
Uhuk...ehem. Hai para readers !
_
_
_
Revan pun melaju ke arah rumah sakit.
Revan membuka pintu ruangan Alvin dengan sangat kasar , ia bahkan terkesan mendobrak pintu ruang kepala rumah sakit itu.
" Sudah pasti itu Revan ! " Alvin berdecak sengit.
Pasalnya Revan selalu mengagetkan nya ditiap kali kunjungannya.
" Gue bingung , dan - "
" Lu Dateng ga pake permisi terus sekarang bilang bingung , gue yang harus nya bingung " Alvin melotot.
" Mira ga mau ngakuin gue sebagai ayahnya Arga " Jelas Revan tanpa memperdulikan Alvin yang sedang kesal .
Kalau gue jadi dia pun gue ga bakalan mau liat muka lo lagi , jadi lo harus bersyukur kalau dia masih nerima kehadiran Lo " Alvin akhirnya menanggapi.
" Apa gue sehina itu ? " Tanya Revan menatap kosong.
" Lo lebih hina dari itu , Van. Lu mainin cewek , lu ninggalin Mira saat dia hamil. Jangan bilang lo ga tau , karena kalau lo ngerasa udah ngelakuin itu Lo ga bakalan seenaknya buang anak orang " Alvin menatap Revan nyalang.
__ADS_1
" Lo berbicara seolah - olah lo itu Mira aja " Revan kini menatap Alvin.
" Lo seharusnya ngerti , Van. Gue aja yang bukan siapa - siapanya Mira bisa ngerasain kesedihan yang ia rasain . Masa lo yang tinggal satu atap sama dia ga ngerasain apa - apa "
" Gue punya alasan "
" Stop bilang hal kaya gitu , Lo selalu ngomong itu tiap kita bahas Mira. Heran gue , alasan apa coba nyakitin istri kayak begitu ? "
Revan tampak menimbang - nimbang , haruskah ia memberitahu Alvin alasannya atau lebih baik dia diam saja.
" Sebenernya gu- "
DRRTTT ( suara telepon berdering )
" Ah iya , sayang ? Ada apa ? Kamu udah dibawah ? Aku kesana ya " Ucapan Revan terputus saat Alvin mengangkat telponnya.
" Istri gue Dateng , mending cepetan deh Ki pergi. Lo tau kan istri gue males banget liat muka lo " Alvin memperingati Revan .
Siska mengetahui apa saja yang sudah Revan lakukan terhadap Mira , sebagai seorang wanita ia benar - benar membenci sikap Revan.
Terlebih lagi dia sudah berada di masa - masa sulit Mira itu , sebagai saksi nyata akan kebejatan seorang suami pada sang istri.
7 tahun yang lalu.
Siska dan Alvin menyambangi rumah Revan dan Mira pada minggu pagi , pagi - pagi buta mereka datang.
Mereka berniat mengajak Revan dan Mira untuk piknik di danau buatan milik Revan yang terletak dibelakang rumah mewahnya.
__ADS_1
Siska dan Alvin sengaja untuk datang pagi - pagi sekali karena mereka tau jika Revan akan selalu menolak ajakan mereka untuk berkumpul bersama.
Bukan rahasia lagi diantara mereka jika hubungan rumah tangga Revan dan Mira tidak harmonis , bahkan Revan kerap kali menolak apa yang Mira berikan tanpa tudung aling.
Sejujurnya saat itu Siska sudah tidak menyukai Revan , namun apalah daya nya jika Revan adalah sahabat suaminya .
Terlebih lagi dia tidak tega setiap kali bertemu dengan Mira , wanita itu selalu memberikan senyum yang sangat tampak di paksakan.
Sebagai seorang wanita , Siska sangat tau apa yang Mira rasakan , itu yang membuat nya rela menemani Alvin untuk membangun suasana rumah tangga yang baik lagi bagi sahabat baiknya itu .
Namun bukannya suasana baik , mereka malah menemukan Mira yang sedang menangis tersedu - sedu tak jauh dari rumah Revan.
Terlebih lagi mobil mereka menunjukkan masih pukul setengah enam pagi.
Saat itu Siska marah dan kecewa pada Revan , bagaimana bisa ia menelantarkan istrinya.
Melihat pemandangan wanita menangis tersedu - sedu sambil menyeret - nyeret koper besar di kedua tangannya benar - benar menghabiskan kesabaran Siska .
Sejak saat itu , Siska membenci Revan. Jangankan untuk melihat wajah Revan , sekedar mendengar Alvin menyebut nama pria itu pun emosi Siska seolah - olah memuncak.
Memang bukan hal baik , terlebih lagi Siska tak ada hubungan apa - apa dengan mereka.
Namun sebagai seorang wanita, Siska merasa pantas untuk membenci Revan .
_
_
__ADS_1
_
Jangan lupa untuk dukung , vote , like and share !