti ini.


perlu di cerna lagi guys, anak laki laki bukan milik ibunya sampai kapanpun melainkan tanggung jawab ibunya meskipun dia sudah menikah.


jadi gini kalau kalian masih gak ngerti, anak perempuan kan milik dan tanggung jawabnya ayahnya hanya sampai dia menikah, dan ketika sudah menikah tanggung jawab ayahnya akan berpindah pada suaminya! betul apa tidak? komen di bawah guys๐Ÿ˜‰


berbeda kalau anak lelaki, dia akan selamanya menjadi milik dan tanggung jawab ibunya walaupun sudah menikah, jadi maksudnya adalah, memang surga anak lelaki masih ada pada ibunya meskipun dia sudah menikah, tetapi jangan salah artikan kepemilikan dan mengabaikan tanggung jawab itu.


seorang ibu masih tetap harus menegur anaknya di kala anaknya melakukan kesalahan bukan malah semakin mendukung perselingkuhan yang di lakukan anaknya seperti ibu Heni yang mendukung perselingkuhan heru anaknya.


dengan kata 'milik' yang di semaikan pada anak lelaki bukan berarti dia sepenuhnya milik ibunya, apalagi jika anaknya sudah menikah, jadi seharusnya ibu Heni bisa menerima bahwa anaknya, heru, bukan miliknya seorang! melainkan juga milik istri yang sudah di nikahi anaknya.

__ADS_1


gimana guys? paham gak maksudnya *othor? pokoknya gitu deh guys, othro bingung mau mendefinisikan gimana lagi supaya kalian bisa ngerti sama yang othor maksud. hehehehe๐Ÿ˜๐Ÿ˜ jadi maap ya guys kalau kurang paham sama keterangan othor


...^^^see you bye ๐Ÿ‘‹๐Ÿ˜๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜*^^^...


__ADS_2