
"itu dulu mas, sebelum aku tau kalo semuanya bakal jadi kayak gini, jadi sekarang aku mohon kita cari kontarakan mas, yang deket deket sini aja biar kita bisa selalu memantau keadaan ibu, kalo kamu keberatan buat bayar uang sewanya, maka izinkan aku kerja lagi buat bantu kamu bayar uang sewanya" pintaku memohon
"sekali aku bilang enggak ya enggak wulan" bentak nya "kamu kenapa sih akhir akhir ini jadi pembangkang kayak gini, gak nurut apa kata suami lagi, mau jadi istri durhaka kamu? heh, "
"baiklah mas! kali ini aku turuti keinginanmu, tapi dengan satu syarat" ku ajukan syarat agar mas heru mau menuruti keinginanku, kali ini aku tidak mau mengalah lagi, sudah cukup tiga tahun aku menuruti keinginannya dan semua orang yang ada di rumah ini.
"apa lagi ini wulan" heran karna baru kali ini istrinya mengajukan syarat agar mau menuruti keinginannya "kenapa kamu berubah? padahal sebelum sebelumnya kamu adalah orang yang penurut dan tidak suka membantah ucapan suami! makanya aku menyukaimu dan menikahi mu"
hah! apa katanya? dia menikahi ku karna aku adalah orang yang penurut dan tidak suka membantah, ku pikir selama ini dia menikahi ku karna benar benar mencintai dan menyayangiku, tapi ternyata semuanya salah.
"jadi maksudmu, kamu menikahi ku bukan karna benar benar mencintaiku dan menyayangiku mas? tapi karna aku adalah orang yang penurut dan tidak suka membantah begitu maksudmu"
__ADS_1
"jawab mas" jengah aku menunggu jawabannya
"a apa maksudmu wulan, siapa yang bilang kalo aku tidak mencintaimu" jawabnya gelagapan dengan mengalihkan pandangannya padaku "sudahlah wulan, jangan bahas masalah ini lagi, anggap aja semua ini gak pernah terjadi, dan untuk kejadian tadi aku minta maaf, aku tidak benar benar berniat untuk menamparmu wulan, itu hanya reflek karna aku tidak suka melihat kamu melawan pada ibuku" ucapnya tanpa merasa bersalah sedikit pun
"jawab pertanyaanku dulu mas" cegahku sebelum dia keluar dari kamar ini
"apa lagi yang perlu di jawab wulan" ucapnya frustasi, "semuanya sudah jelas kan! kalo kita gak akan pernah keluar dari rumah ini, lalu apa lagi yang harus mas jawab"
"iya oke, apa syaratnya" pasrahnya
"oke, aku akan turuti kemauan mu mas, kita gak akan keluar dari rumah ini, asalkan mas mau mengizinkanku untuk kerja lagi! gimana? adil bukan" ku sunggingkan senyum penuh kemenangan, kali ini mas sudah kupastikan mas heru akan membiarkan ku untuk kembali kerja seperti dulu sebelum kami menikah.
__ADS_1
"gak wulan, sampai kapan pun aku gak akan pernah mengizinkan mu bekerja lagi, apa kurang nafkah yang aku berikan ke kamu sampai sampai kamu mau kerja lagi" ucapnya penuh penekanan
"nafkah, nafkah mana yang kamu sebut mas? nafkah yang hanya 1,5 juta itu, yang hanya untuk keperluan dapur selama sebulan dan itupun kadang kadang kurang karna masih diminta oleh ibumu!! iya, nafkah itu yang kamu maksu" tegasku kesal juga jengkel dengan semua omong kosongnya yang dulu mengatakan mau membahagiakan serta mencukupi segala kebutuhanku ketika dia datang kerumahku untuk melamarku di hadapan kedua orang tuaku, tapi sekarang apa? bahkan dia hanya memberiku uang nafkah yang hanya untuk kebutuhan dapur, itupun tidak cukup sampai sebulan karna kadang kadang di minta lagi oleh ibu.
"oke aku terima kalo kamu gak gizinin aku balik kerja lagi, tapi dengan syarat kamu harus bisa bersikap adil sama aku dan ibu, dan mulai bulan depan aku mau semua gajimu aku yang pegang, gimana?" memberi penawaran pada mas heru, agar mas heru mau menuruti salah satu dari syarat yang ku ajukan, karna walau bagaimana pun kali ini aku gak akan mengalah lagi.
"kuharap kali ini kamu mau menuruti perkataan ku mas" batinku
"gimana bisa gitu wulan! kamu tau sendiri gimana ibu kalo jatahnya di kurangi, kamu mau punya suami yang gak berbakti sama ibu! kamu mau punya suami yang durhaka" klise, sudah ku tebak kalo dia akan bilang kayak gitu
"itu terserah kamu mas, kamu tinggal pilih! izinin aku kerja lagi atau bulan depan semua gajimu kamu kasih ke aku, kamu tenang aja jatah untuk ibu pasti ku kasih tapi tentu tidak sebanyak seperti biasanya"
__ADS_1
"iya oke, mulai bulan depan semua gaji mas kamu yang pegang! puas kamu" pasrah nya sambil mengacak rambutnya frustasi