
kulihat wajah adik iparku mendadak pias, mungkin dia sedikit kaget karna aku tau kecurangannya yang sering absen di sekolahnya.
"jangan percaya sama omongannya bu! ibu tau kan kalo aku setiap pagi berangkat sekolah, jadi mana mungkin aku sering absen di sekolah! dan ibu juga tau kan kalo aku pulang telat karna ada kelas tambahan" mencari pembelaan pada ibunya
"iya nit, ibu percaya sama kamu. kamu gak mungkin membohongi ibu dan mas mu dengan sering absen di sekolah" belanya pada anak gadis kesayangannya
"dan kamu menantu sia**an, berani beraninya kamu memfitnah anakku seperti itu" penuh emosi ibu membentakku
nah kan benar apa kataku, padahal sudah jelas jelas dia berbohong. mana ada sekolah berangkat pagi pulang malam, meskipun ada kelas tambahan seperti yang dia bilang waktu itu, mengingat dia yang masih kelas 2 menengah atas. mana ada kelas tambahan untuk kelas 2 sampai pulang hampir jam sembilan malam.
meskipun ada kelas tambahan seharusnya kan pulang sore, mana ada sekolah yang mengadakan kelas tambahan sampai jam sembilan malam.
"bu, seharusnya ibu bisa berfikir lebih jernih, mana ada sekolah yang mengadakan kelas tambahan sampai pulang hampir jam sembilan malam" ucapku meremehkan, "apalagi anita masih kelas 2, jikapun ada kelas tambahan gak mungkin sekolah sampai memulangkan murid muridnya sampai malam seperti itu"
"alaahh, tau apa kamu tentang sistem sekolah di kota besar seperti ini, kamu itu cuma wanita kampung yang tak berpendidikan, jadi jangan sok menasehatiku tentang sistem sekolah di kota besar seperti ini" belanya pada anak gadis kesayangannya
__ADS_1
"aku memang wanita kampung bu, tapi aku masih tau mana yang benar dan tidak, berpikirlah secara logis bu agar tidak sampai menyesal di kemudian hari" ucapku tegas lalu pergi meninggalkan mereka
tak lama kemudian kudengar suara motor mas heru berhenti di depan rumah, lalu sayup sayup kudengar mereka membicarakanku tentang masalah yang baru saja terjadi antara aku, ibu dan anita.
bisa kalian bayangkan apa yang akan terjadi antara aku dan mas heru setelah ini! yap kalian benar, pertengkaran atau perselisihan paham yang akan terjadi setelah ini.
"tok tok tok"
gegas ku buka kunci pintu, dan masuklah mas heru kedalam kamar kami.
"iya mas" jawabku
"ibu bilang.... "ucapnya terjeda
"ibu bilang apa mas?, apalagi yang ibu adukan padamu tentangku" tanyaku cepat, padahal dia belum selesai dengan kalimatnya
__ADS_1
kaget mas heru melihatku, karna ini memang pertama kalinya aku berbicara dengannya dengan disertai emosi seperti ini. bagaimana tidak emosi, selalu saja seperti ini setiap hari, setiap yang ibu adukan tentangku padanya, tanpa pikir panjang dia akan langsung menegurku. tanpa bertanya dulu kebenarannya seperti apa
"nit ibu hanya bilang, kalo kamu menuduh anita yang bukan bukan" katanya pelan, mungkin karna takut aku akan semakin emosi mendengar penjelasannya
"menuduh anita yang sepeti apa mas?"
"ibu bilang, kalo kamu menuduh anita sering absen di sekolahnya, padahal itu tidak benar" ucapnya pelan dengan disertai pembelaan pada adik kesayangannya.
"aku tidak menuduh" balasku
"nit ayolah, kita semua tahu kalo setiap hari anita berangkat kesekolah memakai seragamnya, jadi mana mungkin anita sering absen di sekolahnya" ucapnya memelas, hanya agar aku tidak memperpanjang masalah ini lagi
tapi kali ini aku tidak akan menyerah dan mengalah seperti yang sudah sudah, karna aku tidak bersalah.
"kalo kamu tidak percaya mas, silahkan datangi sekolahnya dan bertanya langsung pada wali kelasnya, agar kamu tau siapa yang berbohong, aku atau adik kesayanganmu itu" tegas ku ucapkan sambil memandang penuh emosi kearahnya.
__ADS_1