
Hai para readers !
_
_
_
" Mira " panggil Revan.
Mira yang mendengar ada yang memanggil pun segera menghampiri sang suami nya.
" Ada apa Revan ? " Tanya Mira lembut.
" Aku mau makan " Jawab Revan.
" Ayo aku sudah nungguin dari tadi, mumpung masih anget nih " Jelas Mira dengan senyuman nya.
" Aku mau makan tadi gak sama kamu , tolong siapkan sekarang juga " Perintah Revan dengan tegas.
Mira hanya mengangguk seolah - olah ia kehilangan suara nya untuk menjawab. Dengan tubuh yang sedikit bergetar Mira merapikan piring di meja makan , tak lupa ia menyendok kan nasi dan menuangkan air putih untuk Revan dan wanita asing tersebut.
Setelah selesai dengan tugas nya Mira bergegas meninggalkan ruang makan.
" Mira " Panggil Revan lagi.
" Ada apa Van ? Kamu butuh sesuatu ? " Tanya Mira dengan lembut.
__ADS_1
" Tolong rapi kan kamar tidur kami , kamu tidur di kamar bawah " Jelas Revan.
" Iya " Hanya kata itu yang Mira ucap kan. Sungguh hati nya itu benar - benar hancur , kursi meja makan nya , makanan nya , kamar nya dan bahkan ranjang nya harus ia bagi kepada wanita asing.
Air mata yang mengiringi setiap langkah kaki nya , sesekali ia mengusap wajah nya dengan kasar.
Ia sungguh membenci suami nya itu, tapi sayang rasa cinta Mira untuk sang suami seribu kali lebih besar dari pada rasa benci nya yang ia rasakan.
Dengan keras , ia menepuk - nepuk dada nya. Berharap rasa sesak yang ada di dalam sana bisa segera hilang.
Air mata yang tak diundang itu tiba - tiba saja hadir , membuat Mira menatap putra kecilnya itu harus kembali menepuk - nepuk dada nya dengan keras.
Mengingat masa lalu nya lagi dengan Revan benar - benar mengembalikan rasa sesak yang pernah menghampiri nya.
Mira segera kembali ke meja kerja nya dan Mira terkejut bukan main saat ia membuka pintu dan menemukan Revan yang sedang duduk di kursi sekretaris nya dengan sebuah ponsel di tangan nya.
" Apa selalu sampai selarut ini ? " Tanya Revan datar.
" Apa yang anda ingin kan ? " Tanya Mira tidak kalah datar nya.
" Hanya ingin menjemput Arga " Jawab nya.
" Menjauh lah dari putra saya " Ujar Mira dengan tegas.
" Ada hak yang ingin ku tanya kan , aku harap kamu jawab jujur " Pinta Revan.
" Tidak ada hal yang perlu ku jawab " Mira berjalan melewati Revan .
__ADS_1
" Apa Arga anak ku ? " Tanya Revan tiba - tiba.
Lagi - lagi pria itu membuat nya terkejut dan hampir terjatuh , beruntung ia bisa mengendalikan diri nya.
" Bukan " Jawab Mira singkat , namun rasa takut sudah mulai menguasai nya.
" Kamu bahkan ga pernah berhubungan lagi dengan orang lain , Mira. Kamu bahkan ga nikah , siapa ayah anak itu ? Apa itu aku ? " Tanya Revan berkali - kali.
" Saya lupa berurusan dengan penguntit " Jawab datar.
" Jawab aku , Ra. Arga itu anak aku kan ?! " Tanya Revan yang sudah mulai habis kesabaran nya.
" Apa yang akan anda lakukan jika ternyata putra saya memang anak anda ? " Tanya Mira dengan datar , mati - mati an ia berusaha menahan air mata nya.
Revan membatu , ia belum memikirkan nya. Apa yang akan ia lakukan bila Arga benar - benar anak nya , dia tidak akan merebut Arga dari Mira .
Tapi lain halnya jika Mira menikah dengan pria lain. Dia benar - benar akan merebut Arga. Tidak rela jika ada pria lain yang di sebut Papa oleh Arga.
Tanpa Revan sadari, Mira sudah pergi meninggalkan nya. Revan terkesiap saat tak menemukan Mira di tempat nya tadi berdiri. Kepala nya masih berputar memikirkan jawaban yang tetap.
Namun melihat Mira yang sudah berlalu membuat Revan memutuskan untuk mengejar mantan istri nya.
·
·
·
__ADS_1
Jangan lupa untuk dukung, vote , like and komen !.