
Hai teman - teman, makasih ya udah baca cerita nya 😄
_
_
_
Putra kecil nya itu berlari dan memeluk kaki Revan.
" Ayo, Papa. Arga udah ga sabar " Rengeknya.
***
" Kok kita disini, Van ? " Tanya Mira yang heran karena mereka justru masuk ke salah satu restoran mewah dan tidak didapatinya acara apapun seperti yang Revan katakan.
" Emang kamu mau kemana ? "
" Lih ? Kata kamu... Ada acara ulang tahun "
" Nggk, aku bohong. Pengen family time aja sama kamu dan Arga. "
" Tapi kok sepi banget sih ? Apa restoran nya tutup ya ? " Tanya Mira yang kebingungan karena restoran tersebut sangat sepi, hanya ada mereka bertiga dan beberapa bodyguard Revan yang berjaga di depan pintu masuk.
" Kan aku bilang mau family time, ya aku sewa satu restoran lah " Jelas Revan yang sedang memperhatikan Arga.
" Kamu sewa satu restoran ? Ini mahal banget loh, Van. Sekali makan di sini aja bisa buat gaji karyawan kamu , ini kamu sewa satu tempat begini ap- "
" Aku ga akan pernah rugi kalau habisin apa yang aku punya buat kalian , asalkan kalian senang ga jadi masalah buat aku " Revan memotong ucapan Mira.
Pelayan mengantarkan pesanan mereka.
" Selamat menikmati Tuan dan Nyonya " Ucap pelayan itu lalu pamit meninggalkan meja mereka.
__ADS_1
Mira tentu saja senang di panggil seperti itu.
***
Dua jam sebelumnya.
" Tuan , sepertinya mereka akan hadir di acara ulang tahun. Apa anda tetap akan hadir ? " Ril , orang kepercayaan Revan menghampiri nya di ruang kerja.
" Kau yakin ? " Tanya Revan.
" Saya yakin, tuan. Saya sudah memastikan nya , mereka bisa merusak rencana tuan "
" Sial. Mira sudah pergi ke salon, kenapa kau baru memberi tau ? "
" Mereka baru mengkonfirmasi kehadirannya setengah jam yang lalu tuan, tepat setelah anda mengkonfirmasi. Disana akan banyak pemburu berita , saya ta- "
" Aku mengerti. Kau tak perlu melanjutkan kata - katamu, cepat buat reservasi untukku "
" Baik tuan, ruang VVIP atau- "
" Baik, tuan. Apa ada lagi ? "
" Tolong pastikan data pribadi Arga tidak tersebar, saat aku mengumumkan hubunganku dengan Mira sahamku pasti akan naik. Saat itu kita bisa memusnahkan mereka, kau boleh pergi " Ril pun meninggalkan Revan yang sedang sedikit frustasi, harusnya sahamnya bisa naik malam ini.
Ia harus bisa bersabar , seperti nya rencananya tidak bisa berjalan dengan lancar.
Revan pun mengambil ponselnya dari kantong kerja dan menelfon sahabatnya.
" Gimana hasil tes nya ? Apa udah keluar ? " Revan menghubungi Alvin dengan ponselnya.
" Oh iya gue sehat banget, kabar gue luar bisa baik, Van " Alvin mendengus kesal karena Revan tidak mengucapkan salam atau sekedar menanyakan kabarnya.
" Gue ga nanya "
__ADS_1
" Oke, gue matiin " Alvin merajuk.
" Yaelah. Baper banget sih lo, Al. Inget besok Lo mau punya anak, masa masih gitu - gitu aja " Cerca Revan.
" Setelah tujuh tahun berlalu, lo kan tau gimana perjuangan gue sama Siska buat punya anak "
" Gue kan ga nanya itu, yang gue tanya hasilnya udah keluar apa belum ? " Revan mendengus kasar.
" Sabar lah, belum keluar tes nya. Kan gue bilang masih lama, kenapa nggak tanya aja langsung sendiri biar jelas. Ga perlu pake tes - tes segala kan " Alvin menggerutu di seberang sana.
" Gue takut dia curiga sama rencana gue "
" Rencana ?! "
" Berisik " Revan langsung memutuskan sambungan nya.
***
" Kita harus bergerak cepat sebelum orang itu bergerak " Ucap pria misterius di telepon.
" Sepertinya dia ingin melakukan tes, kita harus tau dia akan melakukan nya dimana. Bisa bahaya jika dia berhasil mengetahui kebenarannya, cepat kirim orang untuk mengurus nya " Jawab seorang pria tua di telepon.
" Anda yang seharusnya mengkhawatirkan putri anda, saya tidak ingin perjanjian yang sudah di buat batal jarena ketidak becusan anda menjaganya. Anda tau apa yang harus anda lakukan, bukan ? "
"Kau jangan mengatur ku ! Kau hanya bagian yang tak sengaja saya temukan ! "
" Anda tau apa yang akan terjadi jika saya mengungkapkan nya, bukan ? "
Karena kesal, pria tua itu memutuskan panggilan nya. Kau akan mati, lihat saja. Pria tua itu membatin
_
_
__ADS_1
_
Jangan lupa untuk dukung, vote, like and share !