
Hai para readers !
_
_
_
Mira yang mendengar penuturan Revan itu mengenyit heran, pasalnya saat rapat kemarin Revan membawa Er's Company bukan Dream Company.
" Lalu perusahaan yang kemarin itu milik siapa jika perusahaan kamu itu Dream Company ? " Mira memberanikan diri nya untuk bertanya.
" Itu juga punya ku, aku punya banyak perusahaan sekarang kemarin itu direktur nya gk bisa hadir jadi aku yang gantiin " Jelas Revan.
" Arga boleh kan Pa klo ke perusahaan Papa ? " Tanya Arga.
" Arga " Panggil Mira kepada putranya, seolah paham maksud sang ibu, Arga menunduk kan kepalanya.
" Kenapa sih Mir ? Biarkan saja Arga main ke kantor ku " Tanya Revan yang keheranan dengan ucapan Mira tadi.
__ADS_1
" Maaf tapi kita tidak ada hubungan apa - apa jadi anda juga harus ingat batasan nya, ingat memang nya anda pikir jika saya memperbolehkan bila Arga memanggil anda dengan sebutan Papa ? Dan apa dengan sebuah panggilan Papa berarti saya mengizinkan putra saya untuk berada dalam kendali anda ? " Tanya Mira dengan nada kesal.
" Cukup Mira, itu cuma masa lalu " Tegur Revan yang masih berusaha untuk tetap tenang.
" Lalu saya harus membahas apa pada seseorang dari masa lalu yang tiba - tiba datang dan membiarkan putra saya memanggilnya dengan sebutan Papa ? " Tanya Mira.
" Mir, aku nggk mau musuhan. Setidaknya aku ingin hubungan kita itu baik - baik saja demi proyek kita " Ucap Revan.
Mira lagi - lagi menahan sakit yang sama saat ia tau motif Revan datang kembali hanya sekedar proyek yang mereka berdua jalani.
Cukup sudah ia harus bersabar, sabar pasti ada batas nya. Ingat itu.
" Arga, Mama minta sama kamu jangan pernah ngomong yang aneh - aneh. Kamu tau kan kalau Mama nggk bisa ngasih seorang Papa buat kamu, udah cukup kamu panggil dia dengan sebutan Papa " Tegur tegas Mira pada putra semata wayang nya.
" Mama gk marah, Mama cuma mau ngingetin Arga agar gk dan gk pernah berharap kepada orang lain. Arga masih punya Mama itu aja udah cukup, klo Arga mau Papa nanti kita cari Papa yang hebat yang tidak akan pernah meninggalkan kita saat kita sedih " Jelas Mira.
Revan yang mendengar bila posisi nya yang sekarang ingin di ganti kan oleh orang lain pun tak rela, apalagi bila Mira menikah kembali dengan laki - laki lain.
" Arga mau kan punya Papa yang sangat menyayangi Arga ? Mau kan punya Papa yang selalu ada buat Arga ? Apalagi Arga mau punya Papa yang nggk akan pernah ninggalin kita kan ? " Tanya Mira.
__ADS_1
" Klo Arga mau Arga harus nurut sama Mama, nanti kita cari sama - sama Papa yang baik buat Arga " Jelas Mira.
" Arga mau, Ma ! Arga mau Papa ! " Arga berjingkrak bahagia dan memeluk Mira.
" Papa denger kan kata Mama ? Mama mau ngasih Arga Papa yang baik dan Papa beneran gk borongan " Ucap Arga sambil bergantian memeluk Revan.
Revan yang di peluk anak kecil itu hanya diam membisu, seakan - akan ia tak rela untuk melepaskan putranya.
Dalam hati ia bertekad akan mengambil Arga dari Mira jika sampai saat itu benar bila tes DNA nya benar.
" Arga ayo pulang ke kantor Mama, permisi Pak Revan. Saya duluan, ayo sayang . " Ucap Mira dengan meninggalkan Revan yang masih duduk dengan diam.
***
" Mama, Arga ngantuk " Ucap Arga sambil menguap beberapa kali. Kini jam sudah pukul sembilan malam, harus nya Mira sudah.
•.•
•.•
__ADS_1
•.•
Jangan lupa dukung, vote, like and komen !