
Hai para readers !
_
_
_
" Tes nya gk di sini, cuma ambil sample aja. Nanti dikirim lagi, jadi lo harus sabar " Jelas Alvin.
Revan tidak berbicara apa - apa lagi, sebenernya dia bisa saja mengirim nya ke Lab mahal agar hasil nya cepat keluar. Tapi itu sangat bahaya untuk reputasi nya. Meski media sudah tau bila Revan sering gonta - ganti pasangan, tertentu nya sangat bahaya jika media tau ia telah mencampakkan anak dan istrinya. Apalagi jika klien - klien pentingnya tau . Dalam dunia perbisnisan, hubungan keluarga juga merupakan hal yang sensitif.
Jika seorang pria bisa melepas tanggung jawab nya pada keluarga nya begitu saja, berarti pria itu juga bisa melepas tanggung jawab pada proyek - proyek yang ia jalani.
***
" Mamaaaa... " Teriak Arga ketika melihat Mama tercinta nya sedang menunggu di depan gerbang.
" Hai baby, gimana sekolahnya ? " Tanya Mira saat Arga menghampiri nya.
" Arga seneng, soal nya Arga dapet nilai A " Ucap Arga.
" Anak Mama emang pinter yee " Mira lalu mengelus rambut Arga.
" Kita mau ke kantor Mama ? " Tanya Arga sambil menengok - nengok ke kanan kiri. Seperti mencari seseorang.
" Kamu cari apa sayang ? " Tanya Mira.
" Gk, Ma. Arga gk nyari siapa - siapa kok " Jelas Arga, padahal ia mencari Revan.
" Kita makan siang dulu ke Mall, Arga mau kan ? " Tanya Mira.
" Mau Ma " Semangat Arga.
__ADS_1
" Ayok sini Mama gendong " Mira mengangkat tubuh mungil nya Arga.
Saat itu , di tatap nya lah tubuh Revan oleh Arga dari kejauhan. Ia tersenyum karena Revan menepati janji nya untuk datang meski sementara. Entah memang hubungan anak dan ayah atau sebatas orang baru kenal. Arga dan Revan menjadi dekat dan akrab, meskipun baru mengobrol sekali.
" Arga kenapa kok senyum - senyum ? " Tanya sang Mama.
" Nggk kok, Arga gk kenapa - napa " Ujar Arga.
Mira menengok kan kepala nya menatap arah yang Arga lihat tapi ia tidak melihat siapa pun.
" Ya sudah ayo kita berangkattt " Mira melangkah kan kaki nya ke arah mobil.
Tanpa Mira sadari Revan selalu mengikuti sepasang ibu anak itu.
***
" Arga harus banyak - banyak makan sayur ya , biar sehat " Ucap Mira.
" Arga sayang, sayur itu bikin sehat . Apa Arga gk sayang sama Mama " Ujar nya dengan sedih .
" Arga, sayang banget sama Mama " Jawab Arga.
" Klo sayang sama Mama, Arga harus makan sayur " Ucap Mira.
" Iya makan dikit ya, Ma " Pinta Arga.
Emang sama seperti Mas Revan Batin Mira.
Tiba - tiba ada yang menarik kursi di hadapan Mira dan Arga.
" Ngapain kamu ke sini ? " Tanya Mira ketus.
" Makan lah " Jawab nya tak kalah ketus.
__ADS_1
" Di sana banyak tempat kosongnya " Ucap Mira yang sedikit naik.
" Aku mau di sini " Ucap Revan dengan santai.
" Ma, biarin Om Revan duduk " Pinta sang buah hati.
" Kenapa sayang ? " Tanya Mira.
" Biarin aja Om Revan di sini " Ucap Arga dengan menundukkan pandangan dari Sang Mama.
" Kenapa Arga ? " Tanya Mira lagi.
" Tadi pas istirahat, teman Arga cerita ke Arga. Katanya teman Arga kemaren dia di ajak sama Mama dan Papa nya ke restoran yang sangat indah. Trus temen Arga nanya, katanya Arga gk pernah bareng sama Papa Arga " Ujar nya dengan sedih, ia menundukkan kepala nya sebab ia takut melihat Mama nya sedih bila ia menanyai soal Papa.
Hati Mira tergores ketika ucapan Arga itu. Ternyata ia tak memikirkan Arga sampai ke sana.
" Kan Arga sering di jemput Om " Ucap Mira yang berusaha membujuk Arga.
" Tapi temen - temen tau klo Om bukan Papa Arga. Arga mau Papa yang jemput Arga, Ma " Jerit Arga dengan isakan nya.
Mira hanya menetap langit - langit restoran itu. Berharap air mata nya tidak ikut - ikutan keluar , hati nya benar - benar sakit saat mendengar kan penderitaan Arga.
Selama ini ia tidak menyangka jika kejadian seperti itu telah menimpa sang buah hati nya.
Entah kenapa, Revan yang telah mendengar keluh kesah Arga seperti bisa merasakan luka dan kepedihan dua sepasang ibu anak yang duduk di depan nya. Seperti ada rasa sakit yang mendalam🐾
•
•
•
Jangan lupa dukung, vote, like and koment !
__ADS_1