Uangku Bukan Berarti Uangmu Mas

Uangku Bukan Berarti Uangmu Mas
bab 13


__ADS_3

sudah seminggu berlalu, dan sekarang sudah waktunya gajian, setelah menerima gaji dari kantor aku langsung pulang menuju rumah untuk menyerahkan gajiku ini pada wulan istriku, agar dia percaya kalo aku memang sudah benar benar menepati janjiku waktu itu.


yah, dari pada mengizinkan dia kerja lagi, mending ku kasih semua gajiku padanya, meski ini akan sangat beresiko pada uang bulanan ibu dan adikku anita!!


"nih dek" ucapku sambil menyerahkan amplop yang berisi uang gajiku padanya


dia pun menerima nya dengan senang hati "Terima kasih mas" ujarnya senang, yah begitulah wanita! jika sudah berhadapan sama yang namanya uang dia akan sangat senang


"iya sama sama" jawabku tersenyum, "jangan lupa jatah uang bulanan ibu sama uang keperluan anita dek" aku mengingatkan nya karna takut dia mengira kalo sudah lebih dulu memberikan uang bulanan ibu dan uang jajan anita


"iya mas" jawabnya "kamu tenang aja, aku gak bakal lupa sama uang bulanan ibu dan anita"


"bagus kalo gitu" ucapku


"mas mau mandi dulu atau makan dulu" tawarnya padaku

__ADS_1


jelas aku memilih mandi dulu karna badan rasanya sudah lengket bau keringat "mas mau mandi dulu dek, gak enak gerah rasanya"


"oh yaudah, mas mandi aja dulu, air hangat nya juga udah aku siapin, sama makanannya juga udah ada di meja makan, tadi aku udah masak makanan kesukaan kamu mas" mendengar dia sudah memasak makanan kesukaan ku, aku pun sangat senang rasanya, karna jarang sekali dia memasak makanan kesukaan ku.


selesai mandi aku lekas bersiap karna aku ada janji dengan kekasihku, yaaa! tanpa di ketahui oleh wulan istriku, aku mempunyai selingkuhan di belakangnya. jangan tanya alasannya kenapa?karna sudah pasti aku sedikit merasa bosan melihat penampilannya yang setiap hari hanya mengenakan daster, setiap pulang kantor hanya itu saja penampilan yang dia suguhkan padaku, padahal yang aku mau setiap pulang kerja dia sudah selesai mandi dan berdandan untuk menyambut suaminya pulang, apa salahnya menyenangkan suami dengan penampilan yang seperti itu, bukan malah menyambut suami pulang kerja dengan tampang lusuhnya itu.


yaa jangan salahkan suami dong kalo seorang suami mencari kesenangan di luar, apalagi penampilan wulan sangat jauh sekali dengan penampilan Ratna kekasih hatiku, Ratna selalu saja bisa membuatku mabuk kepayang dengan gaya eksotisnya, apalagi dia sangat jago sekali dalam urusan ranjang berbeda dengan wulan yang hanya monoton untuk urusan ranjang, jujur ketika dengan Ratna aku selalu mencapai kepuasan dengan berbagai macam gaya yang kami lakukan, yang rasanya berbeda sekali ketika dengan wulan.


"tumben rapi banget mas! mau kemana? " tanya nya


"ya ga apa apa sih, lagian mas juga jarang ngumpul sama temen temen mas" jawabnya santai


"hah, segitu doang responnya? ku kira dia akan mencerca ku dengan berbagai pertanyaan" batinku berucap. "oh iya dek, kamu jangan bilang ibu kalo mulai bulan ini dan seterusnya uang gaji mas kamu yang pegang, mas gak mau ibu tau" ucapku mewanti wanti nya, karna aku tidak mau ibu tau kalo uang gajiku mulai sekarang di pegang oleh wulan. tapi jangan salah, dia memang memegang uang gajiku, tapi uang bonus tetep aku yang pegang, toh! apa salahnya dia hanya meminta uang gaji bukan dengan uang bonusan, aku tidak salahkan!!


setelai selesai dengan semua kegiatanku segera aku keluar dari kamar dan tidak lupa mengambil uang yang sudah di siapkan wulan untuk ibu dan juga anita.

__ADS_1


kebetulan ibu dan anita berada di ruang tamu sedang menonton tayangan televisi ikan terbang, ku langkah kan kaki mendekati mereka berdua dan memberikan uang yang ku pegang.


"ibu pikir kamu lupa sama uang bulanan ibu her" sindirnya


"ya enggak mungkin lupa lah bu, itu kan sudah kewajiban heru memenuhi kebutuhan ibu sama anita" kulihat ibu dan juga anita menghitung uang yang ku berikan


"apa ini her, kenapa tiba tiba kamu potong jatah untuk ibu" murkanya


"iya nih kak, kenapa juga jatahku di potong gini" tunjuknya padaku dengan raut wajah kesal


"pokoknya ibu gak mau tau ya her, kamu harus kembaliin uang ibu yang kamu potong" rodong nya padaku


"duh gimana ini" batin ku frustasi


"iya kak, aku juga gak Terima tiba tiba kakak potong jatah ibu sama aku gini"

__ADS_1


__ADS_2