Ubahlah Aku

Ubahlah Aku
Eps. 18


__ADS_3

Uhuk...ehem. Hai para readers !


_


_


_


Revan pun melaju ke arah rumah sakit.


Revan membuka pintu ruangan Alvin dengan sangat kasar , ia bahkan terkesan mendobrak pintu ruang kepala rumah sakit itu.


" Sudah pasti itu Revan ! " Alvin berdecak sengit.


Pasalnya Revan selalu mengagetkan nya ditiap kali kunjungannya.


" Gue bingung , dan - "


" Lu Dateng ga pake permisi terus sekarang bilang bingung , gue yang harus nya bingung " Alvin melotot.


" Mira ga mau ngakuin gue sebagai ayahnya Arga " Jelas Revan tanpa memperdulikan Alvin yang sedang kesal .


Kalau gue jadi dia pun gue ga bakalan mau liat muka lo lagi , jadi lo harus bersyukur kalau dia masih nerima kehadiran Lo " Alvin akhirnya menanggapi.


" Apa gue sehina itu ? " Tanya Revan menatap kosong.


" Lo lebih hina dari itu , Van. Lu mainin cewek , lu ninggalin Mira saat dia hamil. Jangan bilang lo ga tau , karena kalau lo ngerasa udah ngelakuin itu Lo ga bakalan seenaknya buang anak orang " Alvin menatap Revan nyalang.

__ADS_1


" Lo berbicara seolah - olah lo itu Mira aja " Revan kini menatap Alvin.


" Lo seharusnya ngerti , Van. Gue aja yang bukan siapa - siapanya Mira bisa ngerasain kesedihan yang ia rasain . Masa lo yang tinggal satu atap sama dia ga ngerasain apa - apa "


" Gue punya alasan "


" Stop bilang hal kaya gitu , Lo selalu ngomong itu tiap kita bahas Mira. Heran gue , alasan apa coba nyakitin istri kayak begitu ? "


Revan tampak menimbang - nimbang , haruskah ia memberitahu Alvin alasannya atau lebih baik dia diam saja.


" Sebenernya gu- "


DRRTTT ( suara telepon berdering )


" Ah iya , sayang ? Ada apa ? Kamu udah dibawah ? Aku kesana ya " Ucapan Revan terputus saat Alvin mengangkat telponnya.


" Istri gue Dateng , mending cepetan deh Ki pergi. Lo tau kan istri gue males banget liat muka lo " Alvin memperingati Revan .


Siska mengetahui apa saja yang sudah Revan lakukan terhadap Mira , sebagai seorang wanita ia benar - benar membenci sikap Revan.


Terlebih lagi dia sudah berada di masa - masa sulit Mira itu , sebagai saksi nyata akan kebejatan seorang suami pada sang istri.


7 tahun yang lalu.


Siska dan Alvin menyambangi rumah Revan dan Mira pada minggu pagi , pagi - pagi buta mereka datang.


Mereka berniat mengajak Revan dan Mira untuk piknik di danau buatan milik Revan yang terletak dibelakang rumah mewahnya.

__ADS_1


Siska dan Alvin sengaja untuk datang pagi - pagi sekali karena mereka tau jika Revan akan selalu menolak ajakan mereka untuk berkumpul bersama.


Bukan rahasia lagi diantara mereka jika hubungan rumah tangga Revan dan Mira tidak harmonis , bahkan Revan kerap kali menolak apa yang Mira berikan tanpa tudung aling.


Sejujurnya saat itu Siska sudah tidak menyukai Revan , namun apalah daya nya jika Revan adalah sahabat suaminya .


Terlebih lagi dia tidak tega setiap kali bertemu dengan Mira , wanita itu selalu memberikan senyum yang sangat tampak di paksakan.


Sebagai seorang wanita , Siska sangat tau apa yang Mira rasakan , itu yang membuat nya rela menemani Alvin untuk membangun suasana rumah tangga yang baik lagi bagi sahabat baiknya itu .


Namun bukannya suasana baik , mereka malah menemukan Mira yang sedang menangis tersedu - sedu tak jauh dari rumah Revan.


Terlebih lagi mobil mereka menunjukkan masih pukul setengah enam pagi.


Saat itu Siska marah dan kecewa pada Revan , bagaimana bisa ia menelantarkan istrinya.


Melihat pemandangan wanita menangis tersedu - sedu sambil menyeret - nyeret koper besar di kedua tangannya benar - benar menghabiskan kesabaran Siska .


Sejak saat itu , Siska membenci Revan. Jangankan untuk melihat wajah Revan , sekedar mendengar Alvin menyebut nama pria itu pun emosi Siska seolah - olah memuncak.


Memang bukan hal baik , terlebih lagi Siska tak ada hubungan apa - apa dengan mereka.


Namun sebagai seorang wanita, Siska merasa pantas untuk membenci Revan .


_


_

__ADS_1


_


Jangan lupa untuk dukung , vote , like and share !


__ADS_2