
pov author
tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang tanpa sengaja melihat keromantisan mereka sedari tadi, yaaa, orang itu adalah airin sahabat wulan. niat awal ingin menghabiskan waktu weekend bersama suami dan anaknya, namun siapa sangka dia malah memergoki suami dari sahabatnya tengah beromantis ria di tempat ini.
segera aja aku mengambil ponselku untuk memfoto dan merekam kegiatan mereka.
sudah selesai dengan kegiatan merekamku, aku langsung mengirimnya ke kontak sahabatku.
"ini suami mu bukan? " begitulah pesan yang ku kirim padanya berikut foto dan rekamannya
drtt drrtt ddrrttt
panggilan masuk di ponselku yang ternyata dari wulan sang sahabat yang memanggil. tanpa berpikir dua kali langsung aja aku menggeser tombol hijau pertanda menjawab panggilan darinya.
"kamu di mana rin? " tanyanya di sebrang sana, "iya bener itu kayak mas heru, tadi mas heru juga bilang kalo dia ajak hangout gitu sama temennya, tapi kok itu ada perempuan nya ya rin! padahal tadi mas heru bilangnya cowok semua gak ada ceweknya gitu"
__ADS_1
"jadi benar kalo itu suami kamu?" tanya ku memastikan, takutnya malah salah tuduh orang, bisa panjang urusannya kalo sampe salah tuduh, bisa bisa di laporin polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik
"iya rin aku yakin itu mas heru, dari kemeja yang dia pake juga sama persis sama yang mas heru pake tadi pas berangkat"
"ya sudah kalo gitu lan" jawabku
"apa mas heru punya perempuan lain di belakangku rin" pertanyaan yang dia tanyakan padaku dengan suara seraknya yang ku yakini dia sedang menangis saat ini
"aku juga gak tau lan, tapi kita selidiki ini sama sama, kamu tenang aja jangan mikir yang aneh aneh dulu" bujukku agar dia tidak tambah sedih
"iyaa lan kamu tenang aja, kalo butuh bantuan apa apa kamu segera kabari aku, aku gak mau kalo sampe sahabat aku yang cerewet ini bener bener di duain sama laki kaki gak tau diri itu" ucapku menggebu marah ketika mengingat cerita wulan beberapa hari yang lalu tentang pembagian nafkah yang menurutku tidak adil antara menantu dan mertua
"ya udah rin aku tutup dulu ya telponnya takut ganggu weekend kamu sama suami mu tercinta" ledeknya di seberang sana
klik
__ADS_1
tanpa menunggu persetujuan ku wulan langsung mematikan sambungannya.
"siapa yank? "
"ohh, ini, wulan yang telpon yank" jawabku jujur
"wulan? wulan sahabat kamu itu? "
"iyaa, emang wulan yang mana lagi, kan cuma wulan itu yang pernah aku kenalin sama kamu yank" jawabku sarkas merasa sedikit aneh dengan pertanyaan nya, pasalnya hanya wulan sahabat ku itulah satu satunya orang yang ku kenal kan dengan nama wulan ke dia. "kamu kenapa nanya nya aneh gitu? kayak ada nama wulan lain aja yang pernah aku kenalin ke kamu" masih merasa aneh dengan pertanyaan nya itu, namun segera ku tepis prasangka-prasangka buruk yang ada di otakku
"O oh enggak yank, enggak ada apa apa" dengan menggaruk tengkuknya menjawab pertanyaan ku
"kamu kenapa sih tiba tiba aneh gini" pertanyaan demi pertanyaan ku lontarkan padanya
"aneh gimana?, ya udah yuk kita makan, takut gak enak makanan nya kalo dingin" mengalihkan pembicaraan agar airin tidak semakin curiga.
__ADS_1